Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Waspada! Katarak juga Bisa Terjadi pada Anak, Ini Kata Pakar
Popmama.com/Syiva Amalia
  • Katarak dapat terjadi sejak bayi dan anak-anak, terutama akibat faktor genetik atau infeksi ibu saat hamil, seperti Rubella, Toxoplasma, Cytomegalovirus, dan TORCH.

  • Tanpa penanganan dini, katarak anak berisiko menghambat perkembangan saraf penglihatan hingga menyebabkan gangguan permanen, termasuk mata malas atau ambliopia.

  • Operasi menjadi penanganan utama dengan pengangkatan lensa keruh dan penggunaan lensa buatan atau kontak khusus; idealnya dilakukan sebelum usia 17 minggu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penyakit katarak selama ini mungkin identik dengan proses penuaan pada orangtua, y, Ma.

Tapi tahukah Mama bahwa gangguan penglihatan ini ternyata juga bisa menyerang bayi dan anak-anak sejak lahir?

Fakta medis tersebut dijelaskan oleh Dokter Spesialis Mata JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. Milzan Murtadha, SpM, dalam pertemuannya bersama media di Jakarta pada Rabu (30/9/2026).

Kondisi katarak ini tentu memerlukan perhatian khusus karena dapat memengaruhi perkembangan fungsi penglihatannya.

Namun, di tengah perkembangan teknologi medis saat ini, penanganan katarak kini tidak lagi sekadar menghilangkan kekeruhan lensa. Tapi juga mengedepankan quality of vision supaya si Kecil tumbuh dengan optimal.

Lantas, apa pemicu katarak pada anak dan bagaimana penanganannya?

Sudah Popmama.com rangkum penjelasan katarak bisa terjadi pada anak, langsung dari Dr. Milzan Murtadha, SpM, Dokter Spesialis Mata dari JEC Eye Hospitals and Clinics berikut ini, Ma!

1. Mengapa katarak bisa terjadi pada bayi dan anak-anak?

Pexels/Vanja Lazic

Mendengar kata katarak, kebanyakan Mama mungkin langsung membayangkan kondisi mata yang biasa dialami oleh lansia.

Namun, secara medis katarak juga bisa dialami oleh bayi sejak baru lahir maupun anak-anak di usia tumbuh kembangnya, lho.

​Berbeda dengan katarak pada orang dewasa yang dipicu oleh faktor degeneratif atau penuaan, katarak pada anak memiliki pemicu yang berbeda, nih.

Menurut Dokter Spesialis Mata JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. Milzan Murtadha, SpM, katarak kongenital di picu 2 hal mengapa anak bisa mengalami katarak:

  1. Faktor genetik. Adanya riwayat kelainan genetik yang diturunkan dari orangtua atau keluarga kepada anak mama, sehingga perkembangan lensa matanya terganggu sejak dalam kandungan.

  2. ​Infeksi masa kehamilan pada ibu. Risiko infeksi yang dialami Mama saat hamil—seperti infeksi Rubella, Toxoplasma, Cytomegalovirus (TORCH), atau virus lainnya juga dapat berdampak langsung pada pembentukan organ mata janin.

Jika tidak ditangani sejak awal, kondisi ini dapat menghambat perkembangan saraf penglihatan anak dan memicu gangguan penglihatan permanen.

2. Penanganan operasi katarak yang disesuaikan khusus untuk anak

Pexels/Delhi Eye Centre

​Satu-satunya tindakan medis yang paling efektif untuk mengatasi katarak pada anak adalah melalui prosedur operasi.

Operasi ini dilakukan dengan cara mengangkat lensa alami mata yang keruh dan melapisinya atau menggantinya agar cahaya bisa kembali masuk dengan jernih.

​Meskipun prinsip dasarnya mirip dengan operasi katarak orang dewasa, Dr. Milzan Murtadha, SpM menekankan bahwa tindakan pada anak membutuhkan pendekatan serta teknik yang dimodifikasi khusus.

Mengutip dari jec.co.id, berikut prosedur operasi katarak anak dan pascaoperasinya:

Tindakan utama untuk mengatasi katarak kongenital dilakukan dengan dua tahapan penting:

  • ​Mengangkat lensa mata yang keruh.

  • ​Mengganti dengan lensa buatan (Intraocular Lens/IOL) atau menggunakan lensa kontak khusus, yang disesuaikan dengan besar dan kondisi bola mata si Anak.

Operasi sebaiknya dilakukan sebelum bayi berusia 6 bulan, ya, Ma. Malah idealnya sebelum usia anak 17 minggu, untuk mencegah terjadinya gangguan penglihatan seperti mata malas atau ambliopia.

3. Pentingnya fasilitas penunjang kesehatan mata anak

Dok. JEC Eye Hospitals and Clinics

Perkembangan teknologi medis saat ini telah mengubah paradigma penanganan katarak, Ma.

Operasi katarak tidak lagi sekadar menghilangkan kekeruhan pada lensa mata, tetapi berfokus pada kualitas penglihatan supaya si Kecil dapat tumbuh, belajar, dan beraktivitas secara mandiri.

​Sebagaimana disampaikan oleh Dr. Milzan Murtadha, SpM, penanganan mata anak memerlukan konsultasi mendalam untuk menentukan pendekatan tindakan yang paling sesuai dengan kondisi dan ukuran mata anak.

​Sebagai institusi pelayanan kesehatan mata terdepan, JEC Eye Hospitals and Clinics menghadirkan komitmen ini melalui layanan medis berbasis teknologi bedah presisi dan diagnostik canggih untuk anak maupun dewasa.

Mama tidak perlu khawatir, karena JEC Eye Hospitals and Clinics ​sudah tersebar di sembilan kota di Indonesia.

​Pengembangan layanannya pun berkelanjutan seperti JEC BALI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, serta persiapan fasilitas baru di Tangerang dan Kediri. Jadi Mama tidak perlu takut lagi mengenai masalah kesehatan mata anak.

Itulah penjelasan mengenai katarak yang bisa terjadi pada anak. Deteksi dini dan pengamatan terhadap respon penglihatan si Kecil adalah kunci utama untuk mencegah gangguan penglihatan permanen.

​Jika Mama melihat ada kejanggalan jangan ragu untuk segera mengonsultasikannya ke dokter spesialis mata. Semoga artikel ini bermanfaat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article