Ketahui 4 Tahap Penting Perkembangan Anak Usia 2 Tahun

Sudahkah si Kecil melalui 4 tahapan berikut?

24 April 2019

Ketahui 4 Tahap Penting Perkembangan Anak Usia 2 Tahun
Pixabay.com/seven_0707

Tahapan tumbuh kembang tiap anak berbeda-beda sesuai dengan usianya.

Ketika anak berusia dua tahun, otaknya telah mampu membentuk hubungan antar saraf yang tidak terhitung jumlahnya.

Hal ini membantunya untuk memahami apa, bagaimana dan kenapa dunia kecilnya demikian.

Anak usia dua tahun juga sudah mulai memahami konsep di dalam, di luar, di sana, jauh, dekat, di bawah, maupun di mana.

Orangtua dapat melihat kemampuan barunya dalam hal pemahaman ruang. Misalnya, anak mulai bisa memahami dan mengikuti petunjuk mengambil bola di dalam keranjang.

Tak hanya itu, masih ada beberapa perkembangan anak usia 2 tahun lainnya yang perlu orangtua ketahui.

Sebagai pedoman mengukur tumbuh kembang si Kecil, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa faktanya.

1. Perhatikan pertumbuhan fisik anak yang ideal

1. Perhatikan pertumbuhan fisik anak ideal
Freepik.com

Perkembangan fisik pada anak mencakup tumbuhnya 16 gigi pertama, namun jumlah sebenarnya bisa sangat bervariasi.

Pertumbuhan fisik juga mencakup kenaikan berat badan dan tinggi badan.

Idealnya, berat badan anak dua tahun berkisar 10-13 kilogram dengan tinggi badan anak mencapai kisaran 84-89 cm.

Untuk meningkatkan perkembangan fisiknya, Mama dapat mengajak si Kecil melakukan beberapa kegiatan berikut:

  • Ajak anak dan seluruh keluarga berjalan kaki bersama
  • Biarkan anak berlarian di taman
  • Bawa anak bermain di playground
  • Dorong anak untuk menyortir dan membereskan mainannya sendiri untuk meningkatkan kemampuan motorik halusnya
  • Berikan anak kertas dan krayon untuk menggambar sehingga kemampuan motorik halusnya semakin terlatih

2. Perkembangan sensorik dan kognitif penting diperhatikan

2. Perkembangan sensorik kognitif penting diperhatikan
Pexels/Pixabay

Anak usia ini dapat berbicara dengan menggabungkan 2-3 kata dan kosa kata meningkat menjadi sekitar 50-300 kata, walaupun jumlah tersebut bisa sangat bervariasi.

Dengan kosa kata yang makin banyak, anak mulai bisa berkomunikasi tentang kebutuhanannya.

Hal-hal semacam ingin ke toilet, sedang haus atau sedang lapar, kini bisa disampaikannya dengan lebih jelas.

Selain itu, anak mulai bisa memakai dan melepas baju sendiri.

Anak bisa menunjukkan objek yang Mama sebutkan dan mulai mengetahui nama-nama anggota keluarga atau orang yang dekat dengannya, serta mengetahui bagian-bagian tubuhnya.

Agar lebih optimal, berikut beberapa aktivitas yang dapat menambah kemampuan kognitif perkembangan anak 2 tahun:

  • Bernyanyi bersama
  • Berlatih menyebutkan abjad dan angka
  • Menunjuk sebuah benda dan minta anak menyebutkan nama benda tersebut
  • Memberi pertanyaan pada anak
  • Jelaskan secara sederhana setiap kali Mama melakukan sesuatu. Misalnya, "Mama sekarang sedang mengikat tali sepatumu.”
  • Berikan pilihan dan biarkan anak memutuskan. Misalnya, “Kamu mau bola merah atau bola biru?”
  • Tawarkan berbagai macam permainan yang dapat mengembangkan kreativitas dan pemecahan masalah
  • Membicarakan di mana keberadaan anggota keluarga saat mereka sedang tak di rumah. Misalnya, Papa pergi ke kantor, Mama sedang berbelanja di supermarket, Nenek tinggal di rumahnya sendiri di kota lain, dan sebagainya

Editors' Picks

3. Perkembangan keterampilan motorik

3. Perkembangan keterampilan motorik
Freepik.com

Tahap perkembangan selanjutnya mencakup kemampuan anak untuk bisa berlari dengan koordinasi yang lebih baik.

Selain itu, keseimbangan anak juga telah menjadi lebih baik.

Anak bisa berdiri sambil mengambil objek, melempar bola, dan bisa menendang bola tanpa kehilangan keseimbangan.

Anak juga mulai terampil di lingkungannya, ia sudah bisa memutar gagang pintu, memerhatikan buku dan membalik halamannya, menyusun balok mainan, dan siap untuk menjalani toilet training.

Anak juga bisa berjalan menaiki atau menuruni tangga sendiri sambil berpegangan, namun sebaiknya tetap didampingi orangtua.

Agar motoriknya dapat berkembang lebih optimal, lakukanlah beberapa kegiatan berikut:

  • Bermain membuat menara balok
  • Beraktivitas di labirin
  • Bermain dorong-dorongan
  • Berlari-lari kecil
  • Menendang bola
  • Menari berjinjit
  • Melukis

4. Ketahui perkembangan emosi dan sosial pada usia 2 sampai 5 tahun

4. Ketahui perkembangan emosi sosial usia 2 sampai 5 tahun
pixabay.com/superkiki

Mulai usia 2-5 tahun, anak-anak belajar untuk mengenali dan mengendalikan emosi secara bertahap.

Ia mulai bisa menunjukkan kemandirian serta suka meniru orang lain yang lebih tua darinya.

Selain itu, anak juga sudah mulai bersemangat bertemu dan bermain bersama teman.

Pada usia dua tahun, anak-anak biasanya mengalami masalah kebiasaan, seperti menghisap jempol, mengalami mimpi buruk, dan temper tantrum.

Kondisi tersebut terjadi ketika emosi anak sedang meledak-ledak, bahkan hingga menggigit, menendang, atau menjerit-jerit.

Umumnya hal ini terjadi karena anak belum bisa mengungkapkan apa yang dirasakannya, atau berusaha ingin menyampaikan apa yang dia rasakan hingga membuatnya frustrasi.

Anak memperlihatkan perilaku temper tantrum ketika sedang merasa tidak nyaman, lelah, lapar, atau tidak mendapatkan yang mereka inginkan.

Namun, bukan berarti tantrum boleh dibiarkan begitu saja. Orangtua tetap harus belajar teknik menenangkan anak ketika mereka sedang melancarkan tantrum.

Nah, agar si Kecil dapat mengolah emosi dan sosialnya dengan baik, Mama dapat mengajak anak untuk melakukan beberapa kegiatan berikut ini:

  • Lakukan playdate
  • Biarkan anak berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai usia
  • Bantu anak mengenali setiap emosi yang ia rasakan
  • Berikan mainan dan peralatan yang mendorong anak untuk bermain pura-pura seperti boneka bayi, peralatan dapur, atau membuat benteng menggunakan selimut
  • Biarkan anak membantu Mama dengan pekerjaan rumah yang sederhana, misalnya meletakkan baju kotornya di keranjang cucian

Nah, itulah 4 tahap perkembangan anak usia 2 tahun yang wajib orangtua ketahui.

Sudahkah si Kecil menguasai keempat tahapan di atas, Ma?

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!