Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Basic Skill Penting untuk Anak namun Sering Dianggap Sepele
Pexels/Atlantic Ambience
  • Pentingnya mengajarkan anak berbagai life skills dasar seperti keamanan diri, pertolongan pertama, dan kemandirian agar siap menghadapi situasi darurat tanpa bergantung pada orang dewasa.

  • Ditekankan bahwa keterampilan sederhana seperti mengenali identitas diri, bercocok tanam, serta berinteraksi dengan alam membantu anak membangun tanggung jawab, kesabaran, dan ketangguhan mental sejak dini.

  • Pemahaman nilai uang dan kemampuan bertransaksi juga menjadi bagian penting untuk melatih logika, kejujuran, serta rasa tanggung jawab anak terhadap kebutuhan pribadinya di kehidupan sehari-hari.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sering kali Mama dan Papa sebagai orangtua terlalu ambisius membekali anak dengan berbagai les akademik, namun lupa bahwa ada kemampuan bertahan hidup yang jauh lebih mendasar. 

Padahal, saat kita Mama dan Papa sedang berada di sisi mereka, bukan kemampuan membaca atau berhitung yang akan menolong mereka, melainkan life skills sederhana untuk menjaga keamanan dan kemandirian diri sendiri.

Berikut Popmama.com rangkum 7 skill harian yang sebenarnya sangat penting namun sering kali dianggap sepele oleh orangtua!

1. Memahami keamanan terhadap api dan situasi darurat

Pexels/Daria

Mengajarkan anak untuk waspada terhadap api bukan berarti menakut-nakutinya, melainkan memberinya pemahaman tentang bahaya nyata. Anak perlu tahu bahwa api dari kompor atau lilin bukanlah mainan dan ia harus segera menjauh jika melihat api mulai membesar. 

Selain itu, penting untuk mengajarkan cara keluar dari rumah dengan aman saat situasi berbahaya, seperti gempa, banjir, kebakaran, atau bencana lainnya terjadi tanpa harus menunggu instruksi orang dewasa. 

Mama juga bisa mencoba simulasi kecil seperti cara membuat api sederhana di bawah pengawasan ketat agar anak paham karakteristik api.

Dengan begitu, ia tidak akan panik dan tahu persis langkah apa yang harus diambil untuk menyelamatkan diri saat berada dalam kondisi darurat.

2. Keterampilan mencari bantuan dan identitas diri yang jelas

Pexels/Tran Nam Trung

Saat berada di situasi yang membingungkan atau berbahaya, anak harus tahu ke mana ia harus mencari pertolongan. Pastikan anak sudah hafal di luar kepala alamat rumah yang lengkap, nama asli kedua orangtuanya, serta patokan atau arah menuju rumah mereka. 

Keterampilan ini sering kali dianggap sepele, namun sangat krusial jika anak terpisah dari orangtua di tempat umum. Selain itu, ajarkan anak cara mengenali sosok orang dewasa yang "aman" untuk dimintai bantuan, seperti petugas keamanan atau sesama Mama yang membawa anak. 

Membekali anak dengan informasi identitas yang kuat adalah langkah preventif terbaik untuk memastikan ia bisa segera kembali ke pelukan Mama saat terjadi hal yang tidak diinginkan.

3. Kemampuan pertolongan pertama dasar pada luka kecil

Pexels/RDNE Stock Project

Tidak panik saat melihat darah adalah skill yang sangat mahal bagi seorang anak. Mama bisa mulai mengajarkan langkah sederhana seperti membersihkan luka lecet dengan air mengalir atau menekan luka ringan jika terjadi pendarahan kecil agar tidak infeksi. 

Anak juga perlu diingatkan untuk tidak asal memegang luka yang kotor dan tahu kapan ia harus segera memanggil bantuan orang dewasa jika luka tersebut terasa terlalu sakit. 

Dengan memahami prosedur first aid dasar ini, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih tenang saat mengalami insiden kecil di sekolah atau saat bermain. Kemandirian dalam merawat luka ringan ini juga membangun rasa tanggung jawab anak terhadap kesehatan tubuhnya sendiri.

4. Mandiri dalam memenuhi kebutuhan dasarnya

Pexels/Alexa Green

Anak yang selalu dibantu dalam segala hal akan cenderung bingung dan tidak berdaya saat harus sendirian. Oleh karena itu, ajarkan anak untuk mandiri dalam hal-hal mendasar seperti mengambil minum sendiri, menyiapkan makanan sederhana, hingga pergi ke toilet tanpa harus ditemani. 

Keterampilan ini bukan tentang "mempekerjakan" anak, melainkan melatihnya agar memiliki kontrol atas kebutuhan tubuhnya sendiri.

Saat ia terbiasa mengambil barang kebutuhannya secara mandiri, ia akan merasa lebih percaya diri dan kompeten dalam menghadapi hari-hari di luar rumah. 

Kemandirian dasar ini adalah bekal utama agar anak tidak menjadi pribadi yang terlalu bergantung pada orang lain saat menghadapi situasi yang mendesak.

5. Belajar kesabaran melalui bercocok tanam

Pexels/Anna Shvets

Mengajak anak bercocok tanam adalah cara efektif untuk mengajarkan bahwa hasil yang baik membutuhkan proses yang panjang. 

Cobalah menanam sayuran sederhana seperti kangkung atau cabai dan minta anak untuk menyiramnya secara rutin setiap hari. Di sini, ia akan melihat sendiri proses pertumbuhan dari benih hingga siap panen, yang akan melatih rasa sabar serta konsistensinya. 

Keterampilan mengelola makhluk hidup ini memberinya kepuasan batin saat berhasil memanen hasil usahanya sendiri. Selain itu, bercocok tanam juga membuat anak lebih menghargai makanan dan memahami ekosistem alam. 

6. Membangun kedekatan dengan alam sekitar

Pexels/SheikhAmjad Ali

Dunia ini tidak selalu bergantung pada teknologi, sehingga anak perlu diajarkan cara berinteraksi secara fisik dengan lingkungan di sekitarnya. 

Dengan beraktivitas di luar ruang, anak belajar mengenali cuaca, memahami tekstur alam, hingga belajar beradaptasi dengan kondisi yang tidak sejuk atau senyaman di dalam ruangan ber-AC. 

Keterampilan beradaptasi dengan alam ini sangat penting untuk membangun ketangguhan mental anak. Jangan sampai anak menjadi terlalu "asing" dengan dunianya sendiri karena terlalu lama menghabiskan waktu di dunia digital. 

Pengalaman langsung seperti merasakan tanah, terkena sinar matahari, hingga mendengarkan suara alam akan memberikan stimulus sensorik yang sangat kaya bagi perkembangan otak dan mentalnya.

7. Memahami nilai uang dan cara bertransaksi

Pexels/Gergely Meszárcsek

Sejak dini, ajarkan anak bahwa barang yang ia miliki memiliki nilai dan didapatkan melalui proses transaksi. 

Mama bisa mulai melatihnya memegang uang saku sendiri dan belajar cara membayar serta menerima kembalian saat membeli jajanan di kantin. Keterampilan ini mengajarkan anak untuk lebih teliti, jujur, dan berhati-hati dalam menjaga barang berharganya. 

Dengan memahami konsep dasar keuangan ini, anak tidak akan bingung saat harus membuat keputusan sederhana terkait kebutuhan pribadinya saat tidak ada Mama di sampingnya.

Kemampuan mengelola uang secara mandiri juga melatih logika matematika sederhana serta memberikan rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap apa yang ia miliki sejak usia dini.

Mengajarkan anak life skills mungkin butuh waktu lebih lama daripada sekadar mengajarinya membaca, tapi manfaatnya akan ia bawa seumur hidup.

Dengan bekal keterampilan ini, Mama bisa lebih tenang melepas anak mengeksplorasi dunianya dengan penuh rasa percaya diri.

Dari beberapa keterampilan hidup di atas, mana yang menurut Mama paling krusial untuk diajarkan minggu ini agar anak mulai belajar mandiri di rumah?

Editorial Team