Penyebab Penyakit Ginjal pada Anak dan Apa Dampaknya

Anak dengan penyakit ginjal memiliki risiko kematian yang lebih tinggi

27 Januari 2021

Penyebab Penyakit Ginjal Anak Apa Dampaknya
Pixabay/sasint

Penyakit ginjal termasuk salah satu gangguan kesehatan yang cukup mematikan. Hal ini karena penyakit ginjal cenderung sulit dideteksi sehingga penderita baru mengetahui saat sudah berada dalam stadium lanjut. 

Biasanya, penyakit ginjal mungkin hanya terjadi pada orang-orang lanjut usia. Namun, ternyata penyakit ginjal juga dapat dialami oleh anak-anak.

Maka, penting bagi para orangtua untuk mewaspadainya karena penyakit ginjal yang tak segera ditangani bisa menyebabkan penyakit lain pada tubuh anak. Tumbuh kembang anak-anak pun mungkin akan terganggu, Ma. 

Lebih lanjut, berikut Popmama.com jelaskan penyebab penyakit ginjal pada anak beserta dampaknya yang bisa saja menyerang si Kecil tanpa disadari.

1. Cara kerja ginjal yang perlu diketahui

1. Cara kerja ginjal perlu diketahui
Pexels/Elly Fairytale

Sebelum mengetahui lebih jauh tentang penyakit ginjal yang dapat terjadi pada anak, Mama dan Papa perlu memahami kinerja ginjal dalam tubuh. Dikutip dari laman kidshealth, cara kerja ginjal diibaratkan seperti sistem pengumpulan dan pembuangan sampah pada tubuh.

Melalui unit mikroskopis yang disebut nefron, ginjal bertugas untuk mengeluarkan produk limbah dan air ekstra dari makanan yang dimakan manusia. Selain itu, ginjal akan mengembalikan bahan kimia yang dibutuhkan tubuh (seperti natrium, fosfor, dan kalium) ke aliran darah.

Air ekstra yang bergabung dengan limbah lain pada tubuh tersebut kemudian keluar dalam bentuk urin. Urin akan mengalir melalui tabung tipis yang disebut ureter ke kandung kemih sebagai tempat penampungan. Kemudian, urin dikeluarkan tubuh melalui tabung tersebut (uretra) dan biasa disebut sebagai buang air kecil, Ma. 

Ginjal juga bekerja dalam menghasilkan 3 hormon penting, yaitu:

  • erythropoietin, yang merangsang sumsum tulang untuk membuat sel darah merah,
  • renin, yang membantu mengatur tekanan darah, dan
  • mengaktifkan vitamin D, yang membantu mengontrol keseimbangan kalsium dalam tubuh serta menjaga kesehatan tulang.

Editors' Picks

2. Jenis dan dampak penyakit ginjal pada anak

2. Jenis dampak penyakit ginjal anak
Pixabay/PublicDomainPictures

Penyakit ginjal juga biasa disebut dengan gagal ginjal, Ma. Kondisi gagal ginjal ini ditandai dengan kinerja ginjal yang melambat atau berhenti menyaring limbah dari tubuh dengan benar sehingga menyebabkan penumpukan limbah dan zat beracun dalam darah.

Gagal ginjal dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • gagal ginjal akut

Gagal ginjal akut ini terjadi secara tiba-tiba dan mungkin tidak berlangsung dalam waktu lama. Beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab adanya gagal ginjal akut, di antaranya infeksi bakteri, cedera, syok, gagal jantung, keracunan, atau overdosis obat.

  • gagal ginjal kronis

Gagal ginjal kronis umumnya terjadi seiring waktu dan berlangsung cukup lama atau bahkan permanen. Pada anak-anak dan remaja, gagal ginjal kronis ini bisa disebabkan oleh gagal ginjal akut yang gagal membaik, cacat lahir, atau tekanan darah tinggi yang parah. Meski lebih berbahaya dari gagal ginjal akut, gagal ginjal kronis masih dapat diatasi apabila pengobatannya dilakukan dengan segera.

Apabila anak-anak menderita salah satu penyakit ginjal ini. Baik gagal ginjal akut maupun kronis, mereka berisiko mengalami gangguan dan keterlambatan tumbuh kembang.

Jadi, anak yang mengidap penyakit ginjal bisa saja mengalami masalah pada kemampuan motorik, konsentrasi dalam belajar, perilaku, hubungan sosial, dan bahasa. 

3. Penyebab penyakit ginjal pada anak

3. Penyebab penyakit ginjal anak
Pixabay/Victoria_Borodinova

Secara umum, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit ginjal pada anak. Berikut penyebab penyakit yang dikutip dari laman National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK):

  • cacat lahir,
  • penyakit keturunan,
  • infeksi,
  • sindrom nefrotik,
  • penyakit sistemik,
  • trauma, dan
  • penyumbatan atau refluks urin. 

Pada anak yang baru lahir hingga usia 4 tahun, cacat lahir dan penyakit keturunan biasanya menjadi penyebab utama terjadinya gagal ginjal. Sementara pada usia 5–14 tahun, gagal ginjal paling sering disebabkan oleh penyakit keturunan, sindrom nefrotik, dan penyakit sistemik.

4. Diagnosis penyakit ginjal pada anak

4. Diagnosis penyakit ginjal anak
Unsplash/CDC

Penyedia layanan kesehatan biasanya akan mendiagnosis penyakit ginjal pada anak-anak dengan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan riwayat kesehatan, dan meninjau tanda dan gejala.

Tanda atau gejala yang menunjukkan adanya masalah saluran kemih atau ginjal, yaitu:

  • demam,
  • bengkak di sekitar mata, wajah, kaki, dan pergelangan kaki (disebut edema),
  • sesak,
  • gangguan pertumbuhan,
  • rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil,
  • peningkatan signifikan dalam frekuensi buang air kecil,
  • kesulitan mengontrol buang air kecil pada anak yang telah dapat menggunakan toilet sendiri,
  • kambuhnya mengompol di malam hari pada anak-anak,
  • adanya darah dalam urin, atau
  • tekanan darah tinggi. 

Menurut dr. Eka Laksmi Hidayati, Sp.A(K), yang dikutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyedia layanan kesehatan juga mungkin anak melakukan beberapa tes lanjutan untuk memastikan diagnosis, di antaranya:

  • laboratorium yang meliputi tes darah lengkap, ureum, keratinin, elektrolit, profil lipid, atau urin lengkap,
  • pencitraan, misalnya USG, CT-Scan, atau MRI, mungkin juga
  • tes lainnya, seperti biopsi ginjal. 

5. Pencegahan penyakit ginjal pada anak

5. Pencegahan penyakit ginjal anak
Pixabay/nickelbabe

Selain memengaruhi kondisi kesehatan, terutama proses tumbuh kembang anak. Penyakit ginjal juga bisa menyebabkan risiko kematian anak yang lebih tinggi, Ma. 

Hal ini ditunjukkan oleh sebuah data yang menunjukkan bahwa, risiko kematian pada anak dengan gangguan ginjal kronis stadium akhir, lebih berisiko sebanyak 30 kali lipat dibanding dengan anak pada populasi umum. Jadi, sangat penting untuk diwaspadai oleh para orangtua.

Maka, diperlukan upaya pencegahan agar anak tidak mengalami penyakit ginjal. Berikut tips mencegah penyakit ginjal pada anak yang mungkin dapat Mama dan Papa terapkan:

  • cegah dehidrasi pada anak, terutama saat mengalami diare atau muntah,
  • hindari paparan infeksi, terutama saat anak masih dalam kandungan, Ma,
  • konseling genetik untuk mengetahui apakah ada riwayat keturunan yang menderita penyakit ginjal,
  • deteksi dini apakah anak mengalami hipertensi, anemia, atau diabetes karena kondisi tersebut bisa memicu penyakit ginjal, dan
  • lakukan penanganan segera dengan pengobatan dan kontrol rutin saat anak mengalami hipertensi, anemia, atau diabetes. 

Itulah beberapa informasi penting terkait penyakit ginjal pada anak yang perlu orangtua pahami. Semoga anak kesayangan mama dan papa dapat terhindar dari penyakit ini, ya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.