Mungkin Mama tidak menyadari bahwa rasa malas atau kebiasaan menunda salat pada anak perempuan sering kali dipicu oleh hal sederhana.
Anak mungkin merasa malas mencari mukena yang terselip di tumpukan lemari, memakai bahan yang panas dan bikin gatal, atau melipat sajadah yang terlalu besar bisa menjadi hambatan mental tersendiri baginya Ma.
Untuk mengatasinya, Mama bisa membangun sense of ownership atau rasa memiliki pada diri anak dengan melibatkannya secara langsung saat memilih perlengkapan salatnya sendiri.
Jadi ketika membeli alat salat, ajak anak mama untuk berdiskusi dan memilih sendiri warna, motif, hingga model mukena yang ia sukai.
Hal ini karena anak akan merasa ikut memegang kendali atas pilihannya, dan tidak sabar untuk memakai "barang miliknya" saat salat.
Mama juga harus pastikan mukena yang dipilih berbahan adem seperti katun rayon. Tidak berat di kepala, dan ukurannya pas. Supaya tidak tersandung saat rukuk atau sujud. Sebab kenyamanan fisik adalah kunci utama agar anak betah berlama-lama menjalankan salat.
Setelah itu, supaya anak tidak malah mengambil alat salat di lemarinya. Mama bisa menyediakan gantungan kapstok rendah atau keranjang cantik di sudut ruang salat.