Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Lari Bareng ABK di Senayan Park, Upaya Ciptakan Kesetaraan

Lari Bareng ABK di Senayan Park, Upaya Ciptakan Kesetaraan
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana
Intinya Sih
  • Acara Nobel Run 2026 di Senayan Park mengusung tema 'Setara Satu Lintasan' untuk menumbuhkan kesadaran inklusivitas dan kesetaraan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di ruang publik.

  • Para praktisi seperti dr. Brastho, Anggi Wahyuda, Vikra Ijas, Roy Andre, dan Abdul Rohim menekankan pentingnya akses kesehatan, teknologi pendengaran, serta dukungan sosial bagi tumbuh kembang ABK.

  • Nobel Run menghadirkan tiga kategori lari—10 km, 5 km, dan 1 km Kids Desk, dengan fasilitas ramah ABK seperti sensory corner dan asuransi perlindungan peserta hingga satu tahun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menciptakan lingkungan yang ramah bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memerlukan aksi nyata dan kolaborasi dari berbagai pihak.

Kesadaran akan inklusivitas inilah yang menjadi semangat utama dalam acara konferensi pers yang digelar pada Kamis (23/04/2026) di Senayan Park, Jakarta Pusat.

Kehadiran praktisi penting seperti dr. Brastho Bramantyo Sp.THT-KL, Anggi Wahyuda, Vikra Ijas, Roy Andre, dan Abdul Rohim mempertegas komitmen untuk terus menggaungkan kesetaraan di ruang publik. 

Berikut Popmama.com rangkum informasi lengkap mengenai tantangan hingga kategori lari dalam ajang Nobel Run untuk mendukung anak berkebutuhan khusus!

Table of Content

1. Mengenal realita ABK di Indonesia

1. Mengenal realita ABK di Indonesia

Press conference Nobel Run di Senayan Park
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

dr. Brastho menjelaskan bahwa secara medis, jenis kebutuhan khusus itu ada banyak jenisnya dan tidak bisa disamaratakan.

“Berkebutuhan khusus itu artinya mengalami kekurangan dari salah satu struktur organnya,” ucap dr. Brastho.

Namun, keterbatasan fisik ini sering kali diperberat oleh kendala eksternal yang dihadapi orangtua dalam memenuhi kebutuhan pendukung anak.

Dalam realitanya, tantangan terbesar yang dihadapi keluarga ABK saat ini bukanlah sekadar kondisi fisik anak, melainkan ketidaktahuan mengenai akses finansial dan fasilitas pendukung yang tersedia. 

Oleh karena itu, dr. Brastho menekankan pentingnya pendampingan medis dan kerja sama yang berkesinambungan untuk menemukan masalah anak sedini mungkin agar hak-hak mereka bisa terpenuhi secara optimal.

2. Mengusung tema setara satu lintasan

Press conference Nobel Run di Senayan Park
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Abdul Rohim, perwakilan dari Nobel, mengungkapkan bahwa kegiatan olahraga bersama ini mengusung misi besar yaitu memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa setiap individu berhak maju bersama melalui inklusivitas. 

Tema "Setara Satu Lintasan" dipilih untuk menegaskan bahwa semua orang mendapatkan kesempatan yang sama tanpa terkecuali. 

“Di sini kita selain mengusung tema tentang program olahraga bersama, kita juga ingin memberikan awareness kepada masyarakat bahwa semua orang, semua individu, mendapatkan atau berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk maju bersama dengan inklusivitas, dengan kesetaraan ya tanpa terkecuali.”

Harapannya, langkah kecil melalui kegiatan lari ini mampu membuka jalan bagi tujuan yang lebih besar dalam menciptakan budaya kesetaraan di tengah masyarakat luas. 

3. Makna mendalam mengenai kesetaraan bagi penyandang disabilitas

Press conference Nobel Run di Senayan Park
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Makna mengenai setara dalam satu lintasan menurut dr. Brastho lebih kepada menitikberatkan kemudahan akses pemeriksaan dan alat penunjang seperti alat bantu dengar.

Sementara Andre dari lebih menekankan untuk melihat teknologi pendengaran sebagai cara memastikan tiap individu memiliki hak bicara dan dengar yang sama di lingkungannya.

Di sisi lain, Anggi menyebut kesetaraan adalah sebuah impian untuk mendapatkan kepercayaan dari publik, sementara Vikra memandangnya sebagai aksi nyata melalui penyaluran charity

Abdul Rohim menambahkan bahwa kesetaraan sejati baru terwujud jika akses kesehatan dan terapi yang tepat tersedia untuk mendukung tumbuh kembang ABK secara maksimal.

4. Tantangan Anggi Wahyuda lari di kategori 10 km

Press conference Nobel Run di Senayan Park
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Cerita inspiratif datang dari Anggi yang memutuskan beralih dari kategori 5 km ke 10 km demi misi kemanusiaan. Keputusan untuk mengambil tantangan yang lebih berat ini didorong oleh keinginannya untuk mengumpulkan donasi melalui konten charity

Melalui kategori 10 km ini, Anggi ingin membagikan pengalaman serta ilmu baru bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi seseorang untuk memiliki kemauan yang kuat.

"Ga sekadar memenuhi egoku tapi ini sekalian membuktikan bahwa di Nobel Run ini temen-temen disabilitas itu bukan hanya sebagai peserta tapi temen-temen disabilitas mendapat untuk siap dan boleh berkompetisi".

Langkah ini diambilnya untuk menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki posisi yang setara dalam ajang olahraga. 

5. Rincian rute dan kategori lintasan Nobel Run

Press conference Nobel Run di Senayan Park
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Acara yang akan dilaksanakan pada 9 Agustus 2026 ini merupakan kolaborasi antara Nobel, Klinik Najwa Medika, Saling Jaga, dan KitaBisa. Terdapat tiga kategori utama yang bisa diikuti:

  • Kategori 10 km, melintasi rute Semanggi, Simpang Susun, hingga Senopati dengan fasilitas tiga Water Station (WS) di Menara Mandiri, Ratu Plaza, dan Jalan Garnisun.

  • Kategori 5 km, melalui rute Semanggi, Jalan Garnisun, dan Senayan dengan satu Water Station di Jalan Garnisun.

  • Kategori 1 km (Kids Desk), kategori khusus anak-anak yang akan dilaksanakan di dalam area Senayan Park agar tetap aman dan terpantau.

6. Pentingnya dukungan masyarakat bagi ABK

Press conference Nobel Run di Senayan Park
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Vikra mengingatkan semua bahwa ABK tidak perlu "disamakan", melainkan harus "disetarakan" karena perbedaan bukanlah sebuah hambatan. 

Keunikan Nobel Run 2026 juga terlihat dari penyediaan sensory corner dan simulasi khusus agar peserta umum bisa merasakan pengalaman yang dialami teman-teman ABK.

Selain itu, jika semisalnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sekama lari, ada asuransi Kita Jaga yang akan menanggung biaya, tidak hanya saat lari tapi hingga sampai 1 tahun ke depan.

Dengan target 3.000 peserta, penyelenggara ingin memastikan bahwa ke depannya, tidak ada lagi individu yang terkendala masalah komunikasi dan sosial hanya karena keterbatasan akses terhadap alat bantu.

Dukungan Mama dan Papa dalam acara seperti ini sangat berarti untuk membangun masa depan yang lebih inklusif bagi semua anak di Indonesia.

Apakah Mama tertarik mengajak anak ikut serta dalam kategori Kids Desk untuk mengenalkan nilai empati dan kesetaraan sejak dini?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Related Articles

See More