5 Penyebab Anak Sakit Perut setelah Minum Susu, Bisa Jadi Alergi

Sakit perut setelah minum susu dapat disebabkan oleh intoleransi laktosa, alergi protein susu sapi, atau kondisi pencernaan lainnya.
Intoleransi laktosa biasanya menyebabkan sakit perut, kembung, gas, dan diare setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa.
Jika sakit perut disertai muntah, diare berdarah, ruam, pembengkakan, atau gangguan pernapasan, segera periksakan anak ke dokter.
Susu menjadi salah satu minuman yang sering diberikan kepada anak karena mengandung berbagai nutrisi penting untuk mendukung tumbuh kembang. Namun, pada beberapa anak, minum susu justru dapat diikuti keluhan seperti sakit perut, kembung, mual hingga diare.
Kondisi tersebut tidak selalu berarti anak tidak cocok dengan susu. Ada beberapa kemungkinan penyebab, mulai dari intoleransi laktosa hingga alergi protein susu sapi. Gejala dan tingkat keparahannya pun dapat berbeda pada setiap anak.
Menurut American Academy of Pediatrics, intoleransi laktosa merupakan masalah pencernaan ketika tubuh kesulitan memecah laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit atau kram perut, kembung, gas, dan diare setelah mengonsumsi susu atau produk olahannya.
Nah, dalam artikel ini Popmama.com telah mengumpulkan beberapa penyebab anak sakit perut setelah minum susu.
Yuk Ma, disimak!
Deretan Penyebab Anak Sakit Perut setelah Minum Susu
1. Intoleransi laktosa

Vecteezy/Srinrat Wuttichaikitcharoen Salah satu penyebab yang cukup umum adalah intoleransi laktosa. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup enzim laktase untuk memecah laktosa dalam susu.
Laktosa yang tidak tercerna kemudian dapat menimbulkan berbagai keluhan pada sistem pencernaan. Anak mungkin merasakan sakit atau kram perut, perut kembung, banyak buang gas, hingga diare setelah minum susu.
Gejalanya dapat muncul dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa. Semakin banyak laktosa yang dikonsumsi, gejalanya bisa semakin terasa.
Intoleransi laktosa juga dapat bersifat sementara. Pada anak, kondisi ini terkadang muncul setelah mengalami infeksi virus yang mengganggu saluran pencernaan.
2. Alergi protein susu sapi

Magnific/azerbaijan_stockers Berbeda dari intoleransi laktosa, alergi susu sapi melibatkan sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap protein dalam susu.
Selain sakit atau kram perut, anak yang mengalami alergi susu dapat menunjukkan gejala lain, seperti muntah, diare, ruam atau biduran, batuk, mengi, hingga pembengkakan pada bibir atau bagian tubuh tertentu.
Reaksi alergi susu biasanya muncul dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah anak mengonsumsi susu. Pada kondisi tertentu, alergi dapat menyebabkan anafilaksis yang merupakan reaksi alergi berat dan membutuhkan penanganan medis segera.
Oleh karena itu, Mama sebaiknya tidak langsung menyimpulkan anak hanya mengalami intoleransi laktosa jika sakit perut disertai gejala alergi lainnya.
3. Sistem pencernaan anak sedang sensitif

Freepik Sakit perut setelah minum susu juga bisa terjadi ketika sistem pencernaan anak sedang mengalami gangguan. Salah satunya setelah anak mengalami infeksi saluran pencernaan.
American Academy of Pediatrics menjelaskan bahwa intoleransi laktosa dapat muncul sementara setelah infeksi virus. Kondisi ini terjadi karena kemampuan tubuh untuk mencerna laktosa dapat terganggu selama saluran pencernaan dalam proses pemulihan.
Jika sebelumnya anak mengalami muntah atau diare, kemudian mengeluh perut tidak nyaman setelah minum susu, maka kondisi tersebut bisa menjadi salah satu kemungkinan yang perlu diperhatikan.
4. Anak mengonsumsi susu dalam jumlah terlalu banyak
Unsplash/Aleksey Melkomukov Jumlah susu yang diminum juga dapat memengaruhi kenyamanan pencernaan anak. Pada anak yang sensitif terhadap laktosa, konsumsi dalam jumlah lebih banyak dapat membuat gejala pencernaan semakin terasa.
Keluhan yang muncul dapat berupa perut kembung, sakit perut, banyak gas, hingga diare. Gejala intoleransi laktosa memang dapat berbeda berdasarkan jumlah laktosa yang dikonsumsi dan seberapa banyak laktosa yang dapat ditoleransi tubuh anak.
Oleh sebab itu, Mama dapat memperhatikan apakah keluhan selalu muncul setelah anak minum susu dalam jumlah tertentu.
5. Ada masalah pencernaan lain yang kebetulan muncul setelah minum susu

Pexels/Victoria Bowers Tidak semua sakit perut yang muncul setelah minum susu disebabkan oleh susu. Anak juga bisa mengalami sakit perut karena kondisi lain, seperti sembelit, infeksi saluran kemih, atau gangguan pencernaan lainnya.
American Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa sembelit merupakan salah satu penyebab sakit perut yang cukup umum pada anak. Keluhan perut juga dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi lain sehingga penting memperhatikan gejala yang menyertainya.
Jika sakit perut terus berulang dan tidak hanya terjadi setelah minum susu, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya.
Itulah beberapa penyebab anak sakit perut setelah minum susu. Pada dasarnya, sakit perut setelah minum susu dapat disebabkan oleh berbagai faktor dan tidak selalu menandakan kondisi yang serius.
Mama bisa memperhatikan pola gejala yang muncul dan jenis susu yang dikonsumsi anak. Dengan mengetahui penyebabnya, Mama dapat lebih mudah menentukan langkah yang tepat agar si Kecil tetap nyaman dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi.









-Eh9DuG3qQJPyQh6YRMejlwciH0bhDFCE.jpg)











