Orangtua Perlu Hati-Hati, Iklan LGBT Muncul di Youtube Kids

Pentingnya orangtua untuk memantau tontonan anak

14 September 2021

Orangtua Perlu Hati-Hati, Iklan LGBT Muncul Youtube Kids
Pixabay/geralt

Sebuah iklan video yang mempromosikan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) muncul di Youtube Kids dan memungkinkan bisa ditonton oleh anak-anak.

Video tersebut berjudul “Aku Bukan Homo” itu muncul di sela-sela konten video musik anak-anak. Bahkan, video itu berisi penjelasan apa yang dilakukan jika seseorang menjadi lelaki penyuka sesama jenis atau gay.

Kejadian tersebut ternyata dialami beberapa pengguna Youtube lain. Video itu pun lantas membuat geger netizen dan mengundang protes di media sosial, baik kepada pihak Youtube dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Sebab itu, orangtua perlu waspada dan sangat penting untuk mengawasi tayangan yang anak tonton mengingat hal-hal tersebut bisa terjadi sewaktu-waktu.

Berikut ini telah Popmama.com rangkum berita lengkapnya. Disimak yuk!

1. Awal mula video tersebut ditemukan

1. Awal mula video tersebut ditemukan
Instagram/christinelarasati

Video tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh Annisa Isnaeni Syamsi saat melihat tayangan video di Youtube Kids yang sedang ditonton anaknya.

“Tidak sangka banyak komen mendukung dan bilang keren. Gila loh, ini muncul di sela-sela lagu anak. Untuk anak belum bisa baca, tapi dengar liriknya aja udah terekam diotak. Sungguh miris, kok bisa-bisanya?!” ungkap Annisa.

“Asli, shock banget! Luli lagi nonton Little Angel, terus tiba-tiba iklannya kayak gini. Astagfirullah, ini film anak-anak loh,: kata akun Instagram @christinelarasati yang terkejut mendapati iklan Youtube yang tidak wajar untuk anaknya.

Setelah dilakukan penelusuran, video yang mempromosikan LGBT itu diunggah oleh akun Sinduatiga yang berjudul "Sindu-Aku Bukan Homo Official Music Video" pada 9 September 2021. Motif dari penayangan video LGBT sebagai iklannya pun masih belum jelas.

Setelah diperiksa, tidak ditemukan video apa pun, termasuk video LGBT. Hanya saja, channel tersebut telah memiliki 182 subscriber dan video LGBT itu sudah ditonton sebanyak 14.611 kali menurut catatan statistik pada channel Sinduatiga.

Editors' Picks

2. Isi video tersebut menceritakan apa yang dilakukan jika seseorang menjadi penyuka sesama jenis

2. Isi video tersebut menceritakan apa dilakukan jika seseorang menjadi penyuka sesama jenis
Popmama.com/Novy Agrina

Video LGBT itu ditampilkan dengan grafis animasi 3D dengan tokoh dua buah pisang yang sedang bernyanyi. Selain itu, warna dari tokoh buah-buahan lainnya pun beragam dan terlihat menarik.

Lantunan latar lagunya pun telah disesuaikan dengan kesukaan anak-anak. Sehingga, hal tersebut membuat khawatir para orangtua karena lantunan lagunya berpotensi terekam di memori anak-anak.

Meskipun berjudul “Aku Bukan Homo”, lirik dalam lagu itu seolah mendeskripsikan hal-hal terkait homoseksual, seperti apa yang dilakukan jika ia adalah seorang gay.

3. Video LGBT di Youtube Kids Diblokir Kominfo

3. Video LGBT Youtube Kids Diblokir Kominfo
Pixabay/openclipart-vectors-30363

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memnutuskan untuk melakukan pemblokiran akses konten iklan yang bernuansa LGBT di Youtube Kids pada Senin (13/9/2021).

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemutusan konten tersebut melalui koordinasi dengan Youtube. Ia juga meminta seluruh platform digital untuk lebih serius menjaga keamanan ekosistem digital dari konten yang melanggar aturan perundangan.

“Apabila masyarakat menemukan konten yang melanggar, segera laporkan melalui aduankonten@komifo.go.id atau kanal aduan lain yang kami sediakan,” ucap Dedy.

Dedy juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar semakin bijak dalam menerima informasi yang tersebar di internet, sehingga internet dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang menunjang produktivitas.

Youtube sendiri memiliki kebijakan tentang “Pedoman konten yang cocok untuk pengiklan”. Dalam kebijakan tersebut, dijelaskan bahwa konten dewasa bertemakan seksual tidak bisa dijadikan iklan yang menghasilkan pendapatan bagi kreator konten.

Video iklan LGBT yang tersebar luas itu tergolong konten dewasa yang semestinya dilarang untuk dijadikan iklan.

Karena itu, Youtube menegaskan bahwa konten yang melanggar kejikan akan dihapus dan channel pembuat akan mendapatkan peringatan tanpa penalti.

4. tips untuk orangtua agar dapat melindungi anak dari tayangan negatif

4. tips orangtua agar dapat melindungi anak dari tayangan negatif
Pexels/ketut-subiyanto

Menonton telah menjadi aktivitas harian bagi anak-anak dan tayangan di tonton anak perlu mendapatkan perhatian lebih.

Pasalnya, selalu ada peluang kecolongan melalui iklan di sela-sela tayangan yang anak tonton, baik di televisi maupun Youtube. Karena itu, orangtua harus waspada terhadap apa yang anak tonton dan sukai karena anak mudah terpengaruh dengan apa yang dilihat dan didengarnya.

Berikut ini Popmama.com berikan tips untuk orangtua sebagai upaya melindungi anak dari tayangan negatif:

  1. Membatasi durasi menonton, khususnya anak usia 2 tahun ke bawah dengan durasi kurang dari 1 jam, sedangkan anak usia 2 tahun atau 2 tahun ke atas bisa dibatasi dengan durasi menonton selama maksimal dua jam per hari.
  2. Membuat jadwal menonton televisi atau Youtube dan tentukan tayangan yang akan ditonton.
  3. Selalu mendampingi anak saat menonton karena iklan yang muncul bisa saja tidak sesuai untuk seusianya. Jika perlu, sering-seringlah periksa history tontonan anak.
  4. Ketika ada adegan yang tidak pantas untuk anak, sebaiknya alihkan perhatiannya dan jelaskan kenapa tayangan tersebut tidak layak di tonton.
  5. Jangan biarkan anak menonton saat waktu belajar.
  6. Pilih tayangan yang edukatif, sehingga anak tetap bisa belajar dan mendapatkan pengetahuan.

Itu dia berita lengkap yang telah Popmama.com rangkum untuk Mama. Semoga informasi tersebut membuat Mama semakin waspada terhadap tontonan anak dan lebih memerhatikan si Kecil.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.