Dalam perjalanan menjadi orangtua, kerap muncul tekanan untuk selalu membuat anak merasa bahagia setiap saat. Seolah, tangisan atau raut kecewa mereka adalah tanda bahwa kita gagal dalam peran.
Namun, apakah tugas utama orangtua memang bertanggung jawab penuh atas kebahagiaan anak-anaknya? Psikolog Irma Gustiana A., M.Psi., melalui akun Instagram-nya @ayankirma, memberikan perspektif segar yang justru membebaskan.
Psikolog yang kerap berbagi edukasi di media sosial itu menekankan bahwa peran orangtua bukanlah sebagai "sumber kebahagiaan instan" bagi anak, tapi justru pengingat untuk anak belajar mengelola emosinya.
Lantas, bagaimana seharusnya orangtua memandang peran ini? Berikut Popmama.com rangkumkan ulasannya.
