TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Ciri-Ciri dan Contoh Kelompok Hewan Herbivora, Karnivora dan Omnivora

Yuk, kenalan dengan kelompok hewan pemakan tumbuhan, daging, dan segala!

24 Agustus 2021

Ciri-Ciri Contoh Kelompok Hewan Herbivora, Karnivora Omnivora
Pixabay/Sponchia

Ketika disuruh mencari perbedaan antara ayam, kucing, dan sapi, apa jawaban yang akan Mama memberikan? Semisal Mama menjawab perbedaannya ada pada jenis makanannya, maka Mama benar.

Jadi berdasarkan jenis makanannya, hewan dibagi menjadi tiga, yakni herbivora, karnivora, dan omnivora. Herbivora sendiri dikenal sebagai pemakan tumbuhan, karnivora disebut sebagai pemakan daging, sedangkan omnivora adalah pemakan segala.

Tapi, kenapa sapi tidak bisa makan daging padahal ia punya gigi? Begitu juga dengan singa yang juga punya gigi tapi tidak bisa makan rumput.

Untuk menemukan jawabannya, yuk simak informasi dari Popmama.com tentang ciri-ciri hewan herbivora, karnivora, omnivora dan contohnya.

1. Ciri-ciri dan contoh hewan herbivora

1. Ciri-ciri contoh hewan herbivora
Pixabay/Pixel-Sepp

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, herbivora adalah kelompok hewan yang yang mengandalkan tumbuh-tumbuhan untuk kelangsungan hidup mereka. Tumbuhan yang dimaksud di sini juga beragam ya, Ma, mulai dari rumput, kulit pohon, semak belukar, sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, hingga kacang-kacangan.

Adapun alasan mereka dapat mengonsumsi makanan tersebut adalah karena didukung oleh gigi-gigi dan sistem pencernaan yang khusus untuk mencerna tumbuh-tumbuhan. Selengkapnya berikut ciri-ciri hewan herbivora:

  • Umumnya merupakan kelompok hewan mamalia;
  • Sebagian besar hewan herbivora memiliki empat kaki;
  • Kebanyakan hidup di darat karena sumber makanannya lebih banyak di sana;
  • Tidak dilengkapi gigi taring, namun memiliki gigi seri untuk memotong makanan dan gigi geraham lebar untuk menghaluskannya;
  • Memiliki lambung banyak atau caecum yang panjang;
  • Pada lambung hewan herbivora, terutama pemamah biak, terdapat mikroorganisme selulolitik yang tugasnya menghasilkan enzim selulosa untuk membantu mencerna rumput yang dimakan.

Beberapa contoh kelompok hewan herbivora adalah:

  • Hewan darat herbivora: sapi, kerbau, kelinci, rusa, tupai, gajah, domba, kambing, dan lain-lain.
  • Hewan laut herbivora: penyu hijau, iguana laut, duyung, lembu laut, ikan nila, ikan botana, dan lain-lain.

Editors' Picks

2. Ciri-ciri dan contoh hewan karnivora

2. Ciri-ciri contoh hewan karnivora
Pexels/Steve

Kalau kelompok hewan sebelumnya bergantung pada tumbuh-tumbuhan, kelompok hewan karnivora sendiri hidup dengan mengonsumsi daging, lebih tepatnya dari hewan herbivora. Untuk dapat memakan daging buruannya, hewan karnivora dianugerahi dengan taring untuk mengoyak daging dan cakar untuk mencengkeram mangsanya.

Selengkapnya, berikut ciri-ciri hewan karnivora adalah:

  • Memiliki kuku, cakar, ataupun paruh yang tajam;
  • Sejumlah hewan karnivora dilengkapi dengan racun untuk membunuh mangsanya;
  • Memiliki kemampuan berlari yang kencang untuk mengejar mangsa;

Makanan kelompok hewan karnivora sendiri tidak hanya terbatas pada daging hewan herbivora darat. Ada juga hewan karnivora yang memakan serangga (disebut insektivora) ataupun daging ikan (disebut piskivora).

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa contoh kelompok hewan karnivora:

  • hewan karnivora pemakan daging hewan darat: kucing, anjing, singa, serigala, harimau, dan lain-lain.
  • Hewan karnivora pemakan serangga: bunglon, laba-laba, dan lain-lain.
  • Hewan karnivora pemakan ikan: penguin, anjing laut, singa laut, hiu, lumba-lumba, dan lain-lain.

Meskipun daging menjadi makanan pokoknya, ada juga sejumlah hewan karnivora yang memakan rumput. Namun, ini hanya terjadi pada kondisi tertentu saja. Misalnya, kucing makan rumput untuk membantu meredakan sembelit ataupun menghilangkan bulu/ramput yang tidak dapat dicerna dalam perut.

3. Ciri-ciri dan contoh hewan omnivora

3. Ciri-ciri contoh hewan omnivora
Pexels/Italo Melo

Kelompok hewan terakhir adalah omnivora yang dijuluki sebagai pemakan segala. Segala di sini bukan berarti mereka dapat memakan batu, pasir, ataupun yang lain ya, Ma. Hewan omnivora sendiri merujuk kepada kelompok hewan yang dapat mengonsumsi tumbuh-tumbuhan dan juga daging.

Untuk selengkapnya, berikut ciri-ciri hewan omnivora:

  • Dapat mengonsumsi daging dan tumbuh-tumbuhan;
  • Dilengkapi dengan sistem pencernaan yang kompleks;
  • Hewan omnivora memiliki kombinasi gigi tajam di bagian depan dan gigi datar pada bagian belakang;
  • Jenis hewan omnivora bervariasi, bisa jadi berasal dari mamalia ataupun non mamalia; bertelur atau beranak.

Beberapa contoh hewan yang termasuk omnivora adalah beruang, rakun, babi, orang utan, ayam, bebek, kera, dan lainnya. Begitu juga dengan manusia yang termasuk ke dalam golongan omnivora karena dapat mengonsumsi berbagai macam tumbuh-tumbuhan dan juga daging.

Memang terlihat bahwa kelompok hewan omnivora memiliki banyak keuntungan. Hal ini karena mereka memiliki pilihan makanan yang lebih beragam. Semisal ketika tumbuh-tumbuhan sedang langka, mereka dapat beralih ke daging sebagai makanan pokok, dan sebaliknya.

Meskipun begitu, sistem pencernaan kelompok hewan ini tidak didukung untuk mengonsumsi beberapa makanan dari hewan herbivora, dalam hal ini rumput. Sebab, sistem pencernaan dari hewan omnivora tidak memiliki mikroorganisme selulolitik untuk mencerna rumput.

4. Peranan kelompok hewan herbivora, karnivora, dan omnivora dalam rantai makanan

4. Peranan kelompok hewan herbivora, karnivora, omnivora dalam rantai makanan
Youtube.com/FuseSchool - Global Education

Keberadaan hewan herbivora karnivora dan omnivora tidak hanya sebatas makan ataupun dimakan. Mereka memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama terkait rantai makanan.

Yang dimaksud dengan rantai makanan adalah skema proses makan dimakan dari tingkat produsen, konsumen, dan dekomposer. Untuk hewan herbivora, karnivora, dan omnivora sendiri, mereka termasuk ke dalam kelompok konsumen karena mereka merupakan heterotrof atau tidak dapat menghasilkan makanan sendiri.

Untuk selengkapnya berikut pembagian kelompok konsumen:

  • Konsumen Primer merujuk kepada kelompok konsumen yang yang bergantung pada produsen. Dalam hal ini, konsumen primer dipenuhi oleh hewan-hewan herbivora seperti sapi, kerbau, domba, dan sebagainya;
  • Konsumen Sekunder merupakan organisme yang berada di tingkat selanjutnya. Mereka umumnya hidup dengan bergantung pada keberadaan konsumen pertama. Namun, mereka masih tetap bisa dimangsa oleh organisme yang lebih tinggi dari mereka. Contoh hewannya adalah ular, ayam, bebek, dan hewan omnivora lainnya;
  • Konsumen Tersier juga dikenal sebagai konsumen puncak. Hal ini karena tidak ada hewan lain lagi yang akan memangsa mereka. Konsumen tersier nantinya akan mati dan tubuhnya diuraikan oleh dekomposer (pengurai). Sebagian besar diduduki oleh kelompok hewan karnivora yang meliputi buaya, singa, elang, dan sebagainya. 

Adapun fungsi dari rantai makan adalah untuk menunjukkan bahwa setiap komponen dalam ekosistem memiliki interaksi dan keterkaitan yang sangat kuat satu sama lain. Dalam hal ini, jika ada satu komponen yang jumlahnya terlalu banyak atau terlalu sedikit, maka dampaknya akan dirasakan oleh komponen lainnya.

Sebagai contoh, apabila populasi zebra tiba-tiba menurun akibat perburuan manusia, maka ini dapat berdampak pada komponen rantai makanan lainnya. Alhasil, rerumputan akan semakin panjang dan singa, harimau, ataupun hewan karnivora lainnya akan mendapati kekurangan makanan yang nantinya menyebabkan penurunan populasi secara drastis.

Kondisi tersebut tentu tidak boleh dibiarkan sampai terjadi karena dapat menimbulkan ketidakseimbangan hingga kekacauan dalam ekosistem.

Mama sudah baca informasi tentang ciri-ciri hewan herbivora, karnivora, omnivora dan contohnya. Semoga dapat menambah wawasan anak, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk