Saat anak memasuki fase batita, eksplorasi menjadi bagian dari keseharian si Kecil. Mereka sedang berada pada tahap perkembangan otak yang membuat rasa ingin tahunya meningkat tajam, namun kemampuan memahami instruksi masih terbatas.
Akibatnya? Jatuh, tersenggol, tergores, atau memar kecil menjadi “rutinitas”. Meski wajar, kondisi ini sering membuat orang tua panik dan cenderung bereaksi berlebihan, sehingga si kecil ikut merasa takut.
Untungnya, pendekatan perawatan luka kini semakin modern. Fokusnya bukan hanya menyembuhkan, tetapi juga memastikan prosesnya tidak menimbulkan rasa sakit atau drama.
Anak sering luka saat main? ini tips penyembuhan paling efektif untuk Mama yang dibahas para ahli bersama Popmama.com dalam acara Parenting Bash by theAsianparent (05/12/2025).
