Perbedaan utama terletak pada daya tahan konsentrasi. Misal, anak aktif mampu memfokuskan perhatian pada tugas seperti menyusun puzzle hingga tuntas, sedangkan anak ADHD umumnya tidak bisa bertahan pada satu aktivitas lebih dari lima menit dan perhatiannya sangat mudah teralih.
Selain itu, anak aktif masih bisa diajak berkomunikasi serta mau mematuhi aturan jika diberi alasan yang tepat, sementara anak ADHD cenderung menunjukkan sikap memberontak, membangkang, dan sulit dikendalikan saat dilarang melakukan sesuatu.
Anak aktif juga biasanya lebih kreatif dalam menciptakan cara bermain yang baru, berbeda dengan anak ADHD yang sering kali merusak mainan atau memainkannya dengan cara yang tidak teratur tanpa tujuan jelas.
Anak yang aktif secara normal memiliki kesadaran terhadap rasa lelah dan akan berhenti beristirahat saat tenaganya habis, sedangkan anak ADHD seolah tidak pernah lelah dan terus bergerak secara berlebihan tanpa tujuan fungsional yang pasti.
Dalam interaksi sosial, anak aktif cenderung lebih sabar saat harus menunggu giliran atau mengantre, sementara anak ADHD sering kali menunjukkan perilaku impulsif dan agresif, seperti merebut benda milik teman atau melakukan kekerasan fisik secara tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas.
Jika gejala hiperaktivitas dan kurangnya perhatian ini menetap selama minimal 6 bulan, sangat penting bagi orangtua untuk berkonsultasi dengan ahli guna mendapatkan diagnosis yang tepat.
Itulah tadi informasi mengenai viral anak Denise Chariesta gigit Briella saat main. Semoga ini bisa menjadi bahan refleksi bagi orangtua untuk lebih memahami cara anak mengekspresikan emosi sekaligus memberikan arahan yang tepat sejak dini.