Meski dukungan sangat dibutuhkan, tidak semua keluarga dapat dengan mudah mendapatkannya. Profesor Breen mengatakan masih ada keluarga yang menghadapi berbagai kendala ketika berusaha mencari bantuan untuk anak.
Hambatan tersebut dapat berupa waktu tunggu layanan yang panjang, biaya yang tidak sedikit, hingga kebingungan mengenai tempat atau cara mendapatkan pertolongan yang sesuai.
“Anak-anak yang berduka beserta keluarganya sering menghadapi hambatan seperti mengantri daftar tunggu yang panjang, biaya yang mahal, dan tidak tahu cara mencari bantuan,” kata Breen.
Menurut Breen, mengetahui jumlah anak yang mengalami kehilangan orangtua merupakan tahap awal untuk memahami seberapa besar kebutuhan dukungan bagi kelompok tersebut.
Langkah berikutnya adalah memastikan kondisi anak dan membantu mereka memperoleh layanan yang sesuai dengan kebutuhannya.
“Mengetahui seberapa banyak anak yang kehilangan orang tua adalah langkah awal. Selanjutnya, kami perlu memastikan kondisi mereka dan mendapat dukungan yang dibutuhkan, seperti terapi, dukungan keluarga, dan penanganan yang tepat.” lanjut Breen.
Demikian informasi mengenai anak kehilangan orangtua berisiko lebih tinggi alami gangguan mental. Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa anak yang kehilangan orangtua membutuhkan perhatian yang lebih besar, termasuk akses terhadap layanan kesehatan mental yang mudah dijangkau serta penanganan yang sesuai.