Segala Hal yang Perlu Mama Ketahui Tentang Persaingan Antar Saudara

Bagaimana cara agar anak-anak rukun dan tidak suka berkelahi? Simak tips berikut ini

3 Februari 2019

Segala Hal Perlu Mama Ketahui Tentang Persaingan Antar Saudara
Pexels/Pixabay

Banyak anak yang menjadi sahabat baik bagi saudaranya. Tetapi tidak sedikit pula yang sering berkelahi antar saudara atau istilah lain mengalami persaingan antar saudara.

Persaingan antar saudara atau sibling rivalry ini bisa terjadi sejak dini bahkan sebelum anak kedua lahir. Tidak jarang seorang calon kakak akan merasa terancam karena kehadiran adik baru ke dalam kehidupan Mama dan Papa. Hal ini bisa menimbulkan kecemburuan dan menyebabkan persaingan antar saudara.

Begitu sang Adik lahir ke dunia, tidak sedikit kakak yang masih cemburu mencari perhatian misalnya dengan cara merebut mainan. Peran orangtua sangat diperlukan agar setiap anak tetap merasa istimewa dan dicintai walaupun telah memiliki saudara yang lain.

Kalau tidak disikapi dengan baik dan bijak, maka Mama dan Papa akan pusing serta stres sendiri karena setiap hari harus mendengar anak berkelahi satu sama lain. Mama dan Papa harus mengambil langkah bijak agar kedamaian di rumah dapat terwujud dan terpelihara dengan baik.

Lalu apa saja penyebab persaingan antar saudara yang umumnya terjadi? Simak penjelasannya dibawah ini.

1. Rasa cemburu pada yang lebih kecil

1. Rasa cemburu lebih kecil
Pexels/JoshWillink

Banyak hal yang dapat menyebabkan antar saudara kandung berkelahi. Sebagian besar dikarenakan oleh rasa cemburu sehingga menimbulkan persaingan.

Selain itu perkembangan psikologis anak juga sangat berpengaruh. Misalnya si Adik yang masih balita punya kecenderungan melindungi mainan miliknya sementara sang Kakak merasa berhak mengambil mainan Adik untuk digunakan bermain.

Bila Mama dan Papa hanya cenderung untuk selalu membela Adik, maka sang Kakak akan merasa lebih cemburu. Mereka memegang prinsip kesetaraan sehingga tidak terima jika yang lebih kecil diberi perlakuan istimewa. 

2. Sifat atau temperamen pribadi anak

2. Sifat atau temperamen pribadi anak
Pexels/Alexander dummer

Temperamen pribadi anak-anak Mama meliputi suasana hati, kemampuan beradaptasi, mengambil keputusan, dan sebagainya akan menentukan seberapa baik mereka bergaul.

Temperamen ini berbeda antara yang satu dengan yang lain. Tidak jarang perbedaan ini menimbulkan perbedaan sikap orang tua dalam merespon anaknya. Bisa jadi secara tidak sadar orangtua cenderung menuruti permintaan salah satu anak dan hal ini menimbulkan iri hati saudaranya yang lain.

3. Kebutuhan khusus misalnya salah satu anak menderita suatu penyakit

3. Kebutuhan khusus misal salah satu anak menderita suatu penyakit
Pexels/Pixabay

Kadang-kadang, kebutuhan khusus seorang anak karena sakit yang dideritanya akan menyita lebih banyak waktu orangtua. Saudaranya yang lain mungkin merasakan perbedaan ini dan akibatnya sering mencari perhatian Mama dan Papa walaupun harus membuat orangtua marah.

Dalam kondisi ini orangtua sebaiknya tetap mencurahkan perhatian dan cinta serta memberi pengertian dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak, misalnya "Kasihan Adik ya Kak, sakit begitu. Kakak sedih juga kan? Pengen kan Adik sehat lagi supaya bisa main sama-sama?"

Dengan cara ini diharapkan rasa empati anak pada saudaranya akan terbangun. 

Editors' Picks

4. Orangtua sebagai panutan

4. Orangtua sebagai panutan
Pexels/Agung Pandit Wiguna

Cara orangtua menyelesaikan masalah dan perselisihan menjadi contoh yang kuat bagi anak-anak.

Jadi jika Mama dan Papa dapat selalu menyelesaikan konflik dengan cara yang baik, kekeluargaan, tidak agresif, mau saling mendengarkan dan solutif maka anak-anak akan mencontohnya saat mereka memiliki masalah dengan saudaranya yang lain.

Tapi jika orangtuanya sering berteriak satu sama lain dan tidak mau mendengarkan jangan salahkan anak bila mencontoh hal buruk seperti itu.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Anak Berkelahi?

Apa Harus Dilakukan Saat Anak Berkelahi
Pexels/Andrii nikolaienko

Meskipun mungkin perkelahian antar saudara umum terjadi namun tentu tidak menyenangkan disaksikan oleh siapa pun yang ada di rumah. Jadi apa yang harus Mama lakukan saat perkelahian dimulai?

Yang pertama harus dilakukan adalah sebisa mungkin tidak terlibat kecuali jika situasi membahayakan fisik anak. Kalau orangtua selalu ikut campur dikhawatirkan ada salah satu yang merasa tidak dibela dan selalu dikalahkan. Anak yang dibela juga akan semakin merasa berada di atas angin karena selalu dilindungi oleh Mama dan Papa.

Dorong anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Orangtua hendaknya tidak berfokus untuk terlalu mencari tahu siapa yang benar dan salah. Lebih bijaksana bila Mama dan Papa memancing dengan tawaran solusi yang baik bagi kedua belah pihak sehingga dua-duanya merasa mendapat win win solution.

Ketika anak mampu menyelesaikan masalah dengan saudaranya maka ia akan belajar bagaimana berkompromi, bernegosiasi, mengendalikan amarah dan mencintai satu sama lain.

Baca juga:

Cara agar Anak Rukun Satu Sama Lain

Cara agar Anak Rukun Satu Sama Lain
Pexels/rawpixel.com

Hal-hal sederhana yang dapat Mama lakukan setiap hari untuk mencegah perkelahian antara lain dengan menetapkan aturan dasar perilaku yang dapat diterima keluarga.

Biasakan anak untuk tidak suka berteriak dan melontarkan kata-kata kasar. Mama juga bisa meminta pendapat anak apa konsekuensi yang akan dilakukan bila anak melanggar aturan yang telah ditetapkan. Dengan begitu anak akan belajar bertanggungjawab terhadap sikap dan tindakannya sendiri.

Jika anak-anak sering berkelahi berebut remote TV karena ada tayangan menarik maka Mama dapat membuat jadwal bergilir yang harus dijalankan agar menghindari keributan.

Mama dan Papa juga harus pintar dalam memberi perhatian pada anak sesuai dengan minat dan kebutuhan masing-masing. Dengan begitu perhatian orang tua akan tepat sasaran.

Biarkan anak-anak tahu bahwa mereka aman, penting, dan dicintai, dan bahwa kebutuhan mereka akan terpenuhi. Jangan lupa untuk memberi mereka waktu sendiri untuk bermain sendiri atau dengan teman tanpa saudara kandung. Hal ini mencegah mereka merasa bosan dan jenuh.

Mama dan Papa juga sebaiknya meluangkan waktu bersama anak-anak untuk kegiatan menyenangkan keluarga misalnya tamasya, lari pagi, main bola bersama atau makan di luar rumah.

Baca juga:

Minta Bantuan Profesional

Minta Bantuan Profesional
Pexels/Pixabay

Ada sebagian kecil keluarga yang memiliki konflik antara saudara yang sangat parah sehingga mengganggu keharmonisan dan hubungan yang terjalin sehari-hari serta mempengaruhi kondisi emosional atau psikologis. Dalam kasus seperti itu, sangat bijaksana bila meminta bantuan dari tenaga profesional kesehatan mental.

Nah, itulah semua hal yang harus Mama ketahui mengenai persaingan antar saudara. Semoga hubungan anak-anak Mama harmonis semua dan terjalin dengan baik ya!

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;