Tidak hanya Bu Mentri PPA, dalam pembukaan Spekix 2026 turut mengundang Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo.
Dalam pembukaan tersebut Pak Gubernur memaparkan komitmen konkret Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan kesetaraan hak serta penyediaan sarana yang ramah disabilitas bagi warganya.
Pada sambutannya, Pramono menekankan bahwa kehadiran pemerintah harus didasari kepedulian yang tulus.
Hal ini supaya anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan ruang penuh untuk mengekspresikan diri dan membanggakan keluarganya.
"Anak-anak ini berilah kesempatan untuk menampilkan apa pun itu dan memberikan kebanggaan bagi orang tua, bagi keluarga, dan tentunya bagi Jakarta, apa pun itu."
Pramono Anung juga menyampaikan berbagai program serta fasilitas publik inklusif yang telah berjalan dan terus dikembangkan di Jakarta, diantaranya:
Akses pendidikan. Jakarta memiliki 88 Sekolah Luar Biasa dengan rincian 13 Negeri dan 75 Swasta.
Layanan kesehatan "Pasukan Putih". Tersedia 584 personel Pasukan Putih yang bertugas ke kampung-kampung untuk melayani kesehatan lansia, penyandang disabilitas, dan anak berkebutuhan khusus.
Transportasi publik ramah disabilitas. Pengoperasian 37 unit bus sekolah khusus disabilitas di 10 rute, penyediaan guiding block di halte utama, serta komitmen agar moda transportasi publik seperti TransJakarta, MRT, hingga LRT sepenuhnya ramah disabilitas.
Pemberdayaan dan bantuan sosial. Penyaluran Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) kepada lebih dari 20.800 penerima, pelaksanaan job fair khusus disabilitas.
Sebagai wujud dukungan nyata terhadap penyelenggaraan Spekix 2026, Pramono Anung juga menegaskan dukungannya terhadap kolaborasi berkelanjutan ini,
"Pemrov DKI Jakarta mendukung penuh penyelenggaraan SPEKIX 2026 sebagai bagian dari komitmen kami mewujudkan Jakarta yang ramah dan inklusif bagi seluruh warganya, termasuk individu berkebutuhan khusus. Kami berharap kolaborasi bersama SPEKIX ini terus berlanjut demi Jakarta yang lebih baik untuk semua."