Jangan Sampai Tertipu, Yuk Ajarkan Anak 7 Cara Cek Fakta atau Hoax

Penting memberi tahu anak agar tidak terjerumus informasi palsu

30 November 2020

Jangan Sampai Tertipu, Yuk Ajarkan Anak 7 Cara Cek Fakta atau Hoax
howtoentertainyourtoddler.com

Saat ini kita hidup di zaman serba teknologi. Gadget dan internet kini menjadi dua hal wajib yang harus ada dalam kehidupan. 

Tak jarang banyak anak yang sudah terbiasa hidup dengan gadget sebagai gaya hidup sehari-hari atau penunjang dalam mencari berbagai informasi.

Dengan memanfaatkan gadget dan internet, kita dapat dengan mudah mendapatkan ragam informasi. Namun banyaknya informasi yang ada, justru membuat orangtua perlu lebih waspada dalam mengawasi anaknya.

Terlebih ketika anak Mama mulai aktif pada media sosial. Mama dan Papa perlu lebih ekstra dalam mengawasi anak agar terhindari dari pemberitaan palsu atau hoax.

Saat ini sudah banyak informasi palsu yang disebarkan melalui media sosial. Hal ini membuat banyak anak sering kali terjerumus bahayanya internet karena adanya informasi palsu yang mereka terima.

Sebagai langkah antisipasi, Mama bisa mengajarkan anak mencari tahu kebenaran informasi yang ia lihat sebelum menelan mentah-mentah informasi tersebut.

Nah, berikut ini Popmama.com telah merangkum 7 cara mengajarkan anak cek fakta atau hoax. Disimak dan diterapkan yuk, Ma!

1. Cek copyright website yang dilihat

1. Cek copyright website dilihat
Freepik/macrovector

Sebelum menerima informasi, ada baiknya anak diajarkan untuk melihat cooyright pada situs web yang ia dapat.

Situs yang terverifikasi biasanya akan memaparkan profil perusahaan atau bukti kepemilikan yang biasanya berada di paling bawah situs web.

Ingatkan padanya untuk tak mudah terpancing dengan situs yang tak dikenali, apalagi yang tak memiliki copyright atau hak cipta.

2. Double check dari berbagai sumber

2. Double check dari berbagai sumber
Freepik/User20166574

Minta anak untuk melakukan pemeriksaan ulang atau double check dari situs yang berbeda.

Jika suatu informasi sudah banyak tersebar pada situs-situs yang sudah terverifikasi, biasanya informasi itu benar adanya.

Namun jika hanya berdasarkan satu sumber, Mama perlu memberi tahu anak untuk waspada terhadap informasi yang ia dapat.

Editors' Picks

3. Pastikan situs sudah terpercaya atau terverifikasi

3. Pastikan situs sudah terpercaya atau terverifikasi
Freepik/rawpixel.com

Saat ini sudah tersedia ribuan situs yang tidak dikenal. Untuk itu, anak perlu lebih hati-hati dalam mengenali informasi yang diterima dari berbagai sumber.

Pastikan situs yang ia terima adalah situs yang kredibilitas sumbernya terpercaya. Seperti situs pemerintah yang selalu diakhir dengan domain go.id atau media-media yang sudah terdaftar secara resmi.

4. Cek tanggal informasi diterbitkan

4. Cek tanggal informasi diterbitkan
Pexels/Rawpixel.com

Mama juga bisa mengajak anak untuk memeriksa seberapa baru laman yang ia lihat.

Ini berguna untuk melihat seberapa terkini informasinya dan apakah ada yg berubah dari informasi yang disampaikan atau tidak.

5. Periksa keahlian dan latar belakang penulis

5. Periksa keahlian latar belakang penulis
Unsplash/John Schnobrich

Anak juga perlu memeriksa apakah orang yang membagikan informasi tersebut merupakan seseorang yang berpengalaman dalam informasi yang dibagikannya.

6. Apakah sesuai dengan yang sudah pernah anak pelajari?

6. Apakah sesuai sudah pernah anak pelajari
Freepik/Racool_studio

Meski usianya belum terlalu dewasa, tetapi anak sudah banyak mendapatkan pengetahuan atau pelajaran baru dari sekolah.

Ketika anak mendapat informasi dari internet, Mama bisa memintanya membandingkan apakah informasi tersebut sejalan dengan apa yang sudah ia pelajari sebelumnya.

Ini bertujuan agar anak dapat memverifikasi sendiri informasi tersebut dengan pengetahuan yang ia dapat dari sekolah.

7. Apakah terlihat realistis?

7. Apakah terlihat realistis
Freepik

Terakhir, ajak anak menggunakan akalnya untuk mengetahui apakah informasi yang ia terima terlihat asli atau tidak.

Cara-cara di atas bisa Mama ajarkan pada anak guna meminimalisir terjadinya penerimaan informasi palsu.

Sebagai orangtua, kita harus lebih ekstra dalam mengawasi anak bermedia sosial. Ajarkan anak menggunakan media sosial secara bijak agar anak juga mendapat manfaat yang baik selama menggunakannya.

Dengan begitu anak mengetahui cara cek fakta atau hoax. Semoga informasi di atas bermanfaat ya, Mama!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.