Jangan Salah, Terlalu Banyak Makan Buah pun Tak Sehat untuk Anak

Segala sesuatu yang terlalu banyak memang tak baik, sekalipun itu buah yang menyehatkan

5 Desember 2019

Jangan Salah, Terlalu Banyak Makan Buah pun Tak Sehat Anak
Freepik

Keseimbangan gizi dan nutrisi sangat penting di masa-masa pertumbuhan anak. Untuk itulah, sejak bayi bisa makan makanan padat, para ahli merekomendasikan agar orangtua memperkenalkan berbagai jenis makanan pada anak. Mulai dari protein nabati-hewani, karbohidrat, sayur, buah-buahan hingga kacang-kacangan.

Pada perjalanannya, anak memiliki preferensi tersendiri terhadap makanan yang disukainya. Sebagian besar anak memang mengalami masa-masa menjadi pemilih makanan. Terutama di usia balita. Kebanyakan menolak makan buah dan sayur dan lebih menyukai makanan berkarbohidrat dan kalori tinggi seperti roti-rotian dan camilan.

Di sisi lain, sebagian anak sangat menyukai makan buah-buahan. Wah, tentunya ini sangat menyehatkan bukan, Ma? Namun jangan salah. Meski buah-buahan adalah makanan yang kaya nutrisi, jangan sampai anak kebablasan mengonsumsinya karena berpotensi mengalami 3 hal ini:

1. Kembung

1. Kembung
Freepik/kwanchaichaiudom

Buah-buahan kaya akan fruktosa alias gula alami. Kandungan ini sulit dicerna oleh sebagian orang. Pada anak dengan pencernaan sensitif, gula ini tidak sepenuhnya dicerna ketika mencapai usus kecil di mana bakteri berkembang. Akibatnya, anak akan mengalami kembung karena produksi gas berlebih.

Editors' Picks

2. Terlalu banyak serat

2. Terlalu banyak serat
Freepik/bowonpat

Seperti yang kita tahu, buah-buahan merupakan sumber serat yang baik karena hampir semua buah-buahan mengandung serat tinggi. Pada masa tumbuh-kembangnya, serat merupakan bagian penting dari asupan gizi anak asalkan dalam jumlah wajar. Mengapa? Meskipun serat penting bagi pencernaan, konsumsi terlalu banyak serat dapat mengganggu penyerapan vitamin dan mineral.

3. Ingin terus-menerus makan makanan manis

3. Ingin terus-menerus makan makanan manis
Pixabay/Studioessen

Mungkin terdengar kontradiktif. Tetapi, ya, terlalu banyak makan buah dapat menimbulkan kecanduan manis pada anak. Fruktosa dapat meningkatkan kadar gula dan dapat pula kembali normal dengan cepat. Akibatnya, tubuh anak membutuhkan asupan lain yang bisa segera menggantikan energi yang hilang dan konsumsi makanan manis adalah salah satu dampaknya. 

Nutrisi Bukan Hanya dari Buah, Padukan Agar Lebih Berfaedah

Nutrisi Bukan Ha dari Buah, Padukan Agar Lebih Berfaedah
Freepik/Valeria_aksakova

Dilansir dari Insider, ahli gizi Andy Bellati menghimbau agar masyarakat tidak menggantungkan kebutuhan nutrisi pada satu sumber saja. Memadukan antara satu sumber nutrisi dengan lainnya dapat memenuhi kebutuhan nutrisi secara holistik. Konsumsi aneka jenis makanan, seperti sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian dan protein hewani, sangat penting bagi anak di usia pertumbuhan.

Bellati juga menyarankan agar masyarakat menghindari diet fruitarian yang mengharuskan pengikutnya hanya makan buah-buahan saja. Jika ini dilakukan, dapat mengakibatkan defisit nutrisi yang justru bisa menjadi bumerang bagi kesehatan. 

Variasikan Jenis Buah-buahan

Variasikan Jenis Buah-buahan
Freepik/onlyyouqj

Penting untuk memvariasikan konsumsi buah-buahan setiap hari, tidak hanya satu jenis saja. Anna Debenham, seorang ahli diet mengungkapkan bahwa variasi aneka buah penting karena masing-masing jenis buah mengandung senyawa kimia bernama phytochemical.

Phytochemical merupakan senyawa unik untuk melawan berbagai penyakit. Senyawa ini pulalah yang memberi pigmentasi warna pada buah-buahan. "Contohnya pigmen oranye pada mangga dan jeruk, mengandung betakaroten yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi kesehatan mata dan kulit," ungkap Debenham, dilansir dari Huffington Post

Agar tidak kebablasan, para ahli gizi merekomendasikan konsumsi buah-buahan sebanyak 2-3 porsi per hari. Contoh kombinasi per porsinya adalah: 1 buah apel atau pisang ukuran sedang, 2 buah aprikot atau kiwi ukuran kecil dan 1 cangkir buah campuran (berry, anggur atau salad buah). 

Semoga informasi ini bermanfaat dalam menyajikan makanan sehat dengan gizi dan nutrisi seimbang untuk anak ya, Ma. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.