Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kondisi Terbaru Karhutla di Sumatra dari Netizen, Anak Sekolah Daring hingga ISPA

4 min read
Kondisi Terbaru Karhutla di Sumatra dari Netizen, Anak Sekolah Daring hingga ISPA
Magnific/wirestock
  • Karhutla di sejumlah wilayah Sumatra memicu asap tebal, dengan laporan jarak pandang di Jambi hanya sekitar 1–3 meter dan kualitas udara Pekanbaru sangat tidak sehat.
  • Sekolah di Jambi dan Pekanbaru menerapkan belajar dari rumah atau via Zoom, termasuk saat ujian; beberapa sekolah membatasi waktu tatap muka dan memindahkan olahraga ke dalam ruangan.
  • Warganet melaporkan dampak kesehatan pada anak, termasuk sakit berulang dan ISPA; seorang dokter anak menyarankan anak di Palembang sementara tetap berada di rumah untuk mengurangi paparan udara luar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatra masih menunjukkan titik apu yang membara di sejumlah wilayah. Banyak warganet menyuarakan kondisi tersebut melalui akun media sosial masing-masing. 

Salah satu influencer yang turut menyuarakan kondisi tersebut adalah dr. Dion Haryadi. Melalui akun Threads, ia mulanya bertanya mengenai kondisi warga yang tinggal di Sumatra. 

“Seberapa parah karhutla di Sumatera? Teman-teman please komen di sini,” tulisnya di Threads @dionharyadi. 

Dari situ, banyak warganet yang menceritakan pengalamannya, termasuk kondisi sang anak karena turut terkena dampak akibat minimnya udara bersih. Simak pembahasannya telah Popmama.com siapkan.

  1. 1. Anak-anak di Jambi harus belajar dari rumah selama beberapa minggu

    Anak-anak di Jambi harus belajar dari rumah selama beberapa minggu
    Threads.com/dionharyadi

    Kondisi asap akibat Karhutla disebut turut memengaruhi aktivitas belajar anak-anak di Jambi. Salah seorang warganet menceritakan bahwa anak-anak di wilayah tersebut telah menjalani pembelajaran dari rumah selama beberapa minggu.

    Tak hanya mengganggu kegiatan sekolah, asap tebal juga disebut membuat jarak pandang di jalan menjadi sangat terbatas. Kondisi ini tentunya dapat menyulitkan masyarakat ketika harus melakukan aktivitas di luar rumah.

    “Temanku di Jambi ngabari, anak2 belajar dari rumah sudah beberapa minggu yang lalu sampai hari ini, asap tebal jarak pandang di jalan hanya 1-3 meter, udara panasnya luar biasa,” cerita akun @koyas_mama.

  2. 2. Sekolah di Pekanbaru juga menerapkan pembelajaran jarak jauh

    Sekolah di Pekanbaru juga menerapkan pembelajaran jarak jauh
    Threads.com/dionharyadi

    Cerita serupa datang dari Pekanbaru. Seorang warganet mengungkapkan bahwa kualitas udara di sekitar tempat tinggalnya berada dalam kondisi yang sangat tidak sehat.

    Situasi ini juga berdampak pada kegiatan belajar anak. Sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh sebagai salah satu penyesuaian terhadap kondisi kualitas udara yang kurang baik.

    “Dokter, di area tempat tinggal kami di Pekanbaru pagi ini status sangat tidak sehat, anak sekolah diberlakukan pembelajaran jarak jauh. Selain itu, kualitas udara di daerah Panam Pekanbaru lebih parah,” cerita akun @meinarustam.

  3. 3. Anak mengalami sakit karena asap yang tak kunjung reda

    Anak mengalami sakit karena asap yang tak kunjung reda
    Threads.com/dionharyadi

    Seorang mama yang tinggal di Palembang turut membagikan pengalaman mengenai kondisi kesehatan anaknya di tengah situasi Karhutla. Ia mengatakan bahwa sang anak bungsu kembali sakit untuk ketiga kalinya dan kali ini kondisinya dirasakan lebih parah.

    Setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, ia mendapat saran agar anak untuk sementara tetap berada di rumah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi paparan terhadap kondisi udara di luar.

    “Aku di Palembang, anak bungsuku jatuh sakit untuk ke 3x nya. Dan ini yang terparah karena combo. Aku sudah ke dokter DSA senior dan hasilnya anak aku diminta untuk disimpan dulu di rumah. Dia happy libur sekolah, emaknya kesal ke ubun-ubun urusan asap ini GA ADA SELESAINYA!” cerita akun @samsiahbestay.

    Meski demikian, sekolah anaknya tetap berlangsung dengan sejumlah penyesuaian. Waktu belajar di sekolah dibatasi, sementara ruang kelas dibuat tertutup dan dilengkapi AC serta air purifier. Aktivitas pendidikan jasmani juga dipindahkan ke dalam ruangan. 

    “Oh iya, sekolah anakku tetap jalan dengan pembatasan waktu belajar di sekolah. Ruang kelasnya tertutup dan ada AC dan ada air purifiernya. Kegiatan PE diadakan di ruangan,” lanjutnya. 

  4. 4. Para murid mengikuti sekolah via Zoom selama musim ujian berlangsung

    Para murid mengikuti sekolah via Zoom selama musim ujian berlangsung
    Threads.com/dionharyadi

    Asap tebal juga membuat kegiatan belajar anak di Pekanbaru harus dilakukan secara daring. Salah seorang warganet mengatakan bahwa anak-anaknya mengikuti pembelajaran melalui Zoom meski sedang memasuki periode ujian tengah semester.

    Selain mengubah rutinitas sekolah, kondisi udara tersebut juga mulai dirasakan pada kesehatan. Warganet mengaku tenggorokannya mulai terasa tidak nyaman akibat situasi asap di wilayahnya.

    “Pagi ini Pekanbaru parah bgt asapnya, anak-anak sekolah via zoom padahal lg musim ujian mid semester. Tenggorokan mulai ga enak. Sangat berharap hujan di akhir minggu ini,” tulis akun @vinza_putra.

  5. 5. Anak terkena ISPA berulang kali dalam waktu singkat

    Anak terkena ISPA berulang kali dalam waktu singkat
    Pexels/August de Richelieu

    Dampak kesehatan akibat kondisi udara juga menjadi kekhawatiran sejumlah orangtua. Salah seorang warganet dari Pekanbaru mengatakan bahwa anaknya mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak dua kali dalam kurun waktu singkat. 

    “Saya di Pekanbaru, anak-anak saya 2 kali kena ispa dalam waktu 1,5 bulan,” tulis akun @sophia.sofia.sofi.

    Demikian informasi mengenai kondisi terbaru Karhutla di Sumatra dari sejumlah warganet yang tinggal di sana. Banyak aktivitas sekolah dan kesehatan anak yang turut terganggu akibat kualitas udara memburuk. Mari kita doakan agar titik persebaran api dapat segera padam ya, Ma. 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More