5 Cara untuk Menguatkan Hubungan Orangtua dengan Anak Tengah

Anak tengah juga membutuhkan dukungan seperti kakak sulungnya, dan perhatian seperti adik bungsunya

3 Desember 2021

5 Cara Menguatkan Hubungan Orangtua Anak Tengah
Freepik/Prostooleh

Memiliki banyak anak memang membawa kebahagiaan tak terhingga bagi setiap orangtua. Namun tak dapat dipungkiri bahwa menjaga dan mendidik anak-anak juga bukan perkara mudah. Apalagi saat harus membagi kasih sayang, tanpa membuat masing-masing anak merasa paling istimewa atau paling diabaikan. 

Anak tengah seringkali dianggap tak terlalu mendapatkan perhatian orangtuanya. Jika anak pertama selalu diberikan perhatian lebih, karena menjadi penopang keluarga, anak terakhir seolah harus diberi kasih sayang lebih banyak karena masih kecil.

Namun ini bukan berarti bahwa orangtua dapat mengabaikan anak tengah. Ada beberapa cara agar orangtua bisa membangun kedekatan dengan si tengah.

Berikut Popmama.com telah menyiapkan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menguatkan hubungan orangtua dengan anak tengah. Simak informasinya di bawah ini ya Ma!

1. Tunjukkan rasa kasih sayang Mama pada anak tengah

1. Tunjukkan rasa kasih sayang Mama anak tengah
Pexels/Ivan Samkov

Sebagai orangtua sangat penting untuk menyampaikan rasa sayang kepada anak. Ini tak harus dengan kata-kata, karena anak dapat mengerti perasaan kasih sayang dengan seluruh indra tubuhnya, tak hanya dari telinga saja. Namun juga dari bagaimana perilaku orangtua pada anak hingga sentuhan yang diberikan.

Penting bagi orangtua untuk menunjukkan love language atau bahasa cinta dengan anak-anaknya. Mama tak perlu malu untuk memberikan pelukan, ciuman, rangkulan, bahkan menggandeng anak tengah di depan umum.

Jika anak tak suka diberikan sentuhan seperti ini, Mama bisa menunjukkan rasa kasih sayang dengan tepukan di bahu, elusan di rambut, atau sekedar tos sebagai bentuk dukungan pada anak.

Editors' Picks

2. Menetapkan waktu yang adil pada masing-masing anak

2. Menetapkan waktu adil masing-masing anak
Pexels/ketut subiyanto

Setiap orangtua pasti selalu berusaha meluangkan waktunya untuk anak-anak. Baik si sulung, si tengah maupun si bungsu.

Namun apakah waktu tersebut sudah adil dan sesuai kebutuhan anak-anak? Saat orangtua berusaha mendampingi si sulung belajar dan si bungsu bermain, jangan lupa luangkan juga waktu untuk anak tengah.

Dukung anak tengah untuk melakukan hobinya, apakah itu bermain video game bersama, atau bermain sepeda di akhir pekan. Mama juga bisa bergantian mengajak anak satu persatu untuk pergi berbelanja ke supermarket atau ke pusat perbelanjaan.

Di sini Mama dapat menggunakan waktu semaksimal mungkin untuk menemani anak tengah atau menghabiskan waktu bersama berdua dengannya.

3. Menghargai anak sebagai seorang individu

3. Menghargai anak sebagai seorang individu
Freepik/karlyukav

Baik sulung, tengah maupun bungsu, semua anak layak diperlakukan sebagai seorang individu. Bukan sebagai bagian dari urutan dalam keluarga.

Artinya sekalipun anak tengah, ia tetap berhak dihargai sebagai dirinya sendiri. Bukan sebagai adik atau kakak dalam keluarga. Sebab terkadang peran sebagai kakak atau adik juga membebaninya. 

Anak tengah juga perlu dibanggakan sebagai anak yang membanggakan. Ia juga bukan adik yang selalu menurut pada kakak, atau kakak yang mencontohkan hal baik pada adik.

Mama juga perlu mengakui bagaimana perasaan anak tengah. Apabila ia tak suka, maka ia tak harus melakukannya. Apabila ia tak ingin, ia juga tak harus menjalaninya. 

4. Dengarkan dan akui keluh kesahnya

4. Dengarkan akui keluh kesahnya
Freepik/Pch.vector

Setiap anak memiliki keluh kesahnya masing-masing. Tak perlu sampai masuk ke dunia pekerjaan, anak juga sudah bisa merasakan kerasnya kehidupan. Lingkungan rumah, lingkungan pertemanan, hingga urusan sekolah juga dapat membuat anak-anak stres.

Sekalipun masih anak-anak, mereka membutuhkan orang lain agar mendengarkannya untuk mengungkapkan perasaan. Termasuk anak tengah yang biasanya memiliki karakteristik lebih tertutup, mandiri dan sering memendam, ia pun memiliki keluh kesah.

Jika ia tidak mampu bercerita kepada kakak yang sibuk, dan tak mungkin berkeluh kesah kepada si adik. Maka orangtualah perlu mendengar dan mewadahi perasaannya. Seperti yang disebutkan dalam poin diatas, akuilah perasaan anak dan tawarkan anak bantuan.

5. Apresiasi pada pencapaian apapun yang anak raih

5. Apresiasi pencapaian apapun anak raih
Freepik

Setiap anak layak mendapatkan apresiasi atas apapun prestasi yang mereka raih. Namun tak jarang orangtua bingung menyampaikan rasa bangga pada setiap anak.

Jika orangtua secara tak sadar terlalu membanggakan anak sulung, dan mendukung anak bungsu. Maka anak tengah tak jarang merasa diperlakukan biasa saja, seolah tidak diarahkan. 

Anak tengah juga memiliki caranya dan jalannya sendiri untuk sukses. Sehingga penting bagi Mama untuk tetap menghargai segala pencapaian yang yang ia raih. Meski mungkin berbeda dari kemampuan sang Kakak, hindari membanding-bandingkannya dan sampaikan rasa bangga agar ia tetap merasa bahagia. 

Nah itulah beberapa cara untuk menguatkan hubungan orangtua dengan anak tengah. Setiap anak adalah anugerah, sehingga perlakukan setiap anak dengan layak dan penuh kasih sayang secara adil, baik itu untuk anak sulung, tengah, dan bungsu.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.