Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Penyebab Gusi Bengkak pada Anak tapi Tidak Sakit dan Cara Mengatasinya
pexels.com/Анастасия Триббиани
  • Gusi anak yang bengkak tanpa nyeri dapat dipicu penumpukan plak, tumbuh gigi, trauma mulut, kekurangan vitamin B atau C, hingga efek samping obat tertentu.
  • Penumpukan plak berisiko berkembang menjadi radang gusi, sedangkan pembengkakan terkait obat perlu segera diperiksakan ke dokter agar tidak memburuk.
  • Penanganan meliputi berkumur air garam hangat, kompres dingin, cukup minum, sikat dan floss lembut, obat sesuai anjuran dokter, serta pemeriksaan gigi tiap enam bulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat gusi anak tiba-tiba membengkak, Mama pasti cukup khawatir dengan keadaannya. Penyebab gusi bengkak ini bisa diakibatkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebersihan gigi yang kurang hingga efek dari penggunaan obat tertentu.

Meski demikian, tidak semua kondisi gusi yang bengkak selalu nyeri, lho. Supaya kamu lebih paham tentang gusi anak yang bengkak, yuk simak deretan penyebab gusi bengkak pada anak tapi tidak sakit beserta cara mengatasinya!

1. Penumpukan plak atau sisa-sisa makanan

Pexels.com/Vanessa Loring

Penyebab gusi bengkak pada anak tapi tidak sakit yang pertama bisa disebabkan oleh penumpukan plak atau sisa makanan. Plak yang menempel pada gigi dan gusi akan memicu iritasi serta pembengkakan ringan, terutama jika kebersihan mulut tidak terjaga dengan baik.

Penumpukan ini sering terjadi di sela-sela gigi atau garis gusi yang sulit dijangkau oleh sikat gigi. Jika tidak dibersihkan secara rutin, plak akan mengeras menjadi karang gigi yang makin memperburuk peradangan gusi. Meskipun belum menimbulkan nyeri, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi gingivitis atau radang gusi yang lebih serius, lho.

2. Tumbuh gigi

magnific.com/freepic.diller

Umumnya, gusi bengkak saat tumbuh gigi disertai rasa nyeri sehingga anak gampang rewel. Namun, dalam beberapa kondisi, pembengkakan juga bisa terjadi tanpa rasa sakit yang terlalu parah. Pada bayi dan balita, gusi bisa terlihat membengkak beberapa hari hingga sekitar satu minggu sebelum gigi baru muncul.

Selama masa ini, anak mungkin tidak selalu merasa kesakitan atau hanya sedikit merasa kurang nyaman.  Kamu bisa meredakan ketidaknyamanan tersebut dengan memijat gusi secara lembut atau memberikan teether dingin.


3. Trauma pada mulut

pexels.com/Jonathan Borba

Melansir Pediatric Dentistry West, trauma pada mulut juga dapat menjadi penyebab gusi bengkak gusi bengkak pada anak tapi tidak sakit berikutnya. Kondisi ini bisa terjadi akibat kebiasaan menggigit benda keras, cedera ringan saat bermain, atau menyikat gigi terlalu kuat sehingga jaringan gusi mengalami iritasi dan membengkak.

4. Malnutrisi

pexels.com/George Pak

Menurut Healthline, Kekurangan vitamin tertentu, terutama vitamin B dan vitamin C, ternyata dapat memengaruhi kesehatan gusi. Vitamin C berperan penting dalam menjaga dan memperbaiki jaringan gusi. Oleh karena itu, jika anak kekurangan vitamin C, hal ini bisa meningkatkan risiko gusi bengkak maupun gangguan pada mulut.

Meskipun kondisi tersebut tergolong jarang terjadi, orang tua tetap perlu memastikan anaknya mendapatkan asupan makanan bergizi seimbang setiap hari. Pola makan yang kaya vitamin dan mineral tak hanya bagus untuk kesehatan tubuh, tetapi juga memberi dampak positif untuk kesehatan gusi.

5. Efek samping obat tertentu

pexels.com/Tima Miroshnichenko

Tidak semua jenis obat cocok untuk tubuh anak. Salah satu gejala penolakan yang mungkin terjadi bisa berupa pembengkakan gusi. Oleh karena itu, kamu perlu waspada dengan kejadian seperti ini agar tidak lagi memberi anak obat yang menyebabkan alergi.

Jika mengalami hal ini, segeralah pergi ke dokter. Jangan menunggu hingga gejalanya kian parah karena bisa memberi dampak buruk pada anak yang lebih serius lagi.

Cara mengatasi gusi bengkak pada anak tapi tidak sakit

pexels.com/Helena Lopes
  • Berkumur dengan larutan air garam hangat
    Jika anakmu sudah paham berkumur, coba gunakan larutan air garam hangat untuk membantu mengurangi bakteri di dalam mulut sekaligus meredakan pembengkakan ringan pada gusi.

  • Kompres area yang bengkak
    Kompres hangat pada bagian luar pipi biasanya bisa dilakukan untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman atau nyeri. Sementara itu, untuk mengurangi pembengkakan pada gusi, kamu bisa memilih kompres dingin.

  • Perbanyak minum air putih
    Pastikan anak minum air putih yang cukup agar produksi air liur tetap optimal. Pasalnya, air liur berperan membersihkan rongga mulut dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab masalah gusi.

  • Gunakan obat untuk meredakan gusi bengkak sesuai anjuran dokter
    Berikutnya, kamu bisa membeli obat khusus gusi bengkak yang aman untuk anak sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter. Hindari memberikan obat tanpa memastikan sesuai tidaknya dengan usia anak, ya!

  • Rajin menyikat gigi
    Rajin menyikat gigi bisa menjadi salah satu langkah untuk mencegah terjadinya gusi bengkak. Selain itu, gunakan sikat gigi berbulu halus dan ajari anak menyikat gigi dengan gerakan yang lembut. Menyikat gigi terlalu keras dapat memperparah iritasi pada gusi yang sedang bengkak.

  • Ajarkan penggunaan benang gigi (dental floss)
    Mulailah ajarkan anak menggunakan benang gigi sejak dini. Membersihkan sela-sela gigi secara rutin dapat mengangkat sisa makanan dan plak yang tidak terjangkau oleh sikat gigi sehingga masalah gusi bengkak dapat diminimalisir.

  • Rutin periksa ke dokter gigi
    Jadwalkan pemeriksaan gigi setiap enam bulan sekali. Selain menjaga kesehatan gigi dan gusi, dokter juga dapat mendeteksi lebih dini jika terdapat perubahan pada warna, bentuk, atau kondisi gusi anak yang memerlukan penanganan.

Itulah penjelasan seputar penyebab gusi bengkak pada anak tapi tidak sakit dan cara merawatnya. Semoga informasi di atas membantu kamu, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article