Kenali 8 Jenis Kecerdasan dan Bakat Anak Sejak Dini

Terus rangsang bakat anak sejak dini agar bisa meraih hasil maksimal

20 Maret 2021

Kenali 8 Jenis Kecerdasan Bakat Anak Sejak Dini
Freepik/Diana.grytsku

Apakah Mama pernah mendengar konsep kecerdasan majemuk? Pakar pendidikan dari Amerika Serikat, Profesor Howard Gardner, menunjukkan ada 8 kecerdasan majemuk pada anak, yaitu linguistik, logika matematika, musikal, kinestetik, visual spasial, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis.

Setiap anak memiliki bakat yang berbeda, ada yang berbakat di bidang ilmu matematika, ada yang lebih menonjol pada olahraga, dan ada yang pandai menyusun kata-kata.

Namun ini bukan berarti bahwa anak yang pandai matematika lebih cerdas daripada anak yang pandai olahraga, ataupun sebaliknya.

Bimbingan yang tepat dapat membawa hasil yang baik, apapun bakat yang dimiliki anak. Namun, untuk mengetahui bagaimana menangani bakat anak, Mama harus mengenali berbagai kecerdasan yang mereka miliki.

Kali ini Popmama.com akan membahas 8 kecerdasan majemuk menurut Profesor Howard Gardner untuk lebih mengidentifikasi bakat yang dimiliki anak. Yuk simak Ma!

1. Kecerdasan Linguistik-Verbal

1. Kecerdasan Linguistik-Verbal
Freepik/Racool-studio

Kecerdasan linguistik dimiliki oleh anak yang suka membaca, menulis, dan berbicara. Anak juga bisa menyesuaikan makna kata dan bunyi, ritme, nada suara, dan ukuran kata, seperti yang mungkin dilakukan seorang penyair.

Selain suka membaca, menulis, berbicara, anak yang memiliki kecerdasan linguistik juga punya ketertarikan pada bahasa asing. Umumnya anak yang berbakat pada linguistik ini lebih menonjol dalam menulis cerita, menulis puisi, mendongeng, berdiskusi, atau berdebat.

2. Kecerdasan Logika-Matematis

2. Kecerdasan Logika-Matematis
Freepik

Anak yang lebih menonjol di bidang kecerdasan logika atau matematis ini memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah. Hal ini dapat terlihat dari kegemarannya seperti bermain puzzle, menyusun angka atau kalimat, bereksperimen, mengajukan pertanyaan, dan mahir menganalisis situasi atau orang lain.

Selain itu, anak yang mempunyai kecerdasan logika atau matematis juga dapat memahami dan mengenali pola atau simbol, memiliki keterampilan komputasi, dan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan berbagai masalah melalui logika.

3. Kecerdasan Visual Spasial

3. Kecerdasan Visual Spasial
Freepik/User9954133

Apakah anak Mama suka menggambar, membuat patung dari lilin mainan, atau membuat bangunan dengan Lego atau balok? Jika iya, artinya anak memiliki kecerdasan visual spasial.

Selain itu, anak juga menonjol dalam geometri sehingga pandai membaca peta, memvisualisasikan, membuat, dan memanipulasi sesuatu dalam suatu ruang, objek, atau bangunan. Seperti yang mungkin dilakukan oleh pilot pesawat, arsitek, bahkan pemain catur.

Editors' Picks

4. Kecerdasan Kinestetik

4. Kecerdasan Kinestetik
Freepik/Waridsara.p

Anak yang memiliki kecerdasan kinestetik umumnya bertubuh atletis, pandai dalam berbagai olahraga dan aktivitas fisik. Menggunakan keterampilan motorik kasar atau motorik halus seseorang untuk mengekspresikan diri atau menciptakan karya, belajar, atau memecahkan masalah.

Anak juga melibatkan koordinasi dan ketangkasan penggunaan seluruh tubuh, atau bagian tubuh tertentu, seperti tangan. Anak yang memiliki kecerdasan kinestetik memiliki kemampuan seperti menari, mengendarai sepeda, berenang, dan bermain sepak bola.

Anak juga memiliki keseimbangan tubuh yang baik, dan bisa mengekspresikan diri dengan baik melalui bahasa tubuh dan dapat dengan cepat meniru gerakan.

5. Kecerdasan Musikal

5. Kecerdasan Musikal
Pixabay/coyot

Mama pasti sudah bisa menebak dari namanya bukan? Jika anak mahir mengenal nada, irama, dan bunyi serta pandai menyanyi dan memainkan alat musik, maka artinya anak memiliki kecerdasan musikal.

Kecerdasan musikal meliputi mengekspresikan diri dan memahami, serta berkreasi melalui musik⁠ dengan menyanyi, memainkan alat musik, menggubah aransemen, memimpin aransemen, dan lain-lain. Selain itu anak juga dapat melibatkan kemampuan musik seperti kepekaan ritme, nada, irama, dan timbre.

6. Kecerdasan interpersonal

6. Kecerdasan interpersonal
Freepik/Rawpixel-com

Jika anak mudah dekat dengan orang lain, mampu berkomunikasi secara efektif, dan memiliki keterampilan sosial yang baik, maka anak memiliki kecerdasan interpersonal. Anak bisa mengatur perasaan, emosi, dan temperamen dari orang lain.

Anak dengan kecerdasan interpersonal tinggi sering dikaitkan dengan kepemimpinan, cenderung pandai berkomunikasi, memahami orang lain, dan senang bekerja dalam kelompok, yang terkadang disebut sebagai kecerdasan sosial.

7. Kecerdasan Intrapersonal

7. Kecerdasan Intrapersonal
Freepik/Sersobol

Anak yang memiliki kecerdasan intrapersonal umumnya lebih tenang, lebih dewasa, dan dapat mengatur dirinya sendiri dengan baik. Anak juga mampu melakukan introspeksi diri, memahami arti dan tujuan hidup yang baik, serta memiliki rasa percaya diri dan emosi yang stabil.

Ia pun mengerti akan perasaan, pikiran, kecemasan, sifatnya sendiri, memiliki kreativitas, kebijaksanaan, dan kemampuan untuk menggunakan pemahaman untuk mengendalikan perilaku serta membuat rencana dan keputusan.

Selain itu, anak juga dapat memotivasi dirinya sendiri untuk melakukan sesuatu tanpa disuruh oleh Mama atau Papanya.

8. Kecerdasan Naturalis

8. Kecerdasan Naturalis
Freepik

Kecerdasan naturalis artinya anak sangat memahami alam, tumbuhan, hewan, dan lingkungan. Ia juga mampu mengidentifikasi, mengamati, mengkategorikan, dan memahami ciri-ciri yang membedakan tentang alam.

Kecerdasan ini membantu anak untuk menggunakan elemen dan pola di alam dalam menciptakan produk atau memecahkan masalah. Anak yang punya kecerdasan naturalis dikenal suka bermain di luar ruangan, menikmati alam, berkebun, dan pecinta binatang.

Bagaimana menurut Mama?

Pernahkah Mama memperhatikan anak memiliki kecerdasan majemuk?

Terus tingkatkan minat dan bakat anak agar ia bisa meraih hasil maksimal. Hindari membandingkan anak dengan siapapun, karena setiap anak memiliki bakat yang berbeda.

Semoga informasinya bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.