Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

7 Kalimat Ajaib agar Anak Mau Terbuka pada Orangtua

7 Kalimat Ajaib agar Anak Mau Terbuka pada Orangtua
Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI
  • Anak usia 10-12 tahun dapat menarik diri karena pubertas memicu lonjakan emosi, sementara kemampuan mengendalikan emosi belum sepenuhnya berkembang.
  • Orangtua dianjurkan menciptakan rasa aman lewat kalimat tanpa marah, fokus pada perasaan, validasi pengalaman, kasih sayang tanpa syarat, dan ruang saat anak belum siap bercerita.
  • Mengajak anak memikirkan solusi serta mengapresiasi kejujurannya membantu membangun tanggung jawab, kepercayaan diri, dan komunikasi keluarga yang lebih terbuka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah gak sih Mama Papa punya anak usia 10-12 tahun dan mulai menutup diri dari orangtua? Kebingungan apa yang sebenarnya terjadi pada anak yang mendadak menutup diri? Misalnya bertanya saat anak pulang sekolah tapi jawabannya hanya “tidak ada apa-apa”

Secara psikologis ada penjelasannya lho, Ma! Melansir dari National Institute of Mental Health, anak usia 10-12 tahun berada di fase pubertas. Sehingga secara hormon, perkembangan emosi anak akan melonjak namun pengendalian emosinya belum berkembang secara sempurna. Hal tersebut menyebabkan ‘kebingungan emosi’ dan menarik diri. 

Tapi Mama Papa tau gak sih? Cara kerja sebuah ‘kalimat’ bagi anak yang sedang berada di fase tersebut ternyata punya sebutannya dalam psikologis. Namanya Psychological Safety. Dilansir dari Harvard Business Review, kondisi aman seseorang bisa bergantung dengan tempat dan siapa.

Jadi, yuk lihat 7 kalimat ajaib agar anak mau terbuka pada orangtua versi Popmama.com.

  1. 1. “Mama Papa mau dengerin kok, tidak akan marah”

    “Mama Papa mau dengerin kok, tidak akan marah”
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Umumnya anak usia 10-12 tahun yang tidak terbuka kepada orangtua karena takut akan dimarahi. Orangtua harus memberikan jaminan kepada anak bahwa mereka tidak akan marah pada cerita si Anak. Jaminan hangat ini ampuh banget meredakan rasa cemas di kepala anak.

    Alhasil, ia bisa merasa lebih aman untuk mulai terbuka dan bicara jujur. Momen kecil ini bisa jadi langkah awal untuk mempererat ikatan emosional antara orangtua dan anak.


  2. 2. “Perasaan kamu gimana saat itu terjadi”

    "Perasaan kamu gimana saat itu terjadi?"
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Saat anak cerita, hal yang perlu orangtua pastikan adalah perasaan mereka, bukan tindakan mereka. Hal ini bertujuan agar anak mengenal perasaan yang dirasakannya. Fokus pada emosi membantu si Anak mengenali dan meredakan luapan rasa yang bikin bingung.

    Langkah sederhana ini efektif melatih kecerdasan emosionalnya sejak dini, lho! Dengan begitu, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak dalam mengelola emosi hingga dewasa nanti.

  3. 3. “Menurut kamu, solusinya apa?”

    "Menurut kamu, solusinya apa?"
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Menanyakan solusi kepada anak setelah ia cerita mampu meningkatkan kesadaran diri akan tanggung jawab. Anak dapat belajar memahami bahwa setiap perilakunya akan memerlukan tanggung jawab. Juga pertanyaan tersebut membantu anak percaya diri.

    Anak tentu akan merasa dihargai dan diperlakukan lebih dewasa oleh orangtuanya. Rasa percaya dari Mama dan Papa ini akan memicu anak untuk lebih aktif memikirkan jalan keluar terbaik atas setiap tantangan yang dihadapinya.


  4. 4. “Mama Papa juga pernah merasakan kok”

    "Mama Papa juga pernah merasakan kok"
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Validasi perasaan mereka melalui pengalaman nyata orang terdekat, yaitu orangtua. Anak perlu diberi tahu bahwa perasaan tersebut sangat wajar terjadi dikalangan umurnya. Cara manis ini efektif meruntuhkan jarak dan rasa canggung antara orangtua dan anak.

    Anakpun akan sadar kalau ia nggak sendirian menghadapi masalahnya. Pemahaman ini bakal membuat anak makin mantap untuk menjadikan orangtua sebagai support system utamanya.


  5. 5. “Apapun yang terjadi, kamu tetap anak kami”

    "Apapun yang terjadi, kamu tetap anak kami"
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Kalimat tersebut menjadi kalimat penenang untuk anak. Tujuannya adalah untuk memberitahu bahwa kasih sayang orangtua tidak memerlukan syarat. Rasa aman tanpa syarat ini bikin anak nggak perlu takut kehilangan rasa sayang di rumah.

    Ia paham betul kalau keluarga adalah tempat pulang dan berlindung paling nyaman. Keyakinan penuh ini akan menjadi benteng mental si Kecil agar tetap tangguh saat menghadapi berbagai tekanan di luar sana.

  6. 6. “Kalau belum siap cerita gapapa kok”

    "Kalau belum siap cerita gapapa kok"
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Tidak memaksa anak untuk cerita merupakan salah satu contoh memberikan ruang kepada anak. Kalimat tersebut menjadi tanda bahwa orangtua hadir di saat mereka butuhkan. Memberikan ruang seperti ini tanda kalau Mama Papa menghargai privasinya.

    Tanpa ditekan, anak justru bakal lebih nyaman mendekat dan cerita dengan sendirinya. Keterbukaan tanpa paksaan inilah yang pada akhirnya membangun hubungan yang lebih sehat dan hangat antara orangtua dan anak.


  7. 7. “Terima kasih ya sudah cerita ke Mama Papa”

    "Terimakasih ya sudah cerita ke Mama Papa"
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Bentuk apresiasi kejujuran kepada anak akan membangun fondasi kepercayaan anak kepada orangtuanya. Terutama jika anak memiliki masalah. Ucapan simpel tapi penuh makna ini bikin anak merasa keberaniannya sangat dihargai.

    Ke depannya, ia nggak akan ragu lagi untuk kembali terbuka sama Mama Papa. Kebiasaan saling mengapresiasi ini pun akan menanamkan rasa saling percaya yang makin kokoh dalam komunikasi keluarga. 

    Nah itu dia 7 kalimat ajaib agar anak mau terbuka pada orangtua. Komunikasi dengan anak usia pra-remaja memerlukan kesabaran dan empati tinggi. Dengan membiasakan kalimat-kalimat yang menenangkan dan tanpa penghakiman, anak akan merasa aman untuk menjadikan orang tua sebagai tempat cerita utama mereka. 

    Gimana Mama Papa? Bisa dicoba lho menggunakan kalimat ajaib tersebut. Agar ikatan keluarga semakin kuat.


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More