Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IDAI Soroti Karhutla, Ini Rekomendasi Cara Melindungi Anak dari Asap
IDN Times/Yuliani
  • IDAI mengingatkan paparan asap berulang dapat berdampak pada kesehatan anak, sehingga perlindungan perlu dilakukan sebelum muncul keluhan.

  • Orangtua disarankan memantau AQI atau ISPU dan menjaga kualitas udara di dalam rumah melalui ruang bersih serta pembatasan sumber polusi.

  • Aktivitas luar ruang perlu disesuaikan dengan kualitas udara, termasuk penggunaan masker dan pencarian bantuan medis saat muncul gejala serius.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sebelum muncul keluhan

Perlindungan anak perlu dilakukan sejak sebelum muncul keluhan. Orangtua disarankan memantau kualitas udara sebelum menentukan aktivitas anak di luar rumah.

saat kabut asap berlangsung

Anak sebisa mungkin berada di lingkungan dengan udara yang lebih bersih. Pintu dan jendela dijaga tetap tertutup, sementara aktivitas fisik berat di luar ruangan dibatasi.

jangka panjang

Paparan asap yang terjadi berulang berpotensi berdampak pada kesehatan anak dalam jangka panjang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    IDAI membagikan rekomendasi untuk membantu melindungi kesehatan anak saat terjadi kabut asap dan kualitas udara memburuk.
  • Who?
    IDAI, orangtua, dan anak-anak, termasuk anak dengan asma, alergi, atau penyakit kronis lainnya.
  • Where?
    Perlindungan dilakukan di dalam rumah dan saat anak beraktivitas di luar rumah atau mengikuti kegiatan sekolah.
  • When?
    Saat kabut asap berlangsung, udara terlihat atau tercium berasap, atau laporan kualitas udara menunjukkan kondisi buruk.
  • Why?
    Karena paparan asap berulang dapat menimbulkan keluhan sesaat dan berpotensi berdampak pada kesehatan anak dalam jangka panjang.
  • How?
    Memantau AQI atau ISPU, menjaga udara dalam rumah, menyesuaikan aktivitas luar ruang, menggunakan masker, dan mencari bantuan medis saat diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

IDAI bilang anak harus dijaga saat ada kabut asap. Orangtua bisa melihat kualitas udara, menutup pintu dan jendela, serta membuat ruangan yang udaranya lebih bersih. Anak juga perlu mengurangi aktivitas di luar, memakai masker jika berusia 2 tahun atau lebih, dan dibawa mencari bantuan medis jika sulit bernapas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rekomendasi IDAI memberi orangtua beberapa langkah yang dapat dilakukan sebelum keluhan muncul, mulai dari memantau kualitas udara hingga menyiapkan ruang yang lebih bersih. Panduan berdasarkan tingkat ISPU dan kelompok usia juga membantu penyesuaian perlindungan, termasuk saat anak harus beraktivitas di luar rumah atau mengikuti kegiatan sekolah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kabut asap dan kualitas udara yang buruk dapat berdampak pada kesehatan anak, terutama bila paparan terjadi berulang. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membagikan sejumlah rekomendasi yang dapat dilakukan orangtua untuk membantu melindungi anak saat kondisi udara memburuk.

Dalam materi edukasinya, IDAI juga mengingatkan bahwa perlindungan anak perlu dilakukan sejak sebelum muncul keluhan. Pemantauan kualitas udara, menjaga udara di dalam rumah, hingga menyesuaikan aktivitas anak menjadi beberapa langkah yang disarankan.

Berikut Popmama.com rangkum rekomendasi IDAI untuk menjaga kesehatan anak saat terjadi kabut asap.

1. IDAI ingatkan dampak paparan asap berulang pada anak

Dok. ANTARA FOTO/Yudi Manar

IDAI menyoroti bahwa anak menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus ketika terjadi kabut asap. Paparan yang terjadi berulang bukan hanya dapat menimbulkan keluhan sesaat, tetapi juga berpotensi berdampak pada kesehatan anak dalam jangka panjang.

“Paparan berulang asap beracun merusak tubuh dan masa depan anak,” tulis IDAI dalam materi edukasinya di Instagram @idai_ig.

Karena itu, IDAI juga mendorong adanya perlindungan yang serius terhadap anak dari paparan asap beracun. Bagi orangtua, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memantau laporan kualitas udara lokal melalui Air Quality Index (AQI) atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebelum menentukan aktivitas anak di luar rumah.

2. Orangtua bisa menjaga kualitas udara di dalam rumah

IDN Times/Yuliani

Saat kabut asap berlangsung, IDAI merekomendasikan agar anak sebisa mungkin berada di lingkungan dengan udara yang lebih bersih. Salah satu caranya adalah dengan menyiapkan clean room atau ruangan yang kualitas udaranya lebih terjaga.

IDAI memberikan beberapa langkah yang dapat dilakukan orangtua, yakni:

  • Menyiapkan “ruang bersih” atau clean room dengan alat pembersih udara portabel yang bukan tipe ozone-generating.

  • Menjaga pintu dan jendela tetap tertutup selama kabut asap berlangsung.

  • Jika menggunakan AC, atur agar tidak menarik udara dari luar, misalnya menggunakan mode closed vent atau air recirculation.

  • Menghindari sumber polusi di dalam rumah seperti rokok, kompor gas atau kayu bakar, perapian, lilin, dan semprotan aerosol.

  • Membatasi kegiatan yang menghasilkan asap atau partikel di dalam rumah.

IDAI menegaskan bahwa berbagai sumber tersebut dapat ikut memperburuk kondisi udara di dalam rumah.

“Semua ini dapat memperburuk kualitas udara dalam ruangan,” tulis IDAI.

3. Aktivitas anak di luar rumah perlu disesuaikan dengan kualitas udara

Popmama.com/Putri Syifa N/AI

IDAI juga mengingatkan agar aktivitas fisik berat di luar ruangan dibatasi ketika udara terlihat atau tercium berasap maupun ketika laporan kualitas udara menunjukkan kondisi buruk.

Jika anak tetap harus keluar rumah, IDAI menyarankan beberapa langkah berikut:

  • Anak berusia 2 tahun atau lebih menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan partikel asap.

  • Anak dapat menggunakan kacamata untuk membantu mengurangi iritasi asap pada mata.

  • Anak dengan asma, alergi, atau penyakit kronis lainnya perlu memastikan obat rutin tetap tersedia, termasuk rescue inhaler bila memang diresepkan dokter.

  • Segera mencari pertolongan medis jika anak mengalami kesulitan bernapas, sangat mengantuk, atau menolak makan dan minum.

“Segera cari bantuan medis bila anak mengalami kesulitan bernapas, sangat mengantuk, atau menolak makan/minum,” tulis IDAI.

Untuk kegiatan sekolah, IDAI juga memberikan panduan berdasarkan tingkat ISPU dan kelompok usia anak. Semakin buruk kualitas udara dan semakin rentan kelompok usia anak, rekomendasi perlindungannya menjadi lebih ketat, mulai dari mengurangi pajanan asap hingga evakuasi ke lokasi dengan udara yang lebih bersih bila diperlukan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article