Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Hendak Pergi ke Sekolah, Anak SD dan Ayah Terseret Lahar Dingin Semeru
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI
  • Seorang anak SD di Desa Jugosari, Lumajang, terseret lahar Semeru saat hendak sekolah, ayahnya yang mengantar dengan motor ikut terbawa arus Sungai Regoyo akibat hujan deras

  • Keduanya berhasil diselamatkan warga, namun sang anak batal masuk sekolah karena mengalami luka dan perlengkapannya basah

  • Dengan jembatan yang belum diperbaiki dan lahar Semeru masih aktif, orangtua perlu ekstra waspada saat melintasi jalur rawan

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Seorang anak kelas 4 SD di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang, terseret aliran lahar dingin Gunung Semeru saat hendak berangkat sekolah.

Sang ayah yang mengantarnya menggunakan sepeda motor ikut terbawa arus ketika melintasi Sungai Regoyo yang debitnya meningkat akibat hujan deras.

Berikut Popmama.com rangkum kronologi anak SD dan ayahnya yang terseret lahar Semeru.

1. Terjadi saat hendak berangkat sekolah

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI

Kejadian tersebut terjadi saat sang ayah mengantar putrinya ke sekolah menggunakan sepeda motor usai libur panjang awal Ramadan. Mereka melintasi Sungai Regoyo di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro.

Saat berada di tengah aliran sungai, keduanya terjatuh dan sepeda motor mereka terseret arus lahar beberapa meter. Anak tersebut mengalami luka di bagian lutut akibat terbentur batu sungai, sementara seragamnya basah terkena air bercampur pasir dan material vulkanik.

2. Dibantu oleh warga sekitar

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI

Ketika terseret, anak tersebut langsung berteriak minta tolong. Beruntung, warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan. Ayah dan anak tersebut berhasil diselamatkan dari derasnya arus.

Namun akibat kejadian itu, sang anak tidak dapat mengikuti kegiatan belajar di hari pertama masuk sekolah. Seragam dan seluruh perlengkapan sekolahnya basah sehingga ia harus kembali ke rumah.

3. Jembatan putus, lahar Semeru masih aktif

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI

Jembatan di lokasi tersebut telah putus akibat banjir lahar tahun lalu dan hingga kini belum tersedia jembatan pengganti yang aman digunakan warga.

Memasuki musim hujan, banjir lahar dingin Gunung Semeru memang kerap terjadi, terutama setelah hujan deras mengguyur kawasan puncak. Sepanjang Desember 2025, aliran lahar tercatat beberapa kali melanda wilayah Lumajang, termasuk pada awal, pertengahan, hingga akhir bulan, dan sempat merusak infrastruktur serta mengancam permukiman warga.

Memasuki Februari 2026, aktivitas serupa kembali terpantau. Pada awal bulan, aliran lahar sudah terjadi di sejumlah titik aliran sungai. Puncaknya pada 17–18 Februari 2026, material vulkanik meluap hingga ke kawasan Jembatan Gondoruso dan Curah Kobokan, mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Hingga kini, aliran lahar dingin masih berpotensi terjadi di beberapa sungai seperti Besuk Kobokan dan Sungai Regoyo. Dengan status Gunung Semeru yang masih Siaga (Level 3), masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan menghindari jalur sungai saat hujan deras turun demi keselamatan bersama.

Itulah, Ma, kronologi seorang anak SD dan ayahnya yang terseret lahar Semeru. Orangtua diharapkan lebih berhati-hati dan mempertimbangkan jalur alternatif demi keselamatan anak saat berangkat sekolah.

Editorial Team