Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
fajar biliar internasional
Instagram.com/tvrinasional

Nama Fajar Alamri mendadak menyita perhatian di dunia biliar internasional. Bagaimana tidak, anak laki-laki berusia 5 tahun asal Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah ini menjadi peserta termuda dalam Carabao International Open (CIO) 2026 di Jakarta.

Dengan penuh semangat, Fajar terjun langsung dalam ajang yang diikuti 341 peserta dari 31 negara ini lewat kompetisi biliar.

Kehadirannya di ajang bergengsi membuktikan bahwa bakat dan minat itu tidak mengenal usia, Ma. Yuk, simak kisah inspiratif Fajar Alamri yang akan Popmama.com rangkumkan berikut ini.

1. Cerita awal ketertarikan Fajar pada biliar

Instagram.com/tvrinasional

Ikut mendampingi sang anak, Papa dari Fajar, yakni Jafar Alamri, berbagi cerita kepada wartawan mengenai awal mula ketertarikan putranya pada dunia biliar.

Dalam penjelasan sang Papa, ketertarikan Fajar terhadap biliar sudah terlihat sejak ia berusia 3 tahun. Awalnya, Papa Jafar sering memerhatikan putranya memanjat meja biliar dan mencoba membidik bola.

Di usianya yang masih balita, Papa dari Fajar dibuat tertegun dengan kemampuan membidik sang putra yang sudah lumayan lurus, Ma.

Dari sinilah, akhirnya orangtua Fajar terus mendukung bakatnya dengan mengikutsertakan Fajar dalam berbagai turnamen biliar di lingkungan sekitar.

Lewat dukungan keluarga dan lingkungan yang memadai, hingga kini Fajar telah mengikuti sekitar tiga turnamen kecil di kampungnya. Seluruh proses latihannya pun dibimbing langsung oleh sang Papa.

2. Pengalaman pertama di ajang internasional

Instagram.com/tvrinasional

CIO 2026, yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai negara, menjadi pengalaman pertama Fajar di turnamen besar berskala internasional.

Menariknya, keikutsertaannya bukan melalui pendaftaran umum lho, Ma, melainkan atas undangan langsung dari pihak penyelenggara. Keren banget, 'kan?

Meski belum meraih juara karena sistem turnamen single eliminasi yang menerapkan sistem kalah langsung gugur, penampilan Fajar langsung mwnyita perhatian publik.

Anak laki-laki berusia 5 tahun itu berhasil masuk ke ke stage 2 atau babak utama. Tentunya prestasi ini sangat membanggakan untuk anak seusianya.

3. Fokus pada pembentukan mental, bukan sekadar prestasi

Lebih lanjut, Papa dari Fajar juga menyebutkan bahwa putranya berencana akan terus mengikuti berbagai kejuaraan, Ma.

Bukan sekadar fokus untuk semata-mata meraih prestasi, melainkan pembentukan mental keberaniannya sejak dini. Menurut Papa dari Fajar, melatih mental adalah hal yang tak kalah paling penting dan berharga.

Fajar, yang masih duduk di bangku PAUD, mampu membuktikan kepada generais muda tanah air untuk terus mengasah kemampuan dan minat yang dimiliki.

Selain itu, adanya dukungan dari orangtua seperti yang dilakukan Papa Jafar kepadanya pun tak kalah penting, Ma. Keyakinan dan pendampingan tersebut meyakinkan anak bahwa mereka mampu berjuang dan mengukir prestasi, sekalipun di usia yang sangat dini.

Fajar Alamri telah membuktikan bahwa mimpi dan bakat bisa dimulai dari mana saja, bahkan dari sebuah meja biliar di kampung halaman.

Semangatnya bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia lainnya untuk berani mencoba, tekun berlatih, dan pantang menyerah mengejar passion mereka, apapun itu.

Semangat selalu untuk Fajar!

Editorial Team