4 Tahap Perkembangan Intelektual Anak

Selain pertumbuhan fisik, orangtua juga perlu memantau tahapan perkembangan intelektual anak

25 November 2021

4 Tahap Perkembangan Intelektual Anak
Pixabay/Anastasia Gepp

Di masa keemasannya, anak mengalami begitu banyak perubahan. Mungkin lebih mudah memantau pertumbuhan fisik anak, tetapi lebih menantang mengetahui perkembangan mentalnya. 

Perkembangan intelektual anak usia dini dibagi menjadi beberapa fase oleh psikolog ternama, Piaget. Berikut ini Popmama.com merangkum definisi dan tahapan perkembangan intelektual anak yang penting diketahui orangtua, dilansir dari MomJunction:

1. Apa itu perkembangan intelektual anak?

1. Apa itu perkembangan intelektual anak
Pexels/Yan Krukov

Perkembangan intelektual anak adalah tahapan di mana anak mempelajari dan menerapkan pengalaman yang mereka peroleh seiring waktu. Dengan pengalaman, waktu, ingatan, keterampilan memecahkan masalah, penalaran, dan kemampuan berpikirnya, intelektual anak terus terasah dan berkembang. 

Keterampilan kognitif dan perkembangan intelektual anak ditandai oleh berbagai aktivitas dan pola tertentu yang dapat dikenali. Ada empat tahap berbeda dari perkembangan intelektual seseorang yang diperkenalkan oleh Piaget, yaitu tahapan sensorik-motorik, periode pre-operational, periode concrete operation, dan periode formal operation.

Editors' Picks

2. Tahapan sensorik-motorik

2. Tahapan sensorik-motorik
Pixabay/amyelizabethquinn

Ini adalah periode di mana seorang anak diamati aktivitasnya untuk melihat pertumbuhan kemampuan mentalnya. 

Dua bulan pertama ditandai dengan gerakan motorik yang sangat mendasar, seperti mengisap dan menggenggam. Tahapan ini disebut dengan tahap refleksi. 

Dua bulan kemudian ditandai dengan gerakan berulang yang disebut tahap reaksi sirkular primer. 

Fase usia 4-8 bulan anak akan mengulangi gerakan yang disertai konsekuensi, seperti menyentuh mainan gantung di atas boks agar bergerak. Tahap ini disebut dengan tahap reaksi melingkar sekunder. 

Menginjak usia satu tahun, gerakan anak menjadi lebih kompleks, dan disebut dengan tahap koordinasi reaksi sekunder. Enam bulan setelahnya, anak menemukan cara baru untuk melakukan aktivitas yang sama, yang disebut dengan reaksi melingkar tersier.

Di usia 2 tahun, anak mulai menunjukkan tanda-tanda memecahkan masalah untuk aktivitas sederhana secara mental, sebelum melakukan tindakan. Hal ini disebut dengan penemuan cara baru melalui kombinasi mental. 

3. Periode pre-operational

3. Periode pre-operational
Freepik/shurkin_son

Fase perkembangan intelektual anak usia dini ini berlangsung dari usia 2 tahun sampai 7 tahun. Berikut beberapa tandanya:

  • Usia 2-4 tahun: Kemampuan bahasa anak berkembang meski belum terlalu logis. Mereka bisa mengingat dan membicarakan obyek yang saat ini tidak terlihat. Ini adalah fase pre-operational.
  • Usia 4-7 tahun: Perkembangan bicara anak lebih masuk akal dan anak sudah mampu mengenali serta menggunakan logika sederhana. Anak sudah mampu memahami permainan dengan aturan sederhana. Fase ini disebut dengan fase intuitif.

4. Periode concrete operation

4. Periode concrete operation
Pexels/Ketut Subiyanto

Tahap perkembangan intelektual anak ini terdiri dari perkembangan mental yang terjadi pada anak usia 7-12 tahun. Pada tahapan ini anak dapat:

  • Memahami pola logis dan menggunakannya. Kemampuan mentalnya sekarang bergerak menuju ke pemahaman yang kuat, tentang apa yang harus dilakukan untuk apa.
  • Anak sudah mampu memahami berbagai kategori dan dapat memecahkan masalah secara logis dan tepat.

5. Periode formal operation

5. Periode formal operation
Pexels/Katerina Holmes

Periode ini merupakan masa perkembangan yang berlangsung mulai usia 12 tahun ke atas. Ini adalah tahap akhir perkembangan intelektual, di mana anak dapat mulai memahami dan memikirkan konsep-konsep abstrak. 

Pada periode formal operation ini anak dapat menggunakan logika dan penalaran deduktifnya. Urutan logis dan abstrak yang kompleks menjadi mudah bagi anak untuk dipikirkan dan diterapkan dalam pemecahan masalah.

Pertumbuhan mental dan fisik anak biasanya mengalami percepatan di tahun-tahun awal kehidupannya. Tetapi ingat, Ma, setiap anak itu unik dan berbeda dengan caranya sendiri. Biarkan anak mengembangkan keterampilannya sendiri dan selamat menikmati tahapan pertumbuhannya.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.