Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
5 Fakta Pencernaan Sehat bagi Tumbuh Kembang Anak
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana
  • Sistem pencernaan anak berhubungan langsung dengan otak, sehingga gangguan perut bisa memengaruhi suasana hati, nafsu makan, dan kualitas tidur yang penting bagi perkembangan otak.

  • Masalah pencernaan membuat nutrisi sulit diserap optimal, menyebabkan anak sulit naik berat badan meski makan banyak karena zat gizi hanya 'numpang lewat' di usus.

  • Keseimbangan mikrobiota usus penting dijaga melalui prebiotik dan probiotik seperti Lactobacillus reuteri yang bantu memperbaiki mood, nafsu makan, serta menurunkan risiko gangguan pencernaan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kesehatan saluran pencernaan pada masa kanak-kanak sering kali hanya dikaitkan dengan urusan buang air besar atau sakit perut biasa. 

Padahal, sistem pencernaan yang sehat merupakan fondasi paling utama dan krusial yang menentukan seluruh proses tumbuh kembang fisik maupun kecerdasan emosional anak. 

Topik kesehatan yang sangat krusial bagi masa depan anak ini dibahas secara tuntas dan edukatif dalam acara LACTOGROW Digestion Expert Lab pada Jumat (5/6/2026) di Jakarta Selatan bersama dengan Spesialis Anak, dr. Miza Afrizal Azwir, Sp.A., BMedSci, MKes.

Berikut Popmama.com rangkum 5 fakta penting mengenai kesehatan pencernaan anak!

1. Hubungan saluran pencernaan dengan kinerja otak anak

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Banyak orangtua yang belum menyadari bahwa sistem pencernaan manusia memiliki jalur komunikasi internal yang sangat intim dan sensitif dengan sistem saraf pusat. 

Saluran lambung dan usus memiliki kemampuan untuk mengirimkan sinyal langsung ke otak tanpa memerlukan organ perantara lainnya di dalam tubuh. 

“Saluran pencernaan kalau mau komunikasi ke otak bisa langsung, nggak butuh perantara. Jadi kalau saluran pencernaan anak ada gangguan, ia akan langsung berefek ke mana-mana” ujar dr. Miza.

Ketika perut anak mengalami gangguan, manifestasi klinis yang paling sering terlihat di rumah adalah perubahan suasana hati menjadi rewel, anak menjadi sangat clingy atau manja, hingga bertingkah serba salah seperti digendong salah dan ditaruh pun tetap salah. 

Kondisi begah dan kembung ini juga otomatis menurunkan nafsu makan serta merusak kualitas tidur malam anak karena mereka sering terbangun, padahal tidur nyenyak sangat penting untuk perkembangan otak.

2. Nutrisi “numpang lewat” yang menghambat pertumbuhan

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Kasus gangguan pencernaan pada anak usia dini ternyata memiliki statistik kejadian yang cukup tinggi di tengah masyarakat dan tidak boleh dianggap sepele. 

Berdasarkan data medis, pada kelompok anak di bawah usia 4 tahun, tercatat ada 1 dari 5 anak yang mengalami masalah atau gangguan pada saluran pencernaannya. 

Masalah pada pencernaan ini secara otomatis akan memengaruhi bagaimana kualitas nutrisi dan gizi makanan yang masuk ke dalam tubuh anak bisa diserap secara optimal atau tidak. 

Proses pemenuhan gizi ini sering kali sudah terasa sulit sejak awal, mulai dari drama memasukkan makanan ke mulut hingga aksi melepeh makanan yang sedang dikunyah. 

Dampak buruknya, banyak orangtua mengeluhkan anak mereka sudah makan dalam porsi banyak tetapi berat badannya tidak kunjung bertambah karena zat gizinya hanya sekadar "numpang lewat" tanpa diserap usus.

3. Penyebab utama gangguan pencernaan anak

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Faktor pemicu terjadinya masalah pencernaan pada anak dapat dikelompokkan menjadi dua kategori besar yang memiliki karakteristik penanganan yang berbeda. 

  • Kondisi sakit, seperti muntah-muntah, anak mengalami diare atau mencret, hingga kondisi sembelit parah yang membuatnya tidak bisa buang air besar, di mana kondisi ini sebaiknya langsung ditangani oleh dokter anak. 

  • Kondisi tidak sakit, yang gejalanya tidak kasat mata sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua karena anak terlihat sehat dari luar. 

Perlu diketahui bahwa di dalam tubuh manusia terdapat jutaan mikrobiota atau bakteri, dan agar tubuh berfungsi dengan baik diperlukan jumlah bakteri baik yang dominan. 

Anggi Marito sebagai seorang Mama juga merasa harus cepat menyadari jika anak sudah menunjukkan rasa tidak nyaman.

"Dulu nggak langsung dikaitkan dengan pencernaan. Akhirnya cari-cari di internet sampai tahu akhirnya berhubungan langsung sama pencernaan," ujar Anggi.

Kunci utama untuk menjaga kesehatan perut anak yang tampak sehat ini adalah dengan konsisten menjaga keseimbangan antara bakteri baik dengan sistem pencernaan.

4. Peran prebiotik dan probiotik di dalam usus besar

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Untuk menjaga keseimbangan mikrobiota tersebut, orangtua harus memahami perbedaan fungsi antara prebiotik dan probiotik yang sering kali disalahpahami sebagai dua benda yang sama, padahal fungsinya berbeda jauh. 

Prebiotik adalah zat makanan berbentuk serat yang tidak bisa dicerna di bagian saluran pencernaan mana pun kecuali saat sudah mencapai usus besar yang terletak di bagian bawah sebelum rektum. 

Fungsi utama usus besar ini adalah untuk menarik cairan tubuh, sehingga jika terjadi gangguan pada prebiotik, dampaknya akan langsung terlihat pada tekstur feses anak, baik berupa diare karena terlalu banyak cairan atau justru menjadi sangat keras. 

Sementara itu, probiotik adalah mikrobiota atau makhluk hidup ramah bagi pencernaan manusia yang jumlahnya sangat banyak, di mana salah satu jenis yang paling banyak diteliti dan terbukti memberikan manfaat besar bagi tubuh adalah Lactobacillus reuteri.

5. Keunggulan istimewa bakteri Lactobacillus reuteri untuk anak

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Jenis bakteri baik Lactobacillus reuteri memiliki keunikan tersendiri karena sudah diperkenalkan kepada manusia sejak masih berada di dalam kandungan melalui air ketuban ibu dan juga terkandung secara alami di dalam Air Susu Ibu (ASI).

Keunggulan utama dari Lactobacillus reuteri ini adalah kemampuannya untuk menempel dengan kuat di sepanjang dinding saluran pencernaan manusia, mulai dari area rongga mulut, esofagus, hingga usus halus dan usus besar.

Beberapa dampak positif yang terlihat antara lain suasana hati atau mood anak menjadi lebih bagus dan bahagia, angka kejadian gangguan pencernaan menurun drastis, nafsu makan anak terjaga dengan baik, serta mampu mengurangi gangguan tidur di malam hari.

Komitmen untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memelihara keseimbangan mikrobiota usus ini juga sejalan dengan misi pemenuhan gizi keluarga dari sektor industri.

“Sebagai bagian dari Nestlé yang memiliki pengalaman panjang di bidang nutrisi, kami ingin membantu orang tua memahami bahwa pencernaan yang sehat merupakan salah satu fondasi penting bagi tumbuh kembang anak,” ujar Vera Gozali selaku Category Marketing Manager PT Nestlé Indonesia.

Apakah Mama sudah memastikan kebutuhan prebiotik dan probiotik anak terpenuhi dengan seimbang minggu ini?

Editorial Team

Related Article