Anak usia sekolah dasar masih berada di fase eksplorasi tinggi dan rasa ingin tahu besar. Mereka sering mencoba hal-hal baru tanpa memikirkan risiko, termasuk bermain di area yang sebenarnya bukan untuk bermain seperti kolong meja.
Dikutip dari jurnal tahun 2021 berjudul “Developmental Traits of Impulse Control Behavior in School Children under Controlled Attention, Motor Function, and Perception”, kemampuan kontrol impuls anak memang berkembang bertahap. Penelitian pada 710 anak usia 7–12 tahun menunjukkan lonjakan perkembangan kontrol impuls yang cukup jelas terjadi saat transisi kelas 4 ke kelas 5, sementara pada kelas 1–4 cenderung masih dalam fase perkembangan yang lambat. Hal ini berkaitan dengan kematangan otak bagian frontal yang berperan dalam pengendalian diri dan penilaian risiko, yang belum berkembang optimal di usia SD.
Karena itu, wajar jika anak masih sering bertindak spontan tanpa mempertimbangkan bahaya. Pengawasan guru dan orangtua tetap penting, disertai pemahaman soal batas aman saat bermain di sekolah.
Itulah tadi informasi mengenai viral kepala anak SD masuk kolong meja belajar di sekolah. Sempat menghebohkan warganet, kejadian ini bisa jadi pembelajaran berharga untuk lebih mengenal cara kerja otak anak SD nih.