Penting Diketahui, Ini Tips Mencetak Anak Visioner yang Berprestasi Ma

Berikan stimulasi dan nutrisi secara optimal selama proses tumbuh kembang anak

1 Oktober 2020

Penting Diketahui, Ini Tips Mencetak Anak Visioner Berprestasi Ma
Unsplash/Ben White

Memiliki anak yang berprestasi mungkin telah menjadi dambaan setiap orangtua. Terutama prestasi bidang akademik, seperti memiliki nilai yang baik pada setiap mata pelajaran di sekolah.

Namun, anak yang berprestasi tak selalu diukur dari kemampuan akademik. Kemampuan lain, seperti kemampuan berpikir, mengendalikan emosi, mandiri, dan beradaptasi pun penting, Ma. 

Tak hanya membanggakan, anak berprestasi juga biasanya mampu menghadapi masa depan. Lalu, bagaimana cara orangtua agar anak berprestasi?

Berikut Popmama.com berikan tips mencetak anak berprestasi yang disarankan oleh Saskhya Aulia Prima, Psikolog Anak dan Keluarga TigaGenerasi dan dr. Attila Dewanti, Sp.A (K), Dokter Spesialis Anak dalam acara Popmama Parenting Academcy (POPAC) 2020 bersama Cerebrofort.

1. Membentuk anak yang visioner

1. Membentuk anak visioner
Popmama.com/Amelia Riskita Putri

Salah satu ciri-ciri anak berprestasi, yaitu memiliki karakter visioner. Menurut Saskhya Aulia Prima, Psikolog Anak dan Keluarga TigaGenerasi, anak visioner adalah ketika si Kecil memiliki gambaran tentang masa depan. 

"Jadi anak mampu menggambarkan apa yang ada di masa depan dan bagaimana ia dapat menghadapinya. Selain itu, anak visioner memiliki kemauan belajar yang tinggi serta kemandirian dalam kemampuan berpikir, mengendalikan emosi, maupun memotivasi diri mengejar banyak hal untuk beradaptasi," tambahnya. 

Editors' Picks

2. Cara melatih anak visioner

2. Cara melatih anak visioner
Unsplash/Annie Spratt

Anak visioner merupakan salah satu tanda anak berprestasi. Namun, karakter visioner ini tidak hadir secara tiba-tiba. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan sehingga anak terlatih dan karakter visionernya terbentuk. 

Misalnya, menyediakan alat tulis, seperti buku, pensil, atau pensil warna untuk berekspresi dalam tulisan dan gambar. Bisa juga melalui buku cerita atau dongeng sehingga anak mengenal banyak hal. 

"Hal terpenting dalam melatih karakter anak, yaitu menghindari pemaksaan. Doronglah anak untuk bereksplorasi, tetapi jangan terlalu dipaksa. Arahkan saja pada kesukaan atau minatnya. Kemudian, fasilitasi dengan baik," jelas dr. Attila Dewanti, Sp.A (K).

Orangtua juga sebaiknya tidak terlalu berpacu bahwa anak harus menjadi seperti yang Mama dan Papa inginkan. Justru, dukunglah apa yang menjadi minat atau kesukaan buah hati agar anak percaya diri. 

"Jangan patahkan semangatnya saat anak lebih memilih melakukan suatu hal yang disukainya, dibanding dengan menjalani perintah orangtua dengan paksaan," tambahnya. 

Berikan juga waktu bermain dan istirahat di sela-sela belajar anak, Ma. Serta, usahakan untuk selalu mendampingi si Kecil pada setiap proses tumbuh kembangnya. 

3. Optimalkan perkembangan buah hati

3. Optimalkan perkembangan buah hati
Unsplash/Arseny Togulev

Dalam menghasilkan anak berprestasi, ada beberapa hal yang perlu orangtua lakukan, yaitu dengan memberikan stimulasi dan nutrisi.

"Stimulasi yang diberikan dapat membantu tumbuh kembang. Sedangkan nutrisi bisa menjaga kesehatan serta meningkatkan sistem imunitas tubuh. Segala halnya pun dapat seimbang, baik secara fisik, emosi, dan lainnya," jelas Saskhya. 

Stimulasi pada anak bisa diberikan secara variatif. Dengan mengenalkan anak pada beragam jenis kegiatan dan pengetahuan, seperti kesenian, olahraga, atau teknologi.

Mama bisa mengarahkan untuk tidak terpaku pada kesukaan anak saja. Sesekali, ajaklah untuk eksplorasi dan terbuka dengan hal lain sehingga diri anak akan terlatih dalam beradaptasi. 

Perlu diingat bahwa pada dasarnya, prestasi anak ini datang dari rumah. Jadi, pendidikan pertama ada di tangan orangtua. Dengan memberikan rasa aman dan nyaman untuk si Kecil. 

"Terutama rasa aman dan nyaman secara emosional karena perasaan aman, tenang, atau nyaman akan menghasilkan sesuatu yang positif," katanya. 

Terkadang, orangtua hanya fokus pada pertanyaan atau perintah hingga lupa mengetahui perasaan anak. Padahal, pendekatan emosional diperlukan dalam pola pengasuhan, Ma. 

Selain itu, beri juga ruang bagi anak untuk menyelesaikan permasalahannya sendiri. Jadi, anak dapat mandiri dan tidak bergantung pada orangtua saat menghadapi tantangan dalam hidup. 

4. Ketahui faktor tumbuh kembang anak

4. Ketahui faktor tumbuh kembang anak
Popmama.com/Amelia Riskita Putri

Dalam memersiapkan anak berprestasi, sebaiknya Mama mengetahui faktor apa saja yang dapat memengaruhi tumbuh kembang si Kecil. Hal ini agar proses tumbuh kembang dalam mencetak anak berprestasi dapat berjalan optimal. 

"Secara umum, faktor tumbuh kembang anak dibagi menjadi 2, yaitu faktor internal yang menyangkut genetika dan tidak dapat diubah, serta faktor eksternal yang meliputi asah (stimulasi), asih (cinta, kasih sayang, dan dukungan emosional), serta asuh (pengasuhan yang baik dan pemberian nutrisi)," kata dr. Attila. 

Dengan memahami faktor-faktor tersebut, Mama pun dapat memaksimalkan proses tumbuh kembang anak. Terutama pada faktor eksternal yang bisa diperbaiki sehingga anak pun dapat berprestasi, Ma. 

5. Pentingnya nutrisi dalam tumbuh kembang anak

5. Penting nutrisi dalam tumbuh kembang anak
Unsplash/Hannah Tasker

Nutrisi merupakan salah satu pilar terpenting dalam proses tumbuh kembang anak. Selain stimulasi dan pola asuh yang baik, pemberian nutrisi optimal pun dalat memaksimalkan tumbuh membang, serta meningkatkan imunitas tubuh anak.

"Pemberian nutrisi optimal dapat dilakukan dengan mengikuti kaidah menu bergizi seimbang, yaitu memenuhi makronutrien (karbohidrat, protein dan lemak) serta mikronutrien (vitamin dan mineral)," ujar dr. Attila. 

Nutrisi yang tepat akan merangsang pertumbuhan serta perkembangan otak anak. Hal ini sangat penting mengingat otak merupakan pusat tumbuh kembang si Kecil, Ma. 

"Pilihlah makanan yang kaya asam folat untuk perkembangan sel saraf anak. Jangan lupa juga penuhi kebutuhan omega 3 dan omega 6 yang baik bagi daya ingat anak. Berikan juga makanan yang mengandung asam glutamat untuk daya ingat serta meningkatkan kemampuan belajar dan makanan yang memiliki biotin sehingga sel otak bekerja maksimal," tambahnya. 

Seluruh nutrisi penting yang dibutuhkan ini dapat Mama peroleh dari makanan sehari-hari. Misalnya, asam folat pada brokoli, bayam, dan tauge. Omega 3 dan omega 6 yang terkandung pada ikan kembung, kerang, salmon, atau alpukat. Kemudian asam glutamat terdapat pada keju dan susu. Sedangkan biotin bisa diperoleh dari telur atau ikan. 

"Apabila anak cukup pemilih dalam hal makanan atau saat anak sakit sehingga nafsu makannya menurun, orangtua bisa memberikan suplemen sebagai pengganti. Kebutuhan nutrisi pun tetap bisa terpenuhi," tutupnya. 

Itulah beberapa tips yang bisa Mama dan Papa lakukan dalam membantu proses tumbuh kembang anak berhasil serta dapat berprestasi. Semoga bermanfaat, ya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.