10 Fakta Anak Kedua dengan Kepribadiannya yang Tangguh

Jangan dimarahi dulu ya Ma, anak kedua berperilaku beda karena ingin mendapatkan perhatian kok!

23 November 2021

10 Fakta Anak Kedua Kepribadian Tangguh
Pexels/Janko Ferlic

Pada awal hingga pertengahan 1900-an, dokter Alfred Adler, seorang dokter medis Austria, psikoterapis, dan pendiri sekolah psikologi individu, mengatakan bahwa ternyata urutan kelahiran seorang anak dapat berdampak pada kepribadiannya.

Selama beberapa dekade para peneliti telah bekerja untuk membuktikan dan menyangkal realitas karakteristik urutan kelahiran. Namun uniknya, mereka telah menemukan banyak fakta menyenangkan tentang urutan kelahiran dan dampaknya terhadap cara anak bertindak.

Misalnya seperti anak kedua, yang dikenal lebih aktif, kreatif, menarik, dapat menangani tekanan dengan baik, dan baik dalam berbagi sesuatu.

Tak hanya itu saja, berikut ini Popmama.com telah menyiapkan 10 fakta anak kedua yang kepribadiannya berbeda dan perlu Mama ketahui.

1. Mudah bergaul dengan hampir setiap orang

1. Mudah bergaul hampir setiap orang
Freepik/pressfoto

Dilansir dari Businness Insider, seperti yang dijelaskan oleh Psikolog Catherine Salmon, PhD anak kedua secara mengejutkan adalah orang yang sosial dan dapat mudah bergaul dengan hampir semua orang.

Salmon mencatat bahwa remaja yang menjadi anak kedua ini juga akan melakukan apa saja untuk teman-teman mereka. Sisi negatifnya, kecenderungan ini sebenarnya bisa membuatnya terlalu kooperatif, dan mau melakukan hal-hal yang melanggar aturan.

2. Membenci konflik dan pertengkaran

2. Membenci konflik pertengkaran
Freepik/karlyukav

Jika biasanya Mama mungkin sering melihat anak kedua suka bertengkar dengan anak pertama, sebenarnya anak kedua sangat membenci konflik dan pertengkaran.

Dilansir dari Psychology Today, anak tengah benar-benar membenci konflik, yang mungkin menimbulkan masalah baginya, baik di rumah ataupun di sekolah.

Tetapi, seperti yang dijelaskan oleh Frank Sulloway, PhD, seorang psikolog dari Amerika Serikat, keinginan anak tengah untuk menghindari pertengkaran, sebenarnya membuatnya menjadi negosiator dan pemecah masalah yang hebat.

3. Lebih membutuhkan dorongan kepercayaan diri

3. Lebih membutuhkan dorongan kepercayaan diri
Freepik/DCStudio

Fakta selanjutnya tentang anak kedua adalah, dilansir dari Insider, anak kedua mungkin membutuhkan dorongan kepercayaan diri sesekali. Ini terutama benar ketika kakak laki-laki atau perempuannya tampaknya lebih baik dalam segala hal dan, sebagai hasilnya, ia merasa yang terbaik kedua.

Selain itu, anak kedua juga diketahui memiliki harga diri yang lebih rendah, jika dibandingkan dengan anak pertama atau anak terakhir.

Namun ini tak sepenuhnya menjadi hal yang buruk, karena dengan bersikap rendah diri membuat anak kedua cenderung berpikir bahwa dunia berputar, yang artinya ia harus berusaha untuk mempertahankan kehidupannya.

4. Cenderung mengalami tekanan dalam hal akademik

4. Cenderung mengalami tekanan dalam hal akademik
Freepik

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Population Economics menemukan bahwa anak-anak kedua sering memiliki standar pendidikan yang lebih tinggi daripada kakaknya yang lebih tua.

Hal ini seringkali disebabkan oleh rendahnya kinerja anak yang lebih tua di sekolah, dan keinginan orangtua untuk meningkatkan hasil pendidikan pada anak berikutnya.

Oleh karena itu, tak sedikit orangtua yang menempatkan beban yang lebih tinggi pada anak kedua daripada anak pertama, dan memberikannya lebih banyak perhatian dan pengawasan.

Editors' Picks

5. Lebih mungkin berperilaku buruk, terutama pada anak laki-laki

5. Lebih mungkin berperilaku buruk, terutama anak laki-laki
Freepik/Cookie-studio

Dilansir dari Romper, dalam sebuah penelitian dari tahun 2017 berjudul "Urutan Kelahiran dan Kenakalan," para peneliti menemukan bahwa, anak kedua cenderung lebih banyak menimbulkan masalah daripada anak-anak di urutan kelahiran lainnya, dan ini bahkan terutama berlaku pada anak laki-laki.

Tapi, penelitian ini juga mengatakan bahwa kenakalan yang dilakukan anak kedua paling banyak disebabkan karena mencari sedikit perhatian. Hal ini menyebabkannya cenderung menjadi sangat mandiri, namun juga agak cerdik dalam pendekatannya terhadap kehidupan.

6. Lebih dekat dengan saudara dan teman, daripada dengan orangtua

6. Lebih dekat saudara teman, daripada orangtua
Pexels/Max Fischer

Dilansir dari IB Times, banyak anak kedua menjalin ikatan yang lebih kuat dengan saudara kandung dan teman daripada orangtua mereka.

Preferensi ini berasal dari gagasan bahwa anak kedua cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu dengan orangtua saat tumbuh dewasa, karena pengalaman mereka sebelumnya tentang perjuangan mendapatkan perhatian dari orangtua sejak usia muda.

Sehingga untuk mendapatkan perlindungan, anak kedua cenderung lebih dekat dan terbuka dengan saudara kandung atau dengan teman-temannya

7. Pandai dalam bekerja sama

7. Pandai dalam bekerja sama
Freepik/Pressfoto

Seperti yang dilaporkan Reader's Digest, satu penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Genetic Psychology menunjukkan bahwa anak kedua bekerja lebih baik dalam kelompok, daripada anak yang lahir pertama.

Ini masuk akal, karena remaja yang merupakan anak kedua selalu memiliki saudara kandung yang harus ia ajak untuk berbagi.

Masih dilansir dari Psychology Today bahwa, ketika anak tumbuh menjadi orang dewasa, anak kedua adalah pemain tim alami dan juga cukup mandiri, yang menjadikannya rekan kerja yang hebat.

8. Anak yang tangguh dan senang berbagi

8. Anak tangguh senang berbagi
Freepik/aartursafronovvvv

Ketika anak kedua lahir dalam sebuah keluarga, sudah ada anak pertama yang telah menikmati perhatian penuh dari semua orang dalam keluarga, dan ini bisa terus berjalan meskipun mungkin dengan beberapa perubahan kecil.

Inilah yang membuat anak kedua harus segera belajar bagaimana mengatasi kebutuhan untuk berbagi cinta dan perhatian orangtuanya. Ia kemudian belajar sejak awal bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai keinginannya, yang kemudian membantunya mengembangkan ketahanan dan kemandirian.

Keduanya merupakan keterampilan berharga yang akan dibutuhkan saat tumbuh dewasa.

9. Pantang menyerah untuk mengejar ketertinggalan

9. Pantang menyerah mengejar ketertinggalan
Freepik/Pressfoto

Bayangkan menjalani kehidupan sebagai anak kedua dengan kakak laki-laki yang terus berjuang mencapai impian, yang berbicara tentang prosesnya dan selalu bersemangat untuk memamerkan kepada Mama dan Papa tentang apa yang bisa ia lakukan.

Untuk menyesuaikan diri, anak kedua ingin mengejar ketinggalan secepat mungkin untuk mendapatkan bagian yang adil dari pelukan dan pujian.

Meri Wallace, seorang pekerja sosial klinis berlisensi di Amerika Serikat, menyebutkan bahwa anak-anak kedua mungkin sedikit frustrasi dengan "kegagalan" awal ini, ketika mereka mencoba mengejar kakak mereka.

10. Pandai berkompromi dan bernegosiasi

10. Pandai berkompromi bernegosiasi
Pexels/August de Richelieu

Jika ada satu keterampilan yang akan dikuasai anak kedua selama masa remaja dan pertumbuhannya, itu adalah kemampuan mereka untuk berkompromi dan bernegosiasi. Dan ini terutama terjadi ketika mereka akhirnya menjadi anak tengah!

Bayangkan berapa banyak waktu yang akan anak habiskan untuk membuat orangtua dan saudara kandungnya menyetujui aturan yang ia buat atau membuat permintaan yang ia inginkan. Ini adalah contoh hidup yang sempurna dari "practice makes perfect".

Nah itulah beberapa informasi seputar fakta anak kedua dengan kepribadian yang aktif dan tangguh. Kunci untuk membesarkan anak kedua yang bahagia adalah mencoba untuk tidak memperlakukannya secara berbeda dari kakaknya.

Dengan ini, memungkinkan anak untuk mengembangkan minatnya sendiri, yang terdengar seperti rencana yang baik di mana pun anak mama berada.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.