5 Fakta Film Ah Girl, POV Menarik Anak Korban Perceraian

Ah Girl mengikuti anak perempuan berusia tujuh tahun yang menghadapi perceraian orangtua dan perubahan kehidupan keluarganya.
Film Ah Girl ini terinspirasi pengalaman masa kecil Ang Geck Geck Priscilla dan dibintangi Ong Xuan Jing serta Sydney Wong.
Ah Girl menggunakan latar Singapura 1994, meraih penghargaan di berbagai festival, dan menjadi pembuka Jakarta Film Week 2026.
Film keluarga tidak selalu menghadirkan cerita yang hangat dan penuh kebahagiaan. Ada pula film yang mengajak penonton memahami perasaan anak ketika harus menghadapi perubahan besar dalam keluarganya.
Salah satunya adalah Ah Girl (2026), film drama asal Singapura yang disutradarai Ang Geck Geck Priscilla. Film ini mengikuti kehidupan seorang anak perempuan berusia tujuh tahun yang harus menghadapi perceraian kedua orangtuanya.
Menariknya, cerita Ah Girl terinspirasi dari pengalaman masa kecil sang sutradara. Film ini juga telah diputar di berbagai festival internasional, termasuk menjadi film pembuka Jakarta Film Week 2026.
Berikut Popmama.com fakta film Ah Girl yang menarik untuk diketahui.
Table of Content
Deretan Fakta Film Ah Girl
1. Mengisahkan anak berusia tujuh tahun yang menghadapi perceraian orangtua

imdb.com Ah Girl berlatar di Singapura pada 1994. Ceritanya mengikuti Swee Swee atau Ah Girl, anak perempuan berusia tujuh tahun yang harus menjalani kehidupan baru setelah kedua orangtuanya berpisah.
Ia tinggal bersama adik perempuannya, Ah Tian, sang papa yang bekerja pada malam hari, serta neneknya. Sementara itu, sang mama hanya mengunjungi mereka pada akhir pekan.
Situasi semakin rumit ketika ibunya meminta Ah Girl mempertimbangkan untuk tinggal bersamanya. Di usia yang masih sangat muda, Ah Girl harus memahami perubahan dalam keluarganya sekaligus menghadapi pilihan yang tidak mudah.
Melalui sudut pandang anak, film ini memperlihatkan bahwa perceraian bukan hanya menjadi persoalan bagi orang dewasa, tetapi juga dapat memengaruhi perasaan dan kehidupan sehari-hari anak.
2. Terinspirasi dari pengalaman masa kecil sang sutradara

imdb.com Film Ah Girl merupakan debut film panjang sutradara asal Singapura, Ang Geck Geck Priscilla. Menariknya, cerita yang diangkat dalam film ini memiliki kedekatan dengan pengalaman pribadinya.
Dalam wawancara bersama International Film Festival Rotterdam (IFFR), Ang mengungkapkan bahwa sebagian besar kejadian dalam film terinspirasi dari masa kecilnya sendiri.
Melalui karya ini, ia ingin menggambarkan perasaan anak yang terkadang tidak benar-benar didengarkan atau dianggap serius oleh orang dewasa. Ia juga berharap film tersebut dapat menemani anak-anak yang pernah mengalami situasi serupa agar tidak merasa sendirian.
Judul Ah Girl sendiri memiliki makna personal bagi sang sutradara karena merupakan panggilan yang digunakan untuknya ketika masih kecil.
3. Dibintangi aktris cilik Ong Xuan Jing dan Sydney Wong

Instagram.com/ahgirlfilm Dua karakter utama dalam film Ah Girl ini diperankan oleh aktris cilik, yakni Ong Xuan Jing sebagai Ah Girl dan Sydney Wong sebagai Ah Tian.
Keduanya menjadi pusat cerita yang menggambarkan hubungan kakak-adik di tengah situasi keluarga yang berubah. Selain mereka, film ini juga dibintangi Doreen Toh sebagai nenek, James Seah sebagai papa, dan Carrie Wong sebagai mama.
Proses pencarian pemeran anak ternyata membutuhkan waktu cukup panjang. Ang mengungkapkan bahwa ia melakukan pencarian sekitar satu tahun dan mengadakan lokakarya selama beberapa bulan.
Persiapan tersebut dilakukan agar para pemeran cilik bisa membangun kedekatan serta merasa nyaman sebelum menjalani proses syuting.
4. Menggunakan latar tahun 1994 dan visual rasio 4:3
Salah satu keunikan film Ah Girl terletak pada latar waktu dan pendekatan visualnya. Film ini mengambil latar Singapura pada 1994, sehingga menghadirkan suasana kehidupan keluarga pada era tersebut.
Sutradara juga menggunakan rasio gambar 4:3 yang memberikan kesan seperti tayangan televisi pada masa itu. Pilihan visual ini turut mendukung pendekatan cerita yang berpusat pada sudut pandang anak.
Selain menghadapi persoalan keluarga, film Ah Girl juga digambarkan sebagai anak yang penuh rasa ingin tahu. Salah satu aktivitasnya adalah menjual permen karet kepada teman-teman sekolah.
Bisnis kecil tersebut menjadi bagian penting dalam cerita karena Ah Girl berusaha membantu kondisi finansial keluarganya. Di balik tingkah khas anak-anak, tersimpan keinginan untuk melindungi sang adik dan membantu keluarga.
5. Meraih penghargaan dan menjadi film pembuka Jakarta Film Week 2026
Sebelum hadir di Indonesia, Ah Girl telah berkeliling ke sejumlah festival film internasional dan meraih berbagai penghargaan.
Beberapa di antaranya adalah Youth Jury Award di International Film Festival Rotterdam 2026 dan Firebird Award dalam kategori Young Cinema Competition (Chinese Language) di Hong Kong International Film Festival 2026.
Film ini juga memperoleh penghargaan di Malaysia International Film Festival 2026. Pemeran utamanya, Ong Xuan Jing, meraih penghargaan Aktris Terbaik, sementara filmnya mendapatkan New Hope Award.
Di Bangkok International Film Festival 2026, Ah Girl meraih New Voices Award dan Best ASEAN Film. Prestasinya berlanjut dengan penghargaan Best Film dalam Asian Feature Film Competition di Singapore International Film Festival 2026.
Bagi penonton Indonesia, Ah Girl juga sempat hadir sebagai film pembuka Jakarta Film Week 2026 yang berlangsung pada 21–25 Oktober. Film ini diputar di CGV Grand Indonesia pada 21 Oktober 2026.
Itulah tadi beberapa fakta film Ah Girl yang menarik untuk diketahui. Kisahnya menjadi pengingat bahwa anak-anak juga memiliki perasaan dan kekhawatiran ketika menghadapi perubahan dalam keluarga. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mendengarkan serta memahami kebutuhan emosional anak, terutama ketika mereka harus melewati masa sulit.






















