TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Fakta Lumba-Lumba Pink yang Muncul di Permukaan Saat Pandemi

Kemunculan lumba-lumba ini banyak dibicarakan oleh masyarakat Indonesia

25 Agustus 2021

Fakta Lumba-Lumba Pink Muncul Permukaan Saat Pandemi
Asianews.it

Kita pasti sudah tak asing lagi dengan hewan mamalia pintar, lumba-lumba. Hewan ini biasa kita lihatnya di kebun binatang, pertunjukan lumba-lumba atau tempat lainnya. Lumba-lumba yang kita lihat, pasti berwarna abu-abu. Namun tahukah kamu kalau sebenarnya ada lumba-lumba berwarna pink? 

Jarang sekali orang mengetahui kalau ada lumba-lumba berwarna pink. Pasalnya, lumba-lumba jenis ini cukup langka. Atau mungkin beberapa dari kita pernah melihatnya di dalam sebuah film Barbie. Hingga akhirnya mengatakan bahwa lumba-lumba pink hanya ada di dalam kartun.

Namun, baru-baru ini lumba-lumba pink terlihat berenang dan melompat keluar dari air laut lho. Hal ini menandakan bahwa lumba-lumba pink masih ada. 

Untuk itu, kali ini Popmama.com telah merangkum fakta dari lumba-lumba pink. Simak yuk!

1. Alasan lumba-lumba muncul lagi ke permukaan laut di tengah keadaan pandemi 

1. Alasan lumba-lumba muncul lagi ke permukaan laut tengah keadaan pandemi 
Theaustralian.com.au

Pandemi mengakibatkan perjalanan beberapa kapal menjadi ditiadakan, baik kapal untuk penumpang atau barang. Hal ini tentunya membawa dampak baik untuk laut karena terbebas dari polusi para kapal. 

Salah satu dampak positifnya yakni lumba-lumba tersebut muncul kembali kepermukaan, tepatnya di perairan antara Hong Kong dan Macau.

Keberadaan mereka ditemukan ketika ahli konservasi, Naomi Brenna, melihat kilatan makhluk air berwarna merah memberi sinyal. Hal tersebut membuat Brenna mencatat lokasi kemunculan hewan itu ke perangkat GPS miliknya.

Selain itu, Brenna pun secara rutin menaiki perahu yang berlayar di perairan Pearl River Delta untuk melihat mamalia tersebut. 

Hingga akhirnya Brenna menyatakan, "Hari ini kami menemukan tiga kelompok lumba-lumba yang berbeda, enam dewasa dan dua lainnya hampir beranjak dewasa," katanya. "Mereka melakukan berbagai hal, mulai dari makan hingga bepergian dan bersosialisasi.

Tak hanya membuat mamalia ini muncul ke atas perairan, peristirahatan kapal di tengah pandemi pun membuat lumba-lumba jenis ini bertambah.

Editors' Picks

2. Lumba-lumba pink ditemukan pertama kali oleh seorang pedagang 

2. Lumba-lumba pink ditemukan pertama kali oleh seorang pedagang 
Viator.com

Mamalia ini pertama kali ditemukan oleh seorang pria bernama Peter Mundy, seorang pedagang yang membantu memperkenalkan teh pada publik Inggris. Ia menemukannya pada 1637. 

Mundy mendeskripsikan lumba-lumba tersebut sebagai "ikan pedang", tanpa menyadari bahwa itu adalah seekor mamalia.

Nelayan Hong Kong sendiri telah mengetahui mamalia tersebut selama berabad-abad. Lumba-lumba pin tersebut biasa disebut Hak Kei (tabu hitam) atau Pak Kei (tabu putih). 

Namun, para nelayan hongkong tersebut tidak suka dengan keberadaan lumba-lumba pink tersebut. Sebab, jika mamalia tersebut berada di sekitarnya maka semua ikan hilang. 

3. Warna pink yang terlihat pada tubuh lumba-lumba bukanlah warna kulitnya

3. Warna pink terlihat tubuh lumba-lumba bukanlah warna kulitnya
Theconversatiin.com

Lumba-lumba pink asal Hong Kong ini sebenarnya adalah Lumba-lumba Punggung Bungkuk Indo-Pasifik atau lumba-lumba Putih asal China. 

Kulitnya yang terlihat berwarna pink tersebut akibat lumba-lumba ini hidup di ari keruh dengan minim cahaya matahari sehingga kekurangan pigmentasi.

4. Tak hanya di perairan Hong Kong, lumba-lumba ini pun sering ditemukan di air tawar Amazon

4. Tak ha perairan Hong Kong, lumba-lumba ini pun sering ditemukan air tawar Amazon
Aquaexpeditions.com

Selain di Hong Kong, habitat lumba-lumba pink ini berada di air tawar. Biasanya banyak ditemukan di aliran sungai Amazon dan Orinoco di Bolivia, Brazil, Kolombia, Ekuador, Guyana, Peru, dan Venezuela.

Lumba-lumba yang hidup di perairan tawar tersebut biasanya disebut sebagai jenis lumba-lumba primitif. 

5. Harapan hidup lumba-lumba pink 

5. Harapan hidup lumba-lumba pink 

Melansir dari IUCN Red List, WWF (Hong Kong), mamalia yang menggemaskan ini dapat hidup hingga 40 tahun. Hal ini jika habitatnya dirawat dan dijaga dengan baik. 

Jika tempat tinggalnya dirusak akibat pembangunan, illegal fishing dan lain-lain, maka waktu hidup lumba-lumba ini pun bisa jadi hanya sebentar dan tidak berproduksi sehingga keberadaannya pun akan menghilang secara perlahan. 

Nah, itulah fakta terkait lumba-lumba pink yang baru-baru ini muncul dan menghebohkan banyak orang. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk