Fakta Kebanyakan Makan Telur Bisa Berbahaya untuk Kesehatan Anak

Seberapa sering anak boleh makan telur? Cari tahu jawabannya di sini yuk, Ma

19 November 2020

Fakta Kebanyakan Makan Telur Bisa Berbahaya Kesehatan Anak
Freepik/timolina

Sudah tak dipungkiri lagi bahwa telur merupakan salah satu makanan favorit banyak orang. Selain rasanya yang lezat, telur bisa dikreasikan dalam berbagai olahan yang melezatkan dan menggugah selera.

Tak hanya rasanya yang lezat dalam berbagai olahan, telur juga dipercaya memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Baik untuk orang dewasa, maupun anak-anak.

Namun tahukah Mama, jika terlalu banyak mengonsumsi telur ternyata ada pula dampak buruk yang dapat memicu berbagai masalah penyakit. Salah satunya yang sering terjadi adalah timbulnya bisul.

Tak hanya itu, Science Daily dalam studi baru yang dilakukan para peneliti di University of South Australia menunjukkan bahwa konsumsi telur yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes.

Nah, untuk mengetahui informasi lainnya seputar berapa kadar telur yang bisa dikonsumsi anak beserta bahaya jika dikonsumsi berlebih, berikut Popmama.com telah merangkumnya untuk Mama. 

1. Nutrisi yang terkandung dalam telur

1. Nutrisi terkandung dalam telur
Pexels/Mona Sabha Cabrera

Kandungan telur diketahui sangat kaya akan nutrisi yang baik untuk tubuh. Sebagaimana yang disebutkan para pakar kesehatan gizi.

Mengonsumsi sebutir telur rebut setara dengan memenuhi 6% kebutuhan vitamin A, 5% asam folat, 7% vitamin B5, 9% vitamin B12, 15% vitamin B2, 9% fosfor, dan 22% kebutuhan selenium harian.

Tak hanya itu, dalam telur juga terkandung vitamin D, E, K, B6, kalsium, dan zinc. Telur juga relatif rendah kalori serta mengandung tinggi protein (6 gram) dan 5 gram lemak sehat.

Kandungan nutrisi lain dalam telur juga biasanya diperkaya dengan omega-3 pada jenis telur khusus yang dilabeli omega-3.

Jika dikonsumsi dengan tepat, telur juga baik untuk kesehatan jantung anak sejak usia dini Ma!

Editors' Picks

2. Benarkah mengandung kolesterol dan memicu diabetes?

2. Benarkah mengandung kolesterol memicu diabetes
Pixabay/congerdesign

Diantara sederet nutrisi yang sudah disebutkan di atas, fakta tentang telur ternyata juga mengandung kolesterol dan lemak yang cukup tinggi, Ma. Misalnya saja pada sebutir telur, biasanya terkandung sekitar 212 mg kolesterol dan 5 gram lemak. 

Seperti yang disebutkan dalam sebuah penelitian, bahwa sebanyak 70% orang subjek penelitian tidak mengalami peningkatan kolesterol setelah mengonsumsi telur. Sisanya, sekitar 30% orang mengalami peningkatan kolesterol karena masuk golongan ‘sensitif’ terhadap kolesterol akibat makanan.

Tak hanya mengandung kolesterol dan lemak yang cukup tinggi, baru-baru ini sebuah penelitian di China juga menyebutkan bahwa telur dapat meningkatkan risiko diabetes pada orang dewasa, Ma.

Hal ini sebagaimana yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition, orang yang rutin mengonsumsi satu atau lebih telur per hari, yakni setara 50 gram, telah meningkatkan risiko diabetes hingga 60 persen.

Meski demikian, jangan langsung takut dan cemas dengan melihat besaran angka itu ya, Ma. Mama masih bisa kok memberikan anak telur namun tetap dalam batasan wajar dan sesuai anjuran yang disarankan ya!

3. Efek samping terlalu banyak konsumsi telur

3. Efek samping terlalu banyak konsumsi telur
Instagram.com/telurgulung.17.condet

Meski baik untuk kesehatan tubuh karena kaya akan nutrisi, namun jika dikonsumsi terlalu banyak maka akan menimbulkan efek samping bagi tubuh. Diantaranya ialah:

  • Meningkatkan kolesterol. Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, adanya kandungan lemak yang cukup tinggi dalam telur juga bisa meningkatkan kolesterol jika dikonsumsi terlalu banyak dan sering.
  • Selain kolesterol, mengonsumsi telur berlebih juga bisa tingkatkan risiko diabetes, Ma. Sebagaimana yang disebutkan dalam penelitian, makan telur ayam setiap hari membuat laki-laki berisiko 55% mengalami diabetes tipe dua. Sedangkan untuk perempuan, berisiko sekitar 77%, lebih besar dari laki-laki.
  • Menimbulkan alergi atau bisul. Ini menjadi efek samping yang sering terjadi pada kebanyakan orang termasuk anak-anak. Hal ini biasanya berkaitan terhadap apakah telur yang dipilih berkualitas baik atau tidak. Jadi, pastikan untuk selalu memilih telur dengan kualitas baik untuk meminimalisasi efek tidak higienis dari telur yang bisa membuat alergi makanan.
  • Kelebihan berat badan juga bisa menjadi efek samping jika mengonsumsi telur berlebih. Hal ini lantaran dalam telur terdapat 75 kalori per butirnya. Tingginya kalori dalam telur tentu akan memicu berat badan anak semakin naik.
  • Memakan telur terlalu banyak juga bisa menjadi pemicu timbulnya jerawat pada wajah. Pola makan yang tinggi dari telur biasanya dapat memicu peradangan yang akan membuat laju produksi kelenjar minyak meningkat, sehingga membuat kulit berminyak, mengundang bakteri dan memicu munculnya jerawat di kulit.
  • Ketidakseimbangan hormon. Hal ini karena biasanya pada telur non-organik, unggah disuntik hormon dan akan menganggu aktivitas hormonal dalam tubuh. Ini membuat hormon menjadi mudah niak turun ketika terlalu banyak mengonsumsi telur. Mama bisa memberikan protein hewani anak dengan lebih banyak sayur dan buah untuk mengimbangi efek sampingnya.

4. Berapa banyak telur yang bisa dikonsumsi anak dalam sehari?

4. Berapa banyak telur bisa dikonsumsi anak dalam sehari
huffpost.com

Fakta efek samping telur di atas mungkin membuat Mama merasa cemas dan takut untuk memberikan telur pada anak. Meski demikian, tak ada salahnya kok Ma tetap memberikan telur sebagai asupan nutrisi hariannya.

Namun yang perlu diperhatikan ialah, seberapa banyak telur yang Mama berikan pada anak setiap harinya. Untuk anak usia sekolah, umumnya boleh diberikan 2-4 butir telur per hari. Tetapi tetap harus divariasi dengan sumber protein lain agar tak melulu telur dalam sehari ya, Ma.

Berbeda dengan anak usia sekolah, anak di bawah 3 tahun hanya membutuhkan protein sekitar 1,1 gram/kg sehari. Sehingga anak usia di bawah 3 tahun hanya bisa diberikan 1-2 butir telur per harinya dan tetap dengan kombinasi nutrisi lain pastinya.

Untuk proses pengolahan, Mama bisa memberikan anak telur dengan cara direbus atau digoreng. Keduanya sama saja asalkan Mama memasaknya dengan matang. Sebab jika telur tidak matang, risiko terinfeksi salmonella meningkat. Akibatnya, anak bisa diare, muntah-muntah, dan juga demam.

Itulah informasi mengenai telur dan efek samping jika diberikan terlalu berlebih. Intinya ialah, tak masalah jika anak mengonsusi telur setiap hari, asalkan batasannya sudah sesuai yang dianjurkan dan tetap diimbangi dengan nutrisi lainnya ya, Ma.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya, Mama!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.