Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ratusan Siswa Ikut Aksi Dukungan MBG, Apa yang Perlu Dipahami Orangtua
Instagram.com/Suci_lita
  • Ratusan siswa SD dan SMP di Batam ikut aksi dukungan program Makan Bergizi Gratis, memunculkan perhatian soal keterlibatan anak dalam kegiatan publik.

  • pentingnya pendampingan orangtua dan guru agar anak memahami konteks isu sosial serta menyampaikan aspirasi dengan aman dan sesuai usia.

  • Sekolah dan lingkungan disarankan menjadi ruang edukatif bagi anak untuk belajar berpendapat, berpikir kritis, serta berpartisipasi secara bertanggung jawab di masyarakat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Aksi dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan ratusan siswa SD dan SMP di Kota Batam pada Minggu (21/6/2026) menjadi sorotan publik. Dalam kegiatan yang berlangsung di depan Gedung DPRD Kota Batam tersebut, para siswa terlihat membawa poster dan spanduk berisi dukungan terhadap program MBG.

Terlepas dari tujuan kegiatan tersebut, momen ini kembali mengingatkan pentingnya pendampingan orang dewasa ketika anak terlibat dalam kegiatan yang menyampaikan pendapat di ruang publik. Sebab, anak-anak masih berada dalam tahap belajar memahami isu sosial, hak berpendapat, sekaligus cara menyampaikan aspirasi yang aman dan sesuai usia.

Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan ketika anak ikut dalam kegiatan seperti ini?

1. Anak berhak memiliki pendapat, tetapi tetap membutuhkan pendampingan

Instagram.com/Suci_lita

Seiring bertambahnya usia, anak mulai tertarik dengan berbagai isu yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Mereka juga berhak menyampaikan pandangan dan pendapatnya.

Namun, karena kemampuan berpikir kritis dan memahami konsekuensi masih berkembang, anak tetap memerlukan pendampingan orang dewasa agar dapat memahami konteks suatu isu secara utuh sebelum terlibat dalam kegiatan publik.

2. Orangtua perlu mengetahui aktivitas yang diikuti anak

Instagram.com/Suci_lita

Ketika anak mengikuti kegiatan di luar sekolah atau komunitas, penting bagi orangtua untuk mengetahui tujuan, lokasi, serta siapa saja yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Pendampingan ini bukan untuk membatasi anak, melainkan memastikan mereka berada dalam situasi yang aman dan sesuai dengan usia perkembangannya.

3. Sekolah dapat menjadi ruang belajar tentang menyampaikan aspirasi

Instagram.com/Suci_lita

Anak perlu memahami bahwa menyampaikan pendapat merupakan bagian dari proses belajar menjadi warga negara yang aktif.

Karena itu, sekolah dapat membantu dengan memberikan edukasi mengenai cara menyampaikan aspirasi secara santun, aman, dan bertanggung jawab, baik melalui diskusi kelas, forum siswa, maupun kegiatan organisasi sekolah.

4. Anak perlu diajak memahami berbagai sudut pandang

Instagram.com/Suci_lita

Di berbagai isu publik, sering kali terdapat beragam pendapat yang muncul. Anak perlu belajar bahwa tidak semua orang memiliki pandangan yang sama.

Kemampuan melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang dapat membantu anak membangun empati sekaligus mengembangkan keterampilan berpikir kritis sejak dini.

5. Ruang partisipasi anak sebaiknya disesuaikan dengan usia mereka

Instagram.com/Suci_lita

Dilansir dari law.ui.ac.id, seorang dosen hukum dari Universitas Indonesia memberikan pandangannya terkait demonstrasi di lingkungan anak-anak, partisipasi anak akan lebih optimal jika disalurkan melalui wadah yang ramah anak terlebih jika anak-anak tersebut masih di bawah umur.

Misalnya melalui forum pelajar, musyawarah sekolah, kegiatan komunitas, lomba karya tulis, diskusi publik khusus remaja, atau berbagai kegiatan edukatif lainnya yang memungkinkan anak menyampaikan gagasan tanpa harus berada dalam situasi yang berpotensi menimbulkan risiko.

6. Literasi digital juga berperan penting

Instagram.com/Suci_lita

Saat ini banyak informasi dan ajakan kegiatan beredar melalui media sosial maupun grup percakapan digital.

Karena itu, orangtua dan guru perlu membantu anak memahami cara memilah informasi, memeriksa kebenaran suatu kabar, serta berpikir kritis sebelum mengikuti suatu kegiatan yang mereka lihat di internet.

7. Kehadiran orang dewasa tetap menjadi kunci utama

Instagram.com/Suci_lita

Baik orangtua, guru, maupun pihak terkait memiliki peran penting dalam membantu anak memahami berbagai peristiwa yang terjadi di sekitarnya.

Dengan komunikasi yang terbuka dan pendampingan yang tepat, anak dapat belajar menyampaikan pendapat, memahami lingkungan sosial, serta tumbuh menjadi individu yang aktif tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kesejahteraannya.

Fenomena siswa yang ikut dalam kegiatan penyampaian aspirasi ini menjadi pengingat bahwa pendidikan anak tidak hanya terjadi di ruang kelas. Pendampingan dari orangtua, sekolah, dan lingkungan sekitar tetap dibutuhkan agar anak dapat belajar berpartisipasi di masyarakat dengan cara yang aman, sehat, dan sesuai tahap perkembangannya.

Editorial Team

Related Article