Dalam proses tumbuh kembang, anak tidak hanya belajar secara fisik dan akademis, tetapi juga membentuk kemampuan mengenali serta mengekspresikan emosi. Cara orangtua merespons perasaan anak sejak dini sering kali dianggap sepele, padahal hal tersebut dapat membekas hingga anak tumbuh dewasa.
Tidak sedikit Mama yang tanpa sadar meremehkan emosi anak, sering menyalahkan, atau menuntut anak untuk selalu menuruti keinginan agar diterima. Pola pengasuhan seperti ini kerap terjadi dalam keseharian dan dianggap wajar, meski dampaknya tidak selalu terlihat dalam waktu singkat.
Belakangan, sebuah unggahan di media sosial kembali mengingatkan bahwa pengalaman emosional di masa kecil dapat memengaruhi kepribadian anak saat dewasa. Dari kebiasaan memendam perasaan hingga rasa cemas berlebih, semuanya bisa berawal dari respons orangtua terhadap emosi anak.
Melalui artikel ini, Popmama.com merangkum pola asuh anak yang diam-diam membentuk luka emosional saat dewasa.
Yuk, disimak!
