Pernahkah Mama merasa khawatir saat si Kecil tiba-tiba tantrum di tengah mal, atau menangis histeris karena hal sepele seperti sendok jatuh?
Seringkali kita sebagai orang dewasa berpikir bahwa anak usia dua tahun "hanya rewel" dan akan baik-baik saja dengan sendirinya. Padahal, di balik setiap luapan emosi itu, ada momen-momen kritis yang sedang membentuk siapa dirinya di masa depan.
Itulah mengapa apa yang kita tanamkan hari ini, akan tumbuh dan ia panen dua dekade mendatang, Ma. Saat si Kecil sedang kewalahan, di situlah fondasi karakter dan kesehatan mentalnya mulai dibangun.
Lalu, bagaimana cara kita menyikapi usia emas ini, Ma? Yuk, simak ulasan lengkapnya dalam artikel Popmama.com berikut ini.
