Selain Mad Thobi'i, dalam hukum mad ada juga yang dikenal dengan nama Mad Jaiz Munfashil. Mad jaiz munfasil terjadi jika Mad Thobi'i bertemu dengan huruf hamzah dalam kata yang terpisah atau berbeda.
Hal ini berkebalikan dengan sifat mad wajib muttasil yang terjadi apabila Mad Thobi'i bertemu hamzah dalam satu kalimat. Hukum bacaan mad jaiz munfashil yaitu boleh dibaca 2, 4, atau 5 harakat.
QS Al-Kautsar ayat 1
انا اعطينك ٱلكوثر
inna a'tainakal-kausar
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak".
Contoh bacaan mad jaiz munfashil dalam ayat tersebut adalah (انا اع) ketika salah satu mad thobi'i (نا) bertemu dengan huruf hamzah (ا) dalam kalimat atau kata yang berbeda. Kata (انا) bermakna "Sesungguhnya, kami" dan kata (اعطينك) bermakna "telah memberimu (Muhammad)".
QS Al-Mursalat ayat 30
انطلقوا الى ظل ذي ثلث شعب
Intaliqu ila zillin zi salasi syu'ab(in).
Artinya: "Pergilah menuju naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang".
Contoh bacaan mad jaiz munfashil dalam ayat tersebut adalah (انطلقوا الى) ketika salah satu Mad Thobi'i (قوا) bertemu dengan huruf hamzah (الى) dalam satu kalimat atau kata yang berbeda. Kata (انطلقوا) bermakna "Pergilah kamu" dan kata (الى) bermakna "menuju naungan (asap api neraka)".
Demikian ulasan mengenai cara membaca Mad Thobi'i di Al-Quran dan contoh bacaannya. Semoga bisa jadi ilmu baru untuk diajarkan kepada si Kecil ya, Ma!