Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Penyebab Anak Mual setelah Minum Susu, Bisa Jadi Minum Terlalu Cepat
Pexels/Alex Green
  • Mual setelah minum susu pada anak dapat disebabkan oleh intoleransi laktosa atau alergi protein susu sapi.

  • Refluks, minum susu terlalu banyak, dan minum terlalu cepat juga bisa memicu rasa mual.

  • Mama perlu memperhatikan pola mual dan gejala lain yang muncul setelah anak minum susu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Susu menjadi salah satu minuman yang sering diberikan kepada anak karena mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang. Namun, pada beberapa anak, minum susu justru dapat diikuti rasa mual, ingin muntah, perut kembung, atau rasa tidak nyaman di perut.

Kondisi tersebut tidak selalu berarti anak tidak cocok dengan susu. Ada beberapa kemungkinan penyebab, mulai dari sistem pencernaan yang belum optimal hingga kondisi tertentu seperti intoleransi laktosa dan alergi protein susu sapi. Dengan mengenali penyebabnya, Mama bisa lebih mudah mengamati pola gejala yang dialami si Kecil.

Dalam artikel ini Popmama.com telah megumpulkan beberapa penyebab anak mual setelah minum susu.

Yuk Ma, disimak!

Deretan Penyebab Anak Mual setelah Minum Susu

1. Intoleransi laktosa

Freepik

Salah satu penyebab anak merasa mual setelah minum susu karena intoleransi laktosa. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan enzim laktase yang berfungsi mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu.

Laktosa yang tidak tercerna dengan baik dapat masuk ke usus besar dan menimbulkan berbagai keluhan pencernaan. Selain mual, anak bisa mengalami perut kembung, banyak buang angin, sakit atau kram perut, hingga diare. Gejala biasanya muncul setelah anak mengonsumsi susu atau produk olahan susu dalam jumlah tertentu.

Intoleransi laktosa berbeda dengan alergi susu sapi. Kondisi ini berkaitan dengan kemampuan tubuh mencerna gula susu dan umumnya hanya menimbulkan gangguan pada saluran pencernaan.

2. Alergi protein susu sapi

Freepik/master1305

Mual setelah minum susu juga dapat menjadi salah satu tanda alergi protein susu sapi. Berbeda dari intoleransi laktosa, alergi susu terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap protein yang terdapat dalam susu.

Gejalanya dapat muncul segera setelah anak mengonsumsi susu, tetapi pada beberapa jenis alergi gejalanya bisa tertunda hingga beberapa jam atau bahkan beberapa hari. Selain mual atau muntah, anak dapat mengalami sakit perut, diare atau sembelit, refluks, kembung, eksim, ruam hingga muncul lendir atau darah pada feses.

Jika mual setelah minum susu selalu disertai gejala lain, Mama sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa anak hanya mengalami intoleransi laktosa. Alergi protein susu sapi memerlukan penanganan yang berbeda.

3. Refluks setelah minum susu

Magnific/azerbaijan_stockers

Rasa mual juga bisa berkaitan dengan refluks, yaitu kondisi ketika isi lambung dan asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Pada anak yang masih kecil, sistem pencernaan yang belum sepenuhnya matang dapat membuat refluks lebih mudah terjadi.

Refluks dapat membuat anak tidak nyaman setelah minum, termasuk menunjukkan tanda ingin muntah atau benar-benar memuntahkan susu. Pada bayi, refluks juga dapat ditandai dengan gumoh setelah menyusu, menangis setelah minum, menolak minum, atau melengkungkan punggung.

Jika anak terlihat sering mual atau muntah setelah minum susu dan keluhannya terus berulang, maka penting untuk memperhatikan pola kemunculannya serta gejala lain yang menyertai.

4. Minum susu terlalu banyak

Pixabay/Couleur

Porsi susu yang terlalu banyak dalam satu waktu juga dapat membuat perut anak terasa penuh dan tidak nyaman. Kondisi tersebut bisa memicu rasa mual, terutama jika anak langsung beraktivitas setelah minum.

Mama dapat memperhatikan jumlah susu yang dikonsumsi anak sekaligus waktu pemberiannya. Sebaiknya, kebutuhan susu disesuaikan dengan usia, pola makan, dan kebutuhan nutrisi anak. Jangan menjadikan susu sebagai pengganti seluruh makanan utama karena anak usia 1–3 tahun tetap membutuhkan variasi makanan untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Jika anak berulang kali merasa mual setelah minum dalam jumlah banyak, tetapi tidak mengalami keluhan saat mengonsumsi dalam jumlah lebih sedikit, maka pola tersebut bisa menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

5. Minum susu terlalu cepat

Pexels/Alex Green

Selain jumlahnya, cara anak minum susu juga dapat berpengaruh terhadap rasa nyaman di perut. Anak yang minum terlalu cepat dapat menelan lebih banyak udara sehingga perut terasa penuh dan kembung.

Kondisi perut yang terlalu penuh atau kembung dapat membuat anak merasa tidak nyaman dan memicu rasa mual. Oleh karena itu, Mama bisa membiasakan anak minum secara perlahan dan memberikan jeda jika anak sudah terlihat kenyang.

Perhatikan juga apakah mual hanya terjadi setelah minum susu atau muncul setelah anak mengonsumsi makanan dan minuman lainnya. Catatan sederhana mengenai waktu minum susu, jumlah yang dikonsumsi, serta gejala yang muncul dapat membantu mengetahui pola keluhannya.

Itulah beberapa penyebab anak mual setelah minum susu. Mual setelah minum susu pada anak bisa disebabkan oleh berbagai hal dan tidak selalu menunjukkan adanya alergi. Intoleransi laktosa, alergi protein susu sapi, refluks, hingga kebiasaan minum terlalu banyak atau terlalu cepat dapat menjadi beberapa kemungkinan penyebab.

Jika keluhan sering berulang, Mama dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab yang tepat sebelum melakukan perubahan besar pada pola makan atau jenis susu anak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article