Kejang Parsial Kompleks pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Kejang ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat

23 Oktober 2021

Kejang Parsial Kompleks Anak Gejala, Penyebab, Pengobatan
Pexels/Karolina Grabwoska

Salah satu gangguan kesehatan yang kerap menimpa anak dengan masalah para otak adalah kejang. Kejang parsial kompleks dikenal juga sebagai kejang gangguan kesadaran fokal atau kejang gangguan kesadaran onset fokal. 

Jenis kejang parsial kompleks ini sering dialami anak yang menderita epilepsi. Tetapi tak sedikit pun anak dengan cerebral palsy yang mengalaminya. 

Lalu, seperti apa sih gejala dan penyebab kejang parsial kompleks pada anak? Berikut ini Popmama.com merangkum informasinya, dilansir dari Healthline:

1. Seperti apa bentuk kejang parsial kompleks pada anak?

1. Seperti apa bentuk kejang parsial kompleks anak
Pexels/Karolina Grabwoska

Kejang parsial kompleks pada anak biasanya terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Mereka yang mengalami kejang ini tidak menyadari sekelilingnya. Bahkan mereka juga mungkin tidak sadarkan diri dalam waktu yang singkat.

Kejang yang dimulai dari area lobus frontal otak biasanya lebih pendek daripada yang dimulai dari area lobus temporal. 

Editors' Picks

2. Gejala kejang parsial kompleks pada anak

2. Gejala kejang parsial kompleks anak
Pexels/Lisa 2721581

Ada beberapa kemungkinan gejala kejang parsial kompleks yang dialami anak. Gejala-gejala ini terjadi dalam satu periode kejang dan berlangsung dalam waktu beberapa menit, antara lain:

  • Tatapan kosong atau terlihat seperti sedang melamun
  • Tidak bisa menjawab ketika ditanyai
  • Bangun dari tidur tiba-tiba
  • Menelan, memukul, menggigit bibir, atau menggerakkan mulut berulang-ulang
  • Mengucapkan kata berulang-ulang
  • Berteriak, tertawa, atau menangis tak terkendali
  • Mengalami kebingungan
  • Mencoba menyakiti diri sendiri

3. Penyebab kejang parsial kompleks pada anak

3. Penyebab kejang parsial kompleks anak
Pexels/HenleyDesignStudio

Epilepsi merupakan penyebab paling umum kejang parsial kompleks pada anak. Selain itu ada kondisi lain yang dapat menyebabkan kejang parsial kompleks pada anak, antara lain:

  • Kondisi neurologis
  • Stres ekstrim
  • Kecemasan dan depresi
  • Autisme
  • Kondisi medis lain berhubungan dengan otak
  • Kerusakan otak yang terjadi saat di dalam kandungan
  • Neurofibromatosis

4. Pemicu kejang parsial kompleks pada anak

4. Pemicu kejang parsial kompleks anak
Freepik/rawpixel.com

Kejang parsial kompleks pada anak dapat terjadi kapan saja. Bahkan bisa terjadi saat anak sedang beraktivitas. Berikut ini beberapa hal yang dapat memicu kambuhnya kejang parsial kompleks pada anak, antara lain:

  • Kilatan cahaya atau kedipan lampu
  • Gula darah rendah
  • Demam tinggi
  • Reaksi terhadap obat-obatan tertentu

5. Penanganan kejang parsial kompleks pada anak

5. Penanganan kejang parsial kompleks anak
Freepik/roman-

Ada berbagai jenis penanganan untuk kejang parsial kompleks setelah gangguan ini terdiagnosis. Berikut ini beberapa opsi perawatan yang dapat dilakukan:

  • Obat antiepilepsi (AED)
  • Tiagabine hidroklorida (Gabitril), yaitu AED baru yang menjanjikan dalam uji klinis
  • stimulasi saraf vagus
  • Neurostimulasi responsif
  • Operasi
  • Perubahan pola makan

Jenis perawatan yang dilakukan ditentukan oleh apa penyebab kejang, kondisi medis lain yang menyertai, dan faktor-faktor lainnya. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan opsi perawatan terbaik yang dapat diberikan pada anak.

Semoga informasi ini bermanfaat. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.