5 Tanda Anak Mengalami ADHD yang Sulit Terdeteksi

Tak melulu agresif, tanda-tanda ini juga bisa mengindikasikan anak mengalami ADHD

31 Maret 2020

5 Tanda Anak Mengalami ADHD Sulit Terdeteksi
Freepik/Luis_molinero / Freepik

Dalam lingkup pergaulan sehari-hari, Mama mungkin pernah menjumpai adanya anak-anak yang tampak kesulitan berkonsentrasi, tidak mampu mendengarkan dengan baik, atau bahkan tidak dapat mengikuti instruksi meskipun telah diberi banyak penjelasan. Jangan keburu emosi dahulu saat menghadapi anak-anak dengan kondisi ini ya, Ma. Bisa jadi anak-anak ini mengalami apa yang disebut Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD.

ADHD adalah salah satu gangguan neurologis yang biasanya menyerang anak-anak. Kondisi ini dapat terus berlanjut hingga mereka remaja bahkan saat dirinya beranjak dewasa. Secara umum, selain kesulitan berkonsentrasi, anak dengan ADHD seringkali menunjukkan perilaku agresif dan pelupa.Hal ini akan menghambat seluruh aspek kehidupannya, terutama yang berkaitan dengan masalah akademis. 

Pada dasarnya gejala ADHD yang muncul pada masa kanak-kanak dan remaja sebenarnya mudah dikenali. Namun, pada beberapa kasus, tidak semua anak yang terlihat sangat aktif dapat didiagnosis menderita ADHD.

Berikut Popmama.com merangkum lima tanda anak mengalami ADHD yang tidak mudah dideteksi. Hal ini perlu Mama ketahui agar lebih mudah membimbing anak di kemudian hari. 

1. Kesulitan belajar

1. Kesulitan belajar
Pixabay/Sof_lo

Banyak orang tua yang seringkali salah mendefinisikan ketidakmampuan anak menangkap pelajaran dengan ADHD. Ya, secara umum memang gejala keduanya memang mirip. Pada dasarnya, penderita ADHD juga mengalami kesulitan belajar sehingga berpengaruh dalam mempnroses informasi yang diberikan. Termasuk juga kemampuannya untuk membaca, menulis, berbicara, dan berhitung.
 

2. Hipoglikemia

2. Hipoglikemia
Pexels.com

Tak jarang juga penderita ADHD mengalami hipoglikemia. Hipoglikemia merupakan kondisi kadar gula tubuh yang rendah. Hal ini berkaitan dengan sifat umum dari penderita hipoglikemia yang seringkali melakukan banyak hal-hal aneh di luar kewajaran, agresif, dan bahkan dapat menjadi hiperaktif saat kadar gula darah mereka dalam keadaan rendah.

Editors' Picks

3. Masalah penglihatan dan pendengaran

3. Masalah penglihatan pendengaran
Freepik

Seorang anak yang mengalami ADHD bisa jadi memiliki masalah dengan penglihatan atau pendengaran pada inderanya. Itulah sebabnya ketidakmampuan ini membuatnya tidak dapat memperhatikan keadaan di sekitarnya dengan baik. Problem ini juga terlihat saat anak diminta untuk membaca atau mendengarkan instruksi.

4. Masalah jantung

4. Masalah jantung
Freepik/pocky_pooky

Sebenarnya penyakit jantung dan ADHD adalah hal-hal yang sangat berbeda, tetapi keduanya bisa jadi berhubungan. Jantung memiliki hubungan langsung dengan otak, sehingga ketika ada sesuatu yang salah dengan kinerja jantung akan sangat memengaruhi sistem kerja otak pula. Karena itu, saat anak terdiagnosa mengalami ADHD, dokter akan menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut yang berkaitan dengan kesehatan jantungnya. 

5. Gangguan perilaku

5. Gangguan perilaku
Freepik/Asier_relampagoestudio

Anak dengan ADHD kerapkali dianggap mengalami gangguan perilaku seperti bipolar karena gejalanya memang sangat mirip. Antara lain: energi yang berlebihan, terdorong melakukan tindakan yang mengganggu orang lain, banyak cakap dan sangat sensitif jika sedang dalam periode maniak. 

Nah, itulah lima tanda anak mengalami ADHD yang tidak terdeteksi. Jika Mama menjumpai anak Mama atau anggota keluarga yang menunjukkan gejala seperti disebutkan di atas, sebaiknya segera cari bantuan dokter untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.