5 Cara Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini

Kejujuran bisa diterapkan melalui cerita, seni, maupun permainan, lho

28 Oktober 2020

5 Cara Mengajarkan Kejujuran Anak Sejak Dini
Unsplash/Amelia Keller

Nilai-nilai baik dalam kehidupan, seperti kejujuran perlu ditanamkan pada diri anak oleh orangtua sejak dini. Kejujuran termasuk dalam pendidikan karakter yang membutuhkan proses sehingga Mama dan Papa perlu membiasakan si Kecil. 

Dalam hal ini, orangtua sebaiknya berperan aktif agar anak memahami dan menerapkan kejujuran pada kehidupan. Salah satu caranya, yaitu dengan membiasakan anak jujur ketika di rumah.

Apabila kejujuran telah rutin dilakukan mulai dari rumah, anak Mama pun akan terbiasa dan senantiasa membawa sifat baik ini dalam kehidupan. Lalu, bagaimana ya Ma cara mengajarkan kejujuran pada anak-anak?

Berikut Popmama.com jelaskan beberapa tips yang dapat Mama terapkan di rumah dalam membentuk pribadi yang jujur dalam diri anak. 

Yuk simak cara mengajarkan kejujuran pada anak!

1. Menceritakan kisah tentang kejujuran

1. Menceritakan kisah tentang kejujuran
Unsplash/Anita Jankovic

Bercerita dapat menjadi cara yang mungkin efektif untuk mengajari anak-anak kejujuran. Mama bisa memulainya dengan membacakan buku kepada si Kecil tentang cerita yang berfokus pada nilai kejujuran.

Misalnya, dongeng yang berfokus pada konsekuensi berbohong. Bicaralah dengan anak tentang kegiatan yang terjadi dalam cerita dan tanyakan apa yang menurut mereka akan terjadi selanjutnya.

Tanyakan juga apakah mereka akan mempercayai karakter dalam cerita tersebut setelah dia terbukti berbohong. Terakhir, katakan pada buah hati mengenai moral dari cerita ini, yaitu untuk selalu berperilaku jujur ​​dalam kehidupan, Ma. 

Editors' Picks

2. Belajar kejujuran melalui kesenian

2. Belajar kejujuran melalui kesenian
Unsplash/Bermix Studio

Salah satu cara kreatif yang dapat Mama terapkan dalam mengajarkan kejujuran, yaitu melalui kesenian. Metode ini akan cocok apabila si Kecil senang berkreasi, Ma. 

Mengutip laman yessafechoice, ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam mengajarkan kejujuran melalui seni. Misalnya, meminta anak untuk menggambarkan bagaimana perasaannya saat seseorang jujur ​​dan dapat dipercaya.

Beri juga contoh, seperti ketika anak menjatuhkan uang dan seorang teman mengembalikannya padanya. Kemudian, mintalah ia membuat gambar lain tentang bagaimana perasaannya jika orang tersebut tidak jujur ​​padanya.

Melalui cara seru ini, anak Mama akan belajar empati, mengenal aspek positif dari kejujuran, dan dampak negatif dari sikap tidak jujur.

3. Permainan untuk ajarkan perilaku jujur

3. Permainan ajarkan perilaku jujur
Unsplash/Paige Cody

Mengajarkan kejujuran pada buah hati juga dapat dilakukan dengan permainan, lho. Permainan dapat menjadi pilihan karena seringkali anak-anak dapat menyerap pelajaran dengan lebih efektif.

Mama bisa memainkan permainan bersama anak dengan membuat pernyataan benar dan pernyataan salah. Berilah kesempatan pada anak untuk memilih pernyataan mana yang merupakan kebohongan.

Selanjutnya, izinkan dia untuk membuat pernyataan jujur ​​dan berbohong. Ulangi permainan ini untuk beberapa kali.

Siapa pun yang paling banyak menebak kebohongan akan memenangkan permainan. Proses permainan ini dapat mengajarkan anak mengenai kebenaran dan kebohongan. 

Ada juga permainan lain yang dapat Mama coba, yaitu permainan kartu. Buatlah serangkaian kartu yang menyertakan situasi hipotetis. Tanyakan kepada anak bagaimana tanggapannya dan bicarakan tentang konsekuensi dari keputusannya. 

Melalui diskusi sederhana selama proses bermain, Mama dapat menanamkan nilai-nilai penting dalam kejujuran. Anak pun akan lebih mudah menyerap karena cara yang dilakukan terasa menyenangkan.  

4. Selalu beri contoh tentang kejujuran

4. Selalu beri contoh tentang kejujuran
Unsplash/National Cancer Institute

Sebagai orangtua, sudah sebaiknya Mama dan Papa menjadi panutan anak di rumah. Tak terkecuali dalam mengajarkan kejujuran.

Berilah contoh-contoh perilaku jujur setiap hari. Hindari kebohongan meskipun itu terdengar sepele, Ma. Biasakan terbuka dan terlihat apa adanya di depan anak. 

Misalnya, dengan memberitahu keadaan sesungguhnya bahwa Mama tidak memiliki cukup uang untuk membelikan mainan. Hal ini jauh lebih bijak daripada Mama berbohong dan terus berjanji untuk membelikan mainan pada si Kecil. 

Jelaskan pada anak-anak bahwa kejujuran merupakan nilai kehidupan yang perlu dipegang teguh. Jadi, sebaiknya selalu diterapkan kepada orang lain. 

5. Ajak si Kecil untuk disiplin berperilaku jujur

5. Ajak si Kecil disiplin berperilaku jujur
Unsplash/Edward Cisneros

Segala usaha yang telah dilakukan akan terasa sia-sia jika tidak disiplin, Ma. Jadi, ajarkan si Kecil untuk terbiasa berperilaku jujur di mana dan kapan pun. 

Dilansir dari GreatSchools, kedisiplinan dalam kejujuran juga dapat ditanamkan dengan menerapkan batas-batas atau peraturan yang telah disepakati. Misalnya, Mama dapat membuat konsekuensi jika anak berbohong. 

Namun, lakukan pendisiplinan ini dengan keadaan tenang. Hindari reaksi berlebihan secara emosional. Semakin meledak-ledak orangtua, anak dapat semakin takut, dan semakin besar pula kemungkinan mereka berbohong.

Sebaliknya, apabila anak telah berperilaku jujur, berikan pujian sebagai bentuk apresiasi. Cara ini akan menumbuhkan rasa dihargai dan percaya diri sehingga anak termotivasi untuk melakukan kebaikan lagi nantinya. 

Itulah beberapa tips yang dapat Mama lakukan dalam mengajarkan kejujuran pada anak-anak di rumah. Meski bisa saja banyak tantangan, jangan pantang menyerah dan terus lakukan yang terbaik untuk si Kecil ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.