Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Meluas ke Malaysia, 108 Sekolah Ditutup
Threads.com/zumaahmad
  • Sebanyak 108 sekolah di Serian, Sarawak, ditutup sementara setelah API di Tebedu mencapai 212 dan Serian 202, kategori sangat tidak sehat.
  • Kegiatan belajar dialihkan ke PdPR, sesuai kebijakan Sarawak yang mewajibkan penutupan sekolah, TK, dan penitipan anak saat API mencapai 200.
  • BMKG mencatat sebaran asap dan titik panas di Kalimantan; asap dari Kalimantan Barat berpotensi terbawa angin barat laut melintasi perbatasan menuju Sarawak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian setelah dampaknya meluas hingga ke wilayah Sarawak, Malaysia.

Kondisi kualitas udara yang memburuk bahkan membuat 108 sekolah di wilayah Serian ditutup sementara demi menjaga kesehatan dan keselamatan siswa serta tenaga pendidik.

Penutupan dilakukan setelah Indeks Pencemaran Udara atau Air Pollutant Index (API) di sejumlah wilayah mencapai kategori sangat tidak sehat.

Sementara itu, aktivitas karhutla di Kalimantan Barat juga masih menjadi perhatian karena asap berpotensi bergerak melintasi perbatasan negara.

Berikut Popmama.com telah merangkum informasinya. Yuk, simak!

1. Sebanyak 108 sekolah di Sarawak ditutup sementara

Threads.com/zumaahmad

Sebanyak 108 sekolah di wilayah Serian, Sarawak, Malaysia, terpaksa ditutup sementara setelah kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan siswa serta warga sekolah.

Berdasarkan laporan otoritas Sarawak, pada 12 Agustus 2026 pukul 16.00 waktu setempat, wilayah Tebedu mencatat API sebesar 212, sedangkan Serian mencapai 202. Kedua angka tersebut masuk dalam kategori sangat tidak sehat, yaitu rentang API 201–300.

Pemerintah Sarawak juga menetapkan bahwa sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak perlu ditutup ketika API mencapai angka 200.

Selama sekolah ditutup, kegiatan belajar tetap dilanjutkan melalui Pembelajaran dan Pengajaran di Rumah (PdPR) agar pendidikan siswa tidak terhenti.

2. Asap karhutla Kalimantan berpotensi melintasi perbatasan

Threads.com/zumaahmad

Memburuknya kualitas udara di Sarawak terjadi di tengah meningkatnya aktivitas titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan.

Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena kondisi karhutla dapat menghasilkan asap yang terbawa angin menuju wilayah perbatasan.

BMKG sebelumnya mencatat adanya sebaran asap di Kalimantan Barat dan menyebut asap dari wilayah tersebut berpotensi melintasi batas negara menuju Sarawak dengan pergerakan dominan ke arah barat laut.

Pemantauan terhadap pergerakan asap lintas batas juga dilakukan oleh Manggala Agni Kalimantan XI/Singkawang untuk mengetahui arah, ketebalan, hingga jangkauan asap agar dampaknya dapat diantisipasi lebih awal.

3. Dampak kabut asap tak hanya dirasakan di Malaysia

Threads.com/zumaahmad

Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak karhutla dapat meluas hingga ke wilayah negara tetangga. Di Indonesia sendiri, kabut asap juga mulai mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak.

BMKG mencatat adanya sebaran asap di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Kondisi kering dan meningkatnya titik panas turut membuat risiko karhutla perlu diwaspadai.

Bagi masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar rumah, kondisi udara seperti ini tentu perlu menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak. Anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perlindungan lebih ketika kualitas udara memburuk karena mereka masih berada dalam masa pertumbuhan.

4. Tips menjaga kesehatan pernapasan anak saat sekolah

Threads.com/zumaahmad

Ketika kondisi udara sedang dipenuhi kabut asap, Mama dan Papa perlu lebih memperhatikan aktivitas anak, terutama saat mereka harus pergi dan pulang sekolah.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi paparan polusi udara:

  • gunakan masker saat berada di luar rumah, pastikan masker terpasang dengan baik dan menutupi hidung serta mulut anak,

  • kurangi aktivitas di luar ruangan, jika kualitas udara sedang buruk, sebaiknya anak tidak melakukan aktivitas fisik yang terlalu lama di luar,

  • pantau kualitas udara secara berkala, Mama dan Papa dapat melihat informasi kualitas udara dari sumber resmi untuk menentukan apakah aktivitas luar ruangan masih aman dilakukan,

  • perhatikan kondisi kesehatan anak, jika anak mulai mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, atau keluhan pernapasan lainnya, jangan abaikan dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan,

  • pastikan anak cukup minum, berikan air putih yang cukup selama beraktivitas untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap terhidrasi.

Kabut asap bukan hanya persoalan jarak dan batas negara. Ketika kualitas udara memburuk, kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, perlu menjadi perhatian bersama.

Karena itu, penting bagi Mama dan Papa untuk terus memantau kondisi udara dan menyesuaikan aktivitas anak agar paparan asap dapat diminimalkan.

Jangan lupa pantau kualitas udara dan kondisi kesehatan anak agar tetap aman dan nyaman selama beraktivitas ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article