Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Spekix 2026 Resmi Dibuka, Dorong Indonesia Ramah Neurodiversiti
Popmama.com/Syiva Amalia
  • Spekix 2026 dibuka di JICC Senayan pada 10–11 Oktober sebagai gerakan nasional yang mendorong kebijakan, layanan disabilitas integratif, dan pemenuhan hak individu berkebutuhan khusus.

  • KemenPPPA berkomitmen bersinergi dengan Spekix, Pemprov DKI, Kemensos, dan Kemendikdasmen untuk memetakan kebutuhan serta menjalankan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus.

  • Pemprov DKI memaparkan fasilitas inklusif, termasuk 88 SLB, 584 personel Pasukan Putih, bus sekolah disabilitas, KPDJ bagi lebih dari 20.800 penerima, serta rekrutmen 133 penggerak Jakpreneur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Spekix 2026 dibuka di Jakarta pada 10 dan 11 Oktober. Acara ini membantu anak berkebutuhan khusus dan keluarganya. Pemerintah, komunitas, dan ahli bekerja bersama. Ada konsultasi gratis, belajar untuk orang tua dan guru, serta tempat mencari kerja. Jakarta juga bilang ingin membuat sekolah, bus, dan tempat umum lebih ramah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penyelenggaraan perhelatan tahunan untuk anak istimewa atau lebih dikenal sebagai Spekix 2026 resmi dibuka di JICC Senayan, Jakarta.

Mengusung semangat berkelanjutan dari tahun sebelumnya. Acara tahun ini melangkah lebih jauh dari sekadar ajang pameran. Spekix 2026 menjadi wadah penggerak kebijakan yang nyata bagi individu atau anak berkebutuhan khusus (IBK).

​Acara yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, komunitas, tenaga ahli, hingga sektor swasta.

Langkah Spekix 2026 dorong Indonesia ramah neurodiversiti ini tercermin dari berbagai komitmen dan agenda penting yang dihadirkan. Lantas apa saja hal menarik di Spekix 2026?

Berikut sudah Popmama.com rangkum informasi mengenai Spekix 2026 dorong Indonesia ramah neurodiversiti.

1.Transformasi Spekix dari pameran komunitas menuju penggerak kebijakan

Popmama.com/Syiva Amalia

Sejak pertama kali hadir pada tahun 2019, Spekix berfokus membantu individu hingga keluarga dengan kondisi spesial atau istimewa agar tidak merasa berjuang sendirian.

Namun di tahun 2026, Spekix bertransformasi melampaui tujuan terdahulu yang merupakan ajang pameran dua hari.

Menjadi sebuah gerakan kepedulian nasional yang aktif mendorong regulasi dan kebijakan nyata bagi individu berkebutuhan khusus (IBK).

Melalui kolaborasi dan keterlibatan dalam diskusi bersama Bappeda Provinsi DKI Jakarta serta audiensi dengan Kementerian PPPA, Spekix mendorong terwujudnya layanan disabilitas yang integratif.

Hal ini turut disampaikan oleh pendiri SPEKIX, Dr. Sri Hartati, Sp.M(K).

Yang mengenang awal mula gerakan Spekix, lahir dari pertanyaan polos dan kerinduan para ibu yang merasa kebingungan:

​"7 tahun yang lalu saya bertemu banyak ibu yang bertanya hal yang sama, 'Ke mana saya harus mencari tahu? Kepada siapa saya harus bertanya?' Mereka tidak kekurangan cinta untuk anaknya, mereka hanya kekurangan tempat bertanya dan seseorang yang bisa bilang, 'Kamu tidak sendiri.' Dari situlah SPEKIX lahir, bukan dari rencana besar, tapi keinginan sederhana agar tidak ada lagi orang tua yang mencari jawaban sendirian."

Sejalan dengan itu Zarrabida Ibnusina, Ketua Yayasan SPEKIX Asa Indonesia, turut menegaskan komitmen Spekix untuk terus mendorong pemenuhan hak IBK,

"Sejak 2019, SPEKIX mulai dari pameran kecil yang bertujuan membuat keluarga merasa tidak sendirian. Hari ini, kami berdiri di sini bukan hanya untuk merayakan perjalanan itu, tapi menegaskan bahwa perjalanan ini belum selesai. SPEKIX bukan sekadar acara dua hari. Ini gerakan yang terus mendorong, sampai kebijakan yang berpihak pada individu berkebutuhan khusus benar-benar terwujud; bukan hanya di Jakarta, tapi di seluruh Indonesia."

2. Komitmen kementerian PPPA dalam membangun ekosistem inklusi

Popmama.com/Syiva Amalia

Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, menegaskan bahwa inklusi tidak boleh berhenti sebagai program kegiatan tahunan semata.

Menurutnya, pemenuhan hak-hak anak berkebutuhan khusus, seperti hak hidup, akses gizi, pelayanan kesehatan, hingga hak berpartisipasi membutuhkan kolaborasi erat dari seluruh pemangku kepentingan.

Arifatul pun menyampaikan harapan besar supaya kolaborasi ini terus berlanjut secara konkret.

"Inklusi tidak boleh berhenti sebagai program, kegiatan, atau momentum. Membangun ekosistem inklusi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci. Saya berharap SPEKIX 2026 tidak hanya menjadi sebuah kegiatan yang berlangsung selama dua hari, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan kolaborasi kita dalam membangun ekosistem inklusi yang berkelanjutan."

Guna menindaklanjuti hal tersebut, KemenPPPA siap bersinergi dengan tim SPEKIX, Pemprov DKI Jakarta, serta kementerian lain seperti Kemensos dan Kemendikdasmen untuk memetakan data, kebutuhan, dan mengeksekusi langkah nyata pemenuhan hak anak di seluruh Indonesia.

3. Dukungan nyata Pramono Anung lewat fasilitas ramah disabilitas

Popmama.com/Syiva Amalia

Tidak hanya Bu Mentri PPA, dalam pembukaan Spekix 2026 turut mengundang Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo.

Dalam pembukaan tersebut Pak Gubernur memaparkan komitmen konkret Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan kesetaraan hak serta penyediaan sarana yang ramah disabilitas bagi warganya.

Pada sambutannya, Pramono menekankan bahwa kehadiran pemerintah harus didasari kepedulian yang tulus.

Hal ini supaya anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan ruang penuh untuk mengekspresikan diri dan membanggakan keluarganya.

"Anak-anak ini berilah kesempatan untuk menampilkan apa pun itu dan memberikan kebanggaan bagi orang tua, bagi keluarga, dan tentunya bagi Jakarta, apa pun itu."

Pramono Anung juga menyampaikan berbagai program serta fasilitas publik inklusif yang telah berjalan dan terus dikembangkan di Jakarta, diantaranya:

  • Akses pendidikan. Jakarta memiliki 88 Sekolah Luar Biasa dengan rincian 13 Negeri dan 75 Swasta.

  • Layanan kesehatan "Pasukan Putih". Tersedia 584 personel Pasukan Putih yang bertugas ke kampung-kampung untuk melayani kesehatan lansia, penyandang disabilitas, dan anak berkebutuhan khusus.

  • Transportasi publik ramah disabilitas. Pengoperasian 37 unit bus sekolah khusus disabilitas di 10 rute, penyediaan guiding block di halte utama, serta komitmen agar moda transportasi publik seperti TransJakarta, MRT, hingga LRT sepenuhnya ramah disabilitas.

  • Pemberdayaan dan bantuan sosial. Penyaluran Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) kepada lebih dari 20.800 penerima, pelaksanaan job fair khusus disabilitas.

Sebagai wujud dukungan nyata terhadap penyelenggaraan Spekix 2026, ​Pramono Anung juga menegaskan dukungannya terhadap kolaborasi berkelanjutan ini,

​"Pemrov DKI Jakarta mendukung penuh penyelenggaraan SPEKIX 2026 sebagai bagian dari komitmen kami mewujudkan Jakarta yang ramah dan inklusif bagi seluruh warganya, termasuk individu berkebutuhan khusus. Kami berharap kolaborasi bersama SPEKIX ini terus berlanjut demi Jakarta yang lebih baik untuk semua."

4. Dorongan ketenagakerjaan inklusif bagi pemuda autistik

Popmama.com/Syiva Amalia

Ketenagakerjaan inklusif menjadi salah satu isu penting yang disorot dalam Spekix 2026.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memaparkan langkah nyata Pemprov DKI dalam membuka ruang kerja bagi penyandang disabilitas di Jakarta.

Selain rutin menyelenggarakan job fair khusus disabilitas, Pemprov DKI juga merekrut 133 penyandang disabilitas sebagai tenaga penggerak Jakpreneur.

​Sejalan dengan hal tersebut, Naufal Arsyad selaku Secretary General ASEAN Youth Disabilities Network (AYDN) menyuarakan pentingnya ruang kerja yang adil bagi individu autistik dewasa dan disabilitas tak kasat mata.

Ia menekankan bahwa akses kerja yang adil merupakan bagian dari pemenuhan hak asasi manusia, bukan sekadar keistimewaan.

AYDN bersama Spekix mendorong supaya dunia usaha dan pemerintah tidak sekadar mempekerjakan penyandang disabilitas sebagai formalitas. Melainkan membangun sistem rekrutmen serta lingkungan kerja yang akomodatif bagi beragam kebutuhan disabilitas.

5. Beragam fasilitas dan layanan gratis untuk pengunjung

Popmama.com/Syiva Amalia

Sebagai bentuk dukungan langsung kepada keluarga dan tenaga pendidik, Spekix 2026 menghadirkan beragam fasilitas gratis yang dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat umum, yaitu:

  • Sesi edukasi khusus bagi orangtua serta guru PAUD & SD se-DKI Jakarta untuk memperdalam pemahaman dan cara mendampingi siswa berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah.

  • Konsultasi gratis. Layanan konsultasi tatap muka langsung bersama psikolog dan terapis profesional untuk berdiskusi mengenai tumbuh kembang anak.

  • Program karier inklusif. Wadah yang mempertemukan individu berkebutuhan khusus (IBK) dewasa secara langsung dengan perusahaan yang membuka ruang kerja inklusif.

  • Pameran & bazaar. Diikuti oleh lebih dari 129 tenant pilihan serta dimeriahkan oleh panggung pertunjukan seni anak-anak yang luar biasa.

Itulah informasi mengenai Spekix 2026 dorong indonesia ramah neurodiversiti. Melalui perhelatan Spekix 2026, adanya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat ini membuktikan bahwa setiap anak berhak atas kesempatan yang setara untuk belajar, tumbuh, dan meraih masa depan yang inklusif.

Curated For You

Editorial Team

Related Article