Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Anak menabung
Freepik/jcomp

Intinya sih...

  • Etika uang yang diajarkan sejak dini akan membentuk karakter anak yang peka dan menghargai orang lain

  • Etika uang membantu anak belajar tanggung jawab, bersikap bijak, dan menghargai kebaikan orang lain dalam kehidupan sehari-hari

  • Anak yang memahami etika uang akan tumbuh menjadi pribadi yang empatik, tidak materialistis, dan mampu menjalin hubungan sosial yang sehat 

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengajarkan anak tentang uang bukan hanya soal menabung atau menghitung kembalian. Lebih dari itu, anak perlu memahami etika dan tata krama terkait uang agar mereka bisa berinteraksi dengan baik di lingkungan sosial.

Etika uang mencakup bagaimana anak bersikap terhadap barang milik orang lain, cara merespons kebaikan teman, hingga menghargai kondisi ekonomi orang lain.

Tanpa bimbingan yang tepat, anak bisa tanpa sadar mengatakan atau melakukan hal yang menyinggung perasaan orang lain. Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk mengajarkan etika uang sejak dini agar anak tumbuh menjadi pribadi yang peka dan menghargai orang lain.

Berikut Popmama.com rangkum 7 etika uang yang perlu diajarkan pada anak sejak dini agar anak memiliki kepekaan sosial yang baik.

1. Jangan berkomentar tentang harga barang orang lain

Freepik/mdjaff

Salah satu etika dasar yang perlu diajarkan kepada anak adalah untuk tidak berkomentar tentang harga barang milik orang lain. Komentar seperti "mahal banget" atau "murah ya" sebaiknya dihindari karena bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Tidak hanya soal harga, anak juga perlu diajarkan untuk tidak membandingkan barang milik orang lain dengan miliknya. Komentar seperti "punyaku lebih bagus" atau "kenapa nggak beli yang lebih mahal aja?" bisa menyinggung perasaan dan terkesan tidak sopan.

Selain itu, anak juga tidak boleh menanyakan harga barang orang lain kecuali memang tertarik untuk membeli barang yang sama. Pertanyaan tentang harga bisa terasa mengganggu privasi dan tidak sopan jika tidak ada konteks yang jelas.

Anak sebaiknya tidak memberikan komentar negatif terhadap barang teman karena setiap orang memiliki kondisi ekonomi dan selera yang berbeda.

2. Hindari membicarakan status ekonomi

Freepik/partystock

Anak perlu diajarkan untuk tidak berkomentar tentang status ekonomi seseorang, baik itu miskin atau kaya. Hal ini penting karena komentar seperti itu bisa menyinggung perasaan orang lain.

Status ekonomi merupakan hal yang sensitif dan setiap orang memiliki kondisi berbeda-beda. Anak perlu memahami bahwa kondisi ekonomi seseorang bukan bahan ejekan atau pembicaraan ringan. Kesadaran ini membantu anak lebih berhati-hati dalam bertutur kata.

Sikap peka terhadap kondisi ekonomi orang lain mendorong anak tumbuh menjadi pribadi empatik dan bijaksana. Anak akan menyadari bahwa nilai seseorang tidak diukur dari kekayaan atau kepemilikan materi.

3. Bijak saat ditraktir teman

Freepik

Ketika ditraktir oleh teman, anak perlu diajarkan memilih barang atau makanan yang harganya sama atau lebih murah dari yang dipilih teman.

Memilih barang terlalu mahal saat ditraktir bisa terlihat tidak tahu diri dan membuat teman merasa terbebani. Anak perlu menyadari bahwa setiap kebaikan memiliki batas dan penting menjaga sikap meski sedang menerima perhatian orang lain.

Sikap bijak seperti ini membantu anak belajar tidak serakah dan selalu mempertimbangkan perasaan orang lain. Anak yang mampu bersikap demikian akan lebih mudah diterima dalam pergaulan.

Teman-temannya pun akan merasa nyaman berbagi kebaikan tanpa takut dimanfaatkan.

4. Tanggung jawab atas keinginan sendiri

Freepik

Anak perlu diajarkan untuk tidak meminta-minta dibelikan barang kepada teman atau orang lain. Kebiasaan meminta-minta membuat anak terlihat kurang mandiri dan terlalu bergantung pada orang lain.

Meminta dibelikan juga bisa membuat teman atau orang lain merasa tidak nyaman karena seolah dipaksa memberikan sesuatu. Anak perlu memahami bahwa jika ingin sesuatu, mereka bisa menabung atau meminta kepada orang tua.

Sikap mandiri seperti ini membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Anak akan menyadari bahwa keinginan mereka adalah tanggung jawab diri sendiri, bukan orang lain.

Anak yang memahami batasan ini akan lebih dihormati dalam pergaulan dan tidak dicap sebagai anak yang selalu minta-minta.

5. Hargai pilihan teman dalam berbelanja

Freepik/prostooleh

Anak perlu diajarkan untuk tidak memaksa teman membeli sesuatu. Setiap orang memiliki prioritas dan kondisi keuangan yang berbeda. Memaksa teman untuk membeli sesuatu bisa membuat mereka merasa tidak nyaman dan terbebani.

Penting juga untuk mengajarkan anak perbedaan antara hemat dan pelit. Hemat adalah ketika seseorang memiliki uang tetapi memilih untuk tidak membelanjakannya karena ingin menabung atau memiliki prioritas lain.

Sedangkan pelit adalah ketika seseorang memiliki uang tetapi tidak mau memakainya untuk keperluan sendiri dan selalu mengharapkan orang lain yang mengeluarkan uang.

Anak perlu memahami bahwa jika teman tidak ingin jajan atau membeli sesuatu, itu adalah hak mereka dan bukan berarti mereka pelit. Mungkin mereka sedang menabung untuk sesuatu yang lebih penting atau memang tidak tertarik dengan barang tersebut.

Menghargai keputusan teman terkait uang mereka sendiri adalah bentuk penghormatan terhadap otonomi dan kondisi orang lain. Anak akan belajar bahwa tidak semua orang harus mengikuti keinginan mereka.

6. Selalu ucapkan terima kasih dengan tulus

Freepik

Apapun dan berapapun yang diberikan teman, anak perlu diajarkan mengucapkan terima kasih secara tulus. Baik ditraktir makanan sederhana maupun diberi hadiah mahal, ucapan terima kasih harus sama-sama datang dari hati.

Sikap ini menunjukkan bahwa anak menghargai kebaikan orang lain tanpa memandang nilai materi. Yang penting adalah niat baik dan perhatian yang diberikan, bukan seberapa mahal atau murahnya barang tersebut.

Anak yang terbiasa bersikap seperti ini akan tumbuh menjadi pribadi yang menghargai kebaikan orang lain dan tidak materialistis. Teman-temannya pun akan merasa dihargai dan senang berbagi kebaikan.

7. Terapkan etika uang dalam keseharian

Freepik/tonodiaz

Etika uang akan lebih mudah dipahami anak jika mereka melihat dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, saat menerima uang jajan, ajari anak membagi uang untuk menabung, berbagi, dan membeli kebutuhan sendiri.

Kebiasaan ini membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang bijaksana dalam berinteraksi dengan orang lain. Anak akan lebih peka terhadap kondisi orang lain dan cenderung tidak menyinggung perasaan orang lain tanpa sadar.

Apakah Mama sudah mulai mengenalkan etika uang di rumah?

Editorial Team