Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

16 Cara Berkomunikasi dengan Anak Sesuai Tipe Kepribadian MBTI

16 Cara Berkomunikasi dengan Anak Sesuai Tipe Kepribadian MBTI
Magnific/pressfoto
Share Article

Pernah nggak, Mama merasa perkataan yang kita ucapkan ke anak itu sering nggak nyambung atau malah membuat anak semakin menjauh?

Terkadang, kesalahpahaman terjadi bukan karena anak nggak mau mendengarkan, melainkan karena cara Mama menyampaikan pesan itu tak sesuai dengan bahasa yang ia pahami, Ma.

Setiap anak itu memiliki cara unik dalam menerima dan memproses informasi, termasuk saat diajak berbicara oleh orangtuanya. Nah, memahami tipe kepribadian MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) bisa menjadi jembatan komunikasi yang luar biasa antara Mama dan si Kecil.

Dengan mengetahui kecenderungan kepribadiannya, Mama bisa menyesuaikan nada bicara, pilihan kata, bahkan waktu yang tepat untuk berbicara agar pesan Mama benar-benar sampai ke hati dan pikirannya.

Karena pada dasarnya, komunikasi yang efektif bukan hanya tentang apa yang dikatakan, tapi juga bagaimana cara mengatakannya, Ma.

Untuk itu, kali ini Popmama.com akan membahas cara berkomunikasi yang paling efektif untuk setiap tipe kepribadian MBTI ana, Yuk, simak panduan lengkapnya!

1. ISTJ – Berbicara Fakta, Bukan Perasaan

anak belajar bersama orangtua
Magnific/freepik

Anak ISTJ adalah tipe yang sangat logis dan menghargai fakta di atas segalanya. Saat berkomunikasi dengan mereka, sampaikan sesuatu yang berbasis bukti dan data.

Hindari membesar-besarkan cerita atau menggunakan kata yang ambigu, karena mereka akan langsung mempertanyakan keakuratannya. Jangan heran kalau mereka bawel dan terus bertanya ya, Ma.

Gunakan kalimat yang singkat, padat, dan jelas, karena mereka tidak suka basa-basi atau obrolan ringan yang tidak bermakna.

Berbicara dengan anak ISTJ juga perlu dengan dengan nada tenang, Ma. Selain itu, pastikan Mama memberi mereka waktu untuk mencerna setiap informasi sebelum merespons.

2. ISFJ – Utamakan Nada Lembut dan Penuh Perhatian

mengajarkan anak
Pexels/Artem Podrez

Anak ISFJ adalah pribadi yang sangat sensitif terhadap nada bicara dan suasana hati lawan bicaranya. Saat berbicara dengan mereka, pastikan suara Mama terdengar lembut, hangat, dan tidak terburu-buru, ya.

Mereka akan merasa aman jika diajak bicara dengan penuh kasih sayang dan sangat menghargai pengakuan. Mama bisa menyampaikan apresiasi atas usaha kecil yang mereka lakukan, sekecil apa pun itu.

Ajuka juga pertanyaan dengan hati-hati untuk menggali perasaan mereka, karena terkadang mereka sulit mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya, Ma.

3. INFJ – Ajak Berdiskusi tentang Nilai dan Makna

mom and daughter
Magnific/freepik

Anak INFJ adalah pemikir idealis yang selalu mencari makna di balik setiap hal. Maka dari itu, berbicara dengan anak perlu dengan mengaitkan topik pembicaraan yang sesuai nilai-nilai kebaikan atau tujuan yang lebih besar, Ma.

Mereka akan sangat antusias jika diajak mendiskusikan mengapa di balik sebuah aturan atau keputusan.

Selain itu, hindari juga komunikasi yang terkesan manipulatif atau berpura-pura, karena mereka memiliki intuisi yang tajam dan bisa merasakan jika ada ketidaksesuaian antara kata dan hati Mama.

Saat bicara dengan anak tipe MBTI ini, pastikan juga untuk memberinya ruang dalam berbagi mimpi dan ide-ide besarnya, ya.

4. INTJ – Hormati Pemikiran Mandiri Mereka

mama bersama anak lakinya
Magnific/freepik

Anak INTJ adalah pemikir yang sangat independen dan tidak suka diatur-atur, Ma. Makanya saat berkomunikasi dengan mereka, perlakukan mereka sebagai teman diskusi, bukan bawahan, ya.

Sampaikan pendapat Mama dengan logika yang kuat dan buka ruang untuk diskusi yang sehat. Hindari berbicara dengan nada menggurui atau memaksakan kehendak.

Anak dengan MBTI ini jugaakan lebih menghormati Mama jika bisa mengikuti alur pikir mereka yang cepat. Tapi, Mama juga perlu memberikan alasan yang jelas di balik setiap permintaan agar mereka bisa mendengarkan dengan sukarela.

5. ISTP – Ajak Bicara Sambil Bergerak

anak dan mama berkebun
Magnific/rawpixles.com

Anak ISTP adalah pembelajar kinestetik yang tidak suka duduk diam mendengarkan ceramah. Buatnya, gaya bicara seperti ini sangat membosankan, Ma!

Cara terbaik berkomunikasi dengan mereka adalah sambil melakukan aktivitas fisik bersama, seperti berjalan-jalan, memasak, atau mengerjakan proyek tangan bersama.

Mama juga bisa menghindari obrolan panjang yang terlalu bertele. Cukup sampaikan pesan Mama dengan kalimat pendek dan langsung ke inti akan membuatnya mudah larut dalam komunikasi.

Anak dengan MBTI ini biasanya akan lebih merespons pertanyaan yang menantang logika dan pemecahan masalah daripada pertanyaan tentang perasaan, Ma.

6. ISFP – Gunakan Bahasa Seni dan Perasaan

mama bersama anak-anaknya
Magnific/freepik

Anak ISFP adalah pribadi yang sangat artistik dan peka terhadap keindahan. Mereka lebih mudah menangkap pesan yang disampaikan melalui gambar, musik, atau cerita daripada kata-kata langsung, Ma.

Jika Mama ingin menyampaikan sesuatu, coba bungkus dengan kisah yang menyentuh. Jadi, ajak anak duduk bersama sambil mendengarkan cerita yang membuatnya menarik untuk didengar.

Bicaralah dengan nada yang sangat lembut dan hindari kritik tajam yang bisa melukai perasaan mereka. Ciptakan suasana yang tenang dan nyaman agar anak mau membuka hati untuk berbicara.

7. INFP – Jadilah Pendengar yang Baik untuk Mereka

happy mama with kiddo
Magnific/tirachardz

Anak INFP adalah pribadi yang penuh dengan dunia batin yang kaya. Cara terbaik berkomunikasi dengan mereka adalah dengan menjadi pendengar yang aktif dan penuh empati.

Alih-alih menggurui, coba biarkan mereka berbicara tentang perasaan, mimpi, dan nilai-nilai yang mereka yakini tanpa menyela, Ma.

Hindari meremehkan ide-ide mereka atau menganggapnya tidak realistis dan pilihlah kata-kata yang menginspirasi serta dukung setiap gagasan kreatif yang mereka miliki.

Kalau anak mulai nyaman menceritakan setiap ide atau perasaan dalam dirinya, tandanya Mama berhasil menjadi tempat curhat yang aman baginya.

8. INTP – Ajak Debat Ide, Bukan Emosi

mama memberi makan anak-anaknya.jpg
Freepik

Anak INTP adalah pemikir analitis yang sangat menikmati diskusi intelektual. Meski masih kecil, menyampaikan argumen Mama dengan logika yang konsisten dan buka ruang untuk bertukar pikiran bisa jadi cara berkomunikasi yang tepat, lho.

Mereka suka jika diajak membahas teori, konsep, dan kemungkinan-kemungkinan baru. Tapi, pastikan juga tidak membawa emosi atau perasaan ke dalam pembicaraan, karena mereka akan sulit merespons.

Saat mengajak anak diskusi, berikan mereka waktu untuk memproses informasi dan merumuskan jawaban sebelum meminta tanggapan ya, Ma.

9. ESTP – Bicaralah dengan Cepat dan Penuh Semangat

media sosial pada remaja
Freepik

Sebagai anak dengan kepribadian extrovert, anak ESTP adalah pribadi yang energik dan tidak suka suasana lambat, Ma.

Saat berbicara dengan mereka, gunakan nada bicara yang terasa lebih, antusias, dan penuh percaya diri. Mereka akan merespons dengan baik jika Mama langsung ke inti dan menghindari kata-kata yang tidak perlu.

Hindari berbicara terlalu pelan atau bertele-tele, Ma, karena mereka bisa cepat bosan. Sesekali, Mama bisa juga memasukkan unsur humor dan tantangan dalam percakapan untuk membuat mereka tetap tertarik pada obrolan.

10. ESFP – Gunakan Nada Ceria dan Ekspresi Wajah

movie time mother and son
Magnific/freepik

Anak ESFP adalah pribadi yang ceria dan sangat ekspresif. Mereka merespons komunikasi yang hangat, penuh senyum, dan tidak kaku.

Saat berbicara dengan mereka, Mama bisa menggunakan ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang hidup untuk menarik perhatian mereka.

Jika memang harus menyampaikan kritik, sampaikan dengan cara yang lembut dan dibungkus dengan pujian terlebih dahulu ya, Ma. Hal ini karena mereka sangat menghargai suasana yang menyenangkan dalam setiap percakapan.

11. ENFP – Dorong Mereka untuk Bercerita

buku cerita mama dan anak
Magnific/peoplecreations

Anak ENFP adalah komunikator alami yang sangat senang bercerita dan berbagi ide. Nah, cara terbaik berbicara dengan mereka adalah memberikan pertanyaan-pertanyaan terbuka yang merangsang imajinasi.

Kalau sedang membahas suatu topik, coba deh Mama tunjukkan ketertarikan pada setiap cerita yang mereka bagikan. Pasti anak akan lebih semangat untuk berbicara.

Hindarimemotong pembicaraan mereka atau menganggap ide-ide mereka terlalu berlebihan ya, Ma. Mereka akan merasa sangat dihargai jika Mama bisa menjadi pendengar yang antusias dan mendukung mimpi-mimpi besar mereka.

12. ENTP – Siapkan Diri untuk Debat Seru

anak dan mama tertidur
Magnific/tirachardz

Anak ENTP adalah debater ulung yang sangat menikmati adu argumen, lho. Saat berbicara dengan mereka, jangan takut jika mereka sering membantah atau mempertanyakan perkataan Mama.

Meski masih kecil, ternyata ini adalah cara alami anak dengan MBTI ini untuk berpikir dan memahami, Ma.

Jadi, pastikan Mama tidak menggunakan aturan kaku tanpa ruan negosiasi, ya. Buatlah diskusi yang menarik agar anak tetap diberi kebebasan untuk menyampaikan sudut pandang alternatif.

Agar lebih menarik perhatian anak saat membuka obrolan bersama, Mama bisa menyampai sesuatu yang provokatif dan menantang untuk memancing pembicaraan lebih lanjut.

13. ESTJ – Tegas, Jelas, dan Tanpa Basa-basi

mama bersama anak laki-lakinya.jpg
Magnific/pressfoto

Anak ESTJ adalah pribadi yang tegas dan menghargai kejelasan, Ma.

Saat berkomunikasi dengan mereka, sampaikan aturan, harapan, dan konsekuensi dengan nada yang lugas dan percaya diri karena Mereka tidak suka pesan yang berbelit-belit atau ambigu.

Hindari berbicara dengan nada ragu-ragu karena mereka akan sangat menghargai lawan bicara berbicara dengan tegas berdasarkan fakta.

Selain itu, Mama juga bisa melibatkan anak dalam pengambilan keputusan untuk membuat mereka merasa dihargai dalam setiap obrolan yang terbentuk.

14. ESFJ – Penuhi Kebutuhan Emosional Mereka

ajarkan jiwa bisnis pada anak sejak dini
Magnific/freepik

Anak ESFJ adalah pribadi yang sangat peduli pada hubungan sosial. Mereka merespons komunikasi yang sopan, penuh perhatian, dan menekankan kerja sama.

Saat berbicara dengan anak yang punya MBTI ini, tunjukkan bahwa Mama peduli dengan perasaan dan kenyamanan mereka. Dengan begitu, anak akan lebih tertarik ketika diajak ngobrol, Ma.

Mama juiga perlu hindari mengkritik mereka di depan orang lain, karena itu bisa membuat mereka sangat malu. Berikan pujian dan pengakuan secara terbuka, dan libatkan mereka dalam percakapan keluarga agar merasa menjadi bagian penting.

15. ENFJ – Bicara tentang Potensi dan Masa Depan

skincare anak dan mama
Magnific/prostooleh

Anak ENFJ adalah pemimpin alami yang sangat termotivasi oleh pengembangan diri. Saat berbicara dengan mereka, fokuslah pada potensi mereka dan bagaimana mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Saat berbicara dengan anak ENFJ, mereka akan sangat merespons kata-kata yang membangkitkan semangatnya. Mama bisa memancing percakapan dimulai dari topik yang disukai agar mereka tertarik.

Saat anak mengutarakan pemikirannya, hindari kritik yang membuat semangat berceritanya menurun ya, Ma.Sampaikan masukan dengan cara yang konstruktif dan penuh perhatian.

Dengarkan ide-ide mereka tentang bagaimana membantu orang lain, karena itu adalah salah satu cara mereka mengekspresikan diri.

16. ENTJ – Sampaikan Visi dan Strategi Besar

masak daging bersama anak.jpg
Magnific/freepik

Anak ENTJ adalah pribadi yang visioner dan berorientasi pada pencapaian. Makanya saat berbicara dengan mereka, sampaikan tujuan dan strategi untuk mencapainya, Ma.

Mereka akan sangat antusias jika diajak mendiskusikan rencana jangka panjang. Tapi, pastikan agar Mama menghindari berbicara dengan nada merendahkan, ya.

Karena karakter pada anak dengan MBTI ini sangai menghargai orang yang bisa mengikuti kecepatan berpikir mereka, maka Mama bisa libatkan anak dalam perencanaan dan pengambilan keputusan keluarga untuk membuat mereka merasa dihargai.

Itu dia cara berkomunikasi dengan anak sesuai tipe kepribadian MBTI-nya.

Mengubah cara komunikasi berdasarkan kepribadian anak memang butuh kesabaran dan observasi, tapi hasilnya akan sangat terasa dalam kedekatan hubungan Mama dan si Kecil.

Perlu diingat bahwa tak ada gaya komunikasi yang sempurna, Ma, yang terpenting adalah niat tulus Mama untuk memahami dan mencintai anak apa adanya.

Semoga informasi di atas bermanfaat dan bisa bantu membangun komunikasi yang lebih hangat dan efektif saat di rumah, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More