Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gerakan Makan Tanpa Drama, Ajak Anak Menikmati Waktu Makan!
Dok. Sakatonik ABC
  • Sakatonik ABC menginisiasi Gerakan Makan Tanpa Drama bertepatan Hari Anak Nasional 2026, didukung Pemkab Serang dan POKJA Bunda PAUD untuk menjadikan waktu makan momen berkualitas keluarga.
  • Kegiatan di Stadion Heroik Grup 1 Kopassus, Kabupaten Serang, diikuti sekitar 20.000 anak TK-SD bersama orangtua, guru, dan masyarakat melalui senam, hiburan, serta aktivitas edukatif.
  • Gerakan menekankan peran keluarga menciptakan suasana makan hangat tanpa tekanan, karena kebiasaan sederhana yang konsisten dapat membantu anak menikmati makanan dan memenuhi kebutuhan gizi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Momen makan sering kali menjadi tantangan bagi sebagian orangtua, terutama ketika anak sulit makan atau mudah terdistraksi. Padahal, suasana makan yang nyaman dan menyenangkan dapat membantu anak membangun kebiasaan makan yang lebih baik sekaligus mendukung pemenuhan gizinya.

Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2026, Sakatonik ABC menginisiasi "Gerakan Makan Tanpa Drama" yang didukung oleh Pemerintah Kabupaten Serang dan Kelompok Kerja (POKJA) Bunda PAUD Kabupaten Serangyang mengajak keluarga menjadikan waktu makan sebagai momen berkualitas bersama. 

Berikut Popmama.com rangkum fakta mengenai gerakan tersebut.

1. Mengajak orangtua menciptakan pengalaman makan yang menyenangkan

Dok. Sakatonik ABC

Gerakan Makan Tanpa Drama lahir dari pemahaman bahwa waktu makan bukan hanya soal memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga menjadi kesempatan mempererat hubungan antara orangtua dan anak.

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengatakan bahwa Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam memenuhi hak anak, termasuk memperoleh gizi yang baik.

"Kami menyambut baik Gerakan Makan Tanpa Drama karena tidak hanya mengajak anak-anak membangun kebiasaan makan yang sehat, tetapi juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menciptakan suasana makan yang hangat dan menyenangkan," ujarnya dalam rilis yang diterima Popmama.com.

2. Diikuti sekitar 20 ribu anak bersama orangtua dan guru

Dok. Sakatonik ABC

Kegiatan yang dipusatkan di Stadion Heroik Grup 1 Kopassus, Kabupaten Serang, ini diikuti sekitar 20.000 anak TK hingga SD bersama orangtua, guru, dan masyarakat.

Selain senam bersama dan hiburan anak, kegiatan juga menghadirkan berbagai aktivitas edukatif yang mendorong keluarga membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini melalui pengalaman yang menyenangkan.

3. Kebiasaan makan sehat dimulai dari lingkungan keluarga

Dok. Sakatonik ABC

Menurut Group Head of Marketing & Consumer Insights Kalbe Consumer Health, Irwan Wijaya, tantangan terbesar orangtua bukan hanya ketika anak sulit makan, tetapi bagaimana menciptakan suasana makan tanpa tekanan.

"Kami melihat bahwa tantangan terbesar yang dihadapi orang tua bukan semata-mata ketika anak sulit makan, tetapi bagaimana menciptakan momen makan yang menyenangkan tanpa tekanan," kata Irwan.

Ia menambahkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

"Ketika anak menikmati momen makan dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi, mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh sehat, aktif, dan percaya diri,” jelasnya.

Menciptakan kebiasaan makan yang sehat tidak hanya berkaitan dengan menu yang disajikan, tetapi juga suasana yang dibangun selama waktu makan. Dengan dukungan keluarga, lingkungan, dan edukasi yang tepat, anak diharapkan dapat tumbuh dengan kebiasaan makan yang lebih positif sebagai bekal untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembangnya. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article