Kenali Tanda, Penyebab, dan Dampak Pubertas Dini pada Anak

Pubertas dini bisa terjadi pada anak di bawah usia 7 atau 8 tahun

19 Oktober 2021

Kenali Tanda, Penyebab, Dampak Pubertas Dini Anak
Pexels/Ron Lach

Setiap remaja mengalami masa pubertas umumnya di usia 10 atau 11 tahun, yang membuat usia tersebut dianggap usia "normal" seorang anak alami pubertas. Namun saat ini, ada anak yang mulai berkembang secara fisik dan emosional menjadi dewasa muda lebih awal.

Ini bahkan bisa terjadi sebelum usia 7 atau 8 tahun untuk anak perempuan, dan usia 9 tahun untuk anak laki-laki. Kondisi ini sering disebut sebagai pubertas dini.

Meskipun ini mungkin tampak tidak berbahaya, para peneliti telah mengaitkan sejumlah konsekuensi kesehatan dan psikologis dari mencapai pubertas terlalu dini dalam kehidupan anak. 

Maka itu penting bagi orangtua untuk memahami apa saja tanda-tanda, penyebab, dampak pubertas dini pada anak, agar segera mendapatkan perawatan atau dukungan yang diperlukan.

Simak informasinya yang telah Popmama.com rangkum di bawah ini ya, Ma! 

1. Apa saja tanda-tanda pubertas dini pada anak perempuan dan laki-laki?

1. Apa saja tanda-tanda pubertas dini anak perempuan laki-laki
Pexels/Monstera

Dilansir dari Very Well Family, untuk anak perempuan, pubertas dini bisa dimulai sebelum usia tujuh atau 8 tahun, yang mencakup tanda-tanda berikut:

  • Perkembangan payudara
  • Tumbuhnya bulu kemaluan atau ketiak
  • Memiliki percepatan pertumbuhan fisik yang signifikan dalam waktu singkat
  • Mulai menstruasi
  • Perkembangan jerawat
  • Bau badan

Sedangkan untuk anak laki-laki, pubertas dini meliputi tanda-tanda berikut sebelum usia 9 tahun:

  • Pembesaran testis atau penis
  • Tumbuhnya rambut kemaluan, ketiak, atau wajah
  • Memiliki percepatan pertumbuhan yang signifikan dalam waktu singkat
  • Pendalaman suara
  • Perkembangan jerawat
  • Bau badan

Ada banyak anak yang mungkin hanya menunjukkan beberapa tanda pubertas dini. Misalnya, beberapa anak perempuan dan laki-laki dapat menumbuhkan bulu ketiak atau bulu kemaluan pada usia yang sangat muda, tanpa perkembangan seksual lainnya.

Pertumbuhan rambut di usia awal mungkin bukan merupakan tanda dari kondisi yang mendasarinya, dan hanya berada di bawah pubertas dini "sebagian". Anak-anak umumnya akan menunjukkan tanda-tanda pubertas lain yang diharapkan di kemudian hari dan pada usia biasanya.

Editors' Picks

2. Apa penyebab pubertas dini pada anak?

2. Apa penyebab pubertas dini anak
Freepik/karlyukav

Meskipun alasan pasti di balik memulai pubertas lebih awal masih belum dapat dipastikan, beberapa contoh pubertas sebelum waktunya telah dikaitkan dengan:

  • Genetika (5 persen anak laki-laki dan 1 persen anak perempuan mewarisi kondisi tersebut)
  • Masalah gizi dini diikuti oleh obesitas
  • Penyebab lingkungan atau kimia
  • Masalah struktural di otak atau cedera sistem saraf pusat
  • Masalah pada ovarium atau kelenjar tiroid, seperti tumor

Umumnya, memulai pubertas lebih awal bukan karena masalah medis. Namun hingga saat ini belum ada alasan yang diketahui mengapa hal itu terjadi.

3. Apa dampak yang terjadi jika anak mengalami pubertas dini?

3. Apa dampak terjadi jika anak mengalami pubertas dini
Freepik/Jcomp

Ada sejumlah konsekuensi fisik, emosional, dan sosial melalui pubertas dini. Setiap anak tentunya akan mengalami masa transisi ini secara berbeda. Dilansir dari Very Well Family, adalah beberapa dampak yang terjadi jika seorang anak mengalami pubertas dini?

Pertumbuhan terhambat

Anak yang mengalami pubertas mungkin pada awalnya cukup tinggi jika dibandingkan dengan teman sebayanya.

Namun, anak akan berhenti tumbuh ketika masa pubertas berakhir. Ini berarti bahwa seorang anak dengan pubertas dini tidak akan mencapai potensi tinggi penuhnya, karena kerangkanya telah matang dan pertumbuhan tulang berhenti pada usia yang lebih awal dari yang seharusnya.

Perubahan perilaku

Untuk anak perempuan, lekas marah, ledakan emosi, dan kemurungan dapat menyertai pubertas dini. Anak laki-laki mungkin mengalami munculnya dorongan seks yang tidak sesuai dengan usia mereka, bersama dengan perilaku agresif.

Bullying atau digoda oleh Orang Lain

Anak-anak yang usianya masih kecil cenderung memerhatikan jika seseorang di kelasnya memiliki perkembangan fisik berbeda, dan memicu tindakan bullying atau digoda.

Tak sedikit anak yang lebih muda yang mengalami pubertas dini, khususnya anak perempuan, melaporkan diejek atau diintimidasi oleh anak-anak lain di sekolahnya.

Tingkat depresi dan kecemasan yang lebih tinggi

Anak-anak yang mengalami pubertas dini memiliki tingkat depresi dan kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teman sebayanya. Efek ini ditemukan secara konsisten pada anak perempuan, karena temuan yang melibatkan anak laki-laki masih belum dapat dipastikan.

Peningkatan risiko depresi dan kecemasan ini bahkan dapat diperpanjang sampai ke tahun-tahun kuliah.

Harga diri dan citra tubuh yang lebih rendah

Anak-anak perempuan yang pubertas lebih awal juga cenderung mengalami harga diri rendah dan citra tubuh yang lebih buruk daripada teman-teman mereka yang matang tepat waktu atau terlambat. Anak laki-laki yang sedang berkembang tampaknya menghindari efek negatif ini.

Risiko penyalahgunaan zat lebih besar

Anak perempuan dan laki-laki yang mengalami pubertas dini juga berisiko lebih besar untuk menyalahgunakan zat. Khususnya merokok tampaknya jauh lebih umum di antara anak-anak yang matang lebih awal, dibandingkan dengan teman-teman seusianya yang tepat waktu atau terlambat matang. 

Aktivitas seks yang lebih dini

Mencapai pubertas lebih awal juga dapat menempatkan anak pada risiko aktivitas seksual lebih awal dibandingkan dengan teman sebayanya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak perempuan juga lebih bebas secara seksual ketika mereka berkembang lebih awal.

Sayangnya, aktivitas seksual dini dan pergaulan bebas dikaitkan dengan peningkatan risiko kehamilan remaja, yang juga menimbulkan risiko seperti putus sekolah, potensi pendapatan yang lebih rendah, dan peningkatan risiko memiliki lebih banyak anak saat masih remaja.

Hasil akademik yang lebih buruk

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa anak perempuan yang mengalami pubertas dini memiliki prestasi yang lebih buruk di sekolah dibandingkan dengan teman sebayanya. Prestasi akademik yang menurun dapat berlanjut hingga tahun-tahun sekolah menengah dan mungkin seterusnya.

Seperti temuan harga diri dan citra tubuh, hal-hal yang terkait dengan hasil akademik tampaknya terjadi pada anak perempuan, dan anak laki-laki secara akademis tak terganggu terlepas dari kapan mereka mencapai pubertas.

4. Apa saja diagnosis dan perawatan yang diperlukan?

4. Apa saja diagnosis perawatan diperlukan
Freepik/DCStudio

Jangan ragu untuk berbicara dengan dokter anak jika Mama mulai melihat tanda-tanda pubertas dini. Dokter anak dapat menyarankan pengujian lebih lanjut setelah mereka melakukan pemeriksaan fisik.

Seringkali pemeriksaan Sinar-X diperlukan untuk memeriksa tulang-tulang tangan dan pergelangan tangan untuk melihat apakah tulang-tulang itu terlalu cepat matang, serta tes darah dan urin digunakan untuk memeriksa kadar hormon-hormon seks yang tinggi.

Untuk menyingkirkan tumor di otak, ovarium atau testis, dokter anak mungkin juga menyarankan pemindaian Computed Tomography (CT) atau Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Anak mungkin juga akan dirujuk ke ahli endokrinologi pediatrik, yaitu dokter yang berspesialisasi dalam gangguan pertumbuhan dan hormonal pada anak-anak, untuk dievaluasi dan pengobatan lebih lanjut.

Karena, dalam kebanyakan kasus, tidak ada penyebab yang dapat diidentifikasi untuk pubertas dini, pengobatan tidak selalu dianjurkan.

Jika ada diagnosis, tujuannya mungkin untuk mengobati penyebab yang mendasarinya atau memberikan terapi hormon untuk menurunkan produksi hormon seks.

Kedua pendekatan ini bekerja untuk menghentikan atau membalikkan perkembangan seksual dini dan menghentikan pematangan tulang dan pertumbuhan cepat yang datang dengan pubertas dini.

5. Apa yang dapat Mama lakukan ketika anak mengalami pubertas dini?

5. Apa dapat Mama lakukan ketika anak mengalami pubertas dini
Freepik/Master1305

Penting bagi orangtua untuk dapat memberikan dukungan pada anak, terutama dengan memberikan penjelasan yang sederhana dan jujur ​​tentang apa yang terjadi pada tubuhnya. Mama mungkin juga perlu memberikan panduan dengan cara berikut:

  • Jelaskan jenis perubahan yang terjadi saat ini dan apa yang mungkin muncul di waktu kedepannya.
  • Jelaskan bahwa perubahan yang mereka alami adalah normal, namun umumnya ini terjadi pada anak-anak dan remaja yang lebih besar.
  • Beri tahu anak tentang rencana perawatan (jika ada).

Selain itu penting juga untuk memastikan tanda-tanda dampak dari pubertas dini yang mungkin terjadi pada anak, yaitu:

  • Digoda atau ditindas
  • Nilai buruk
  • Masalah di sekolah
  • Kehilangan minat dalam aktivitas sehari-hari
  • Perilaku menarik diri atau depresi

Orangtua perlu menciptakan lingkungan yang mendukung untuk mendorong anak agar datang untuk bercerita jika ia mengalami kesulitan dengan salah satu kesulitan fisik, emosional, atau sosial. Selain itu, cobalah untuk tidak mengomentari bagaimana penampilan anak yang berubah.

Karena partisipasi olahraga telah dikaitkan secara positif dengan harga diri yang lebih tinggi, Mama dapat mendorong anak untuk berpartisipasi dalam olahraga atau kegiatan sekolah dapat membantu melawan beberapa efek negatif dari pubertas dini.

Itulah beberapa informasi seputar pubertas dini yang perlu orangtua ketahui. Jika menurut Mama, anak mungkin mengalami kesulitan dengan pubertas dan segala perubahan ini, bicarakan dengan dokter anak dan/atau terapis untuk mendapatkan panduan lebih lanjut.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.