Wajib Tahu: 8 Tips untuk Membantu Anak Mengerjakan PR

Membantu anak membuat PR terkadang membuat frustasi

1 Mei 2019

Wajib Tahu 8 Tips Membantu Anak Mengerjakan PR
Freepik

Setiap orangtua tentu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Salah satunya menjadi anak yang berprestasi di sekolah. Salah satu hal yang dilakukan oleh Mama untuk mewujudkan itu adalah memastikan PR diselesaikan dengan baik.

Membuat anak mengerjakan pekerjaan rumahnya bisa menjadi tugas yang menantang. Terutama karena anak memiliki rentang konsentrasi yang lebih pendek. Banyak godaan-godaan seperti acara TV yang menarik atau game yang seru yang menyebabkan anak malas mengerjakan PR.

Sebagai orang tua, Mama harus mendukung dan memotivasi anak untuk mengerjakan PR tanpa rasa frustasi. Bagaimana caranya agar Mama tidak kehilangan kesabaran saat membantu anak mengerjakan PR?

Popmama.com mengulas beberapa tips untuk Mama.

1. Ciptakan lingkungan yang nyaman

1. Ciptakan lingkungan nyaman
pinterest.com/meitalila
Memotivasi anak untuk belajar

Pastikan area tempat anak mengerjakan PR memiliki penerangan yang baik dan jauh dari gangguan. Simpan semua alat tulis dan buku dalam jangkauannya. Sediakan tempat duduk yang nyaman untuk anak agar tidak mudah pegal.

2. Bantu anak membuat jadwal

2. Bantu anak membuat jadwal
Pixabay/Planificador, De, La

Buat jadwal yang harus diikuti oleh anak setiap hari dan pastikan anak menaati jadwal tersebut. Misalnya setiap hari minimal 30 menit untuk pekerjaan rumah bisa menjadi awal yang baik. Jangan lupa untuk istirahat ya, Ma. Dengan adanya jadwal ini, anak belajar menyeimbangkan antara waktu bermain dan belajar.

3. Biarkan anak mengerjakannya sendiri

3. Biarkan anak mengerjakan sendiri
Freepik

Dorong anak untuk mengerjakan PR tanpa bantuan. Anda dapat mengawasi dan membimbingnya. Periksa jawabannya dan koreksi dia jika dia membuat kesalahan. Anak belajar banyak dengan cara ini.

Mengerjakan PR sendiri adalah latihan untuk anak dan pengulangan dari apa yang sudah dipelajarinya di sekolah. Selain itu, mengerjakan PR sendiri dapat membuat anak menjadi mandiri dan bertanggung jawab.

Editors' Pick

4. Jadi penyemangat anak

4. Jadi penyemangat anak
Freepik

Bersorak dan pujilah anak untuk pekerjaan yang baik dan memuaskan. Kata-kata dan pujian yang baik adalah motivasi terbaik untuk anak. Ekspresikan penghargaan Mama melalui emosi dan biarkan anak mengetahui kalau dia melakukan pekerjaan dengan baik.

5. Jangan memotivasi dengan hadiah barang

5. Jangan memotivasi hadiah barang
Pixabay/pexels

Memotivasi anak melalui emosi seperti pelukan, ciuman, dan pujian dan bukan melalui hadiah seperti permen, es krim atau kue. Motivasi yang salah dapat menyesatkan anak dan menanamkan harapan yang tidak diinginkan dalam dirinya.

Selain itu, jangan mengkritik atau memberi komentar negatif mengenai pekerjaannya dan sekolahnya. Ini hanya akan menjatuhkan mental anak dan membuatnya kehilangan minat belajar.

6. Jangan terlalu memaksa anak mengerjakan PR

6. Jangan terlalu memaksa anak mengerjakan PR
Freepik

Mendorong seorang anak dan memaksanya melakukan pekerjaan rumah akan membuatnya stres, terutama jika ia baru pulang sekolah. Biarkan anak tenang dan beristirahat setelah kembali dari sekolah.

Jangan memaksanya menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat atau tanpa istirahat. Karena rentang konsentrasi yang pendek, akibatnya anak dapat kehilangan minat untuk belajar jika Mama mendorongnya terus-menerus.

7. Jangan biarkan anak mencari-cari alasan untuk tidak mengerjakan PR

7. Jangan biarkan anak mencari-cari alasan tidak mengerjakan PR
Pixabay/Annakovalcuck

Anak dapat mengemukakan alasan-alasan aneh menghindari diri dari kewajiban mengerjakan PR. Cobalah untuk mengalihkan perhatiannya ke aspek-aspek positif dan memotivasi dia.

Jika anak masih terus mencari alasan untuk tidak mengerjakan PR, Mama bisa berkonsultasi dengan guru untuk mencari tahu masalahnya dan jalan keluarnya.

8. Hindari menyusun jadwal kegiatan yang padat

8. Hindari menyusun jadwal kegiatan padat
Freepik

Jika Mama membuat anak terlibat dalam terlalu banyak kegiatan di luar rumah, ia tidak akan menemukan waktu untuk pekerjaan rumahnya.  Ini akan membuat Mama dan anak terburu-buru pada menit terakhir. Dan pada akhirnya menghasilkan kesalahan, stres, kemarahan, dan frustrasi.

Cara mana yang paling ampuh untuk anak Mama?

Baca juga:

The Latest