Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
10 Cara Balita Menunjukkan bahwa Mereka sedang Merindukan Mama
Popmama.com/Violin Heldina/AI
  • Balita kerap menunjukkan kerinduan dan kebutuhan koneksi emosional lewat perilaku, karena belum selalu mampu mengungkapkan perasaan dengan kata-kata.
  • Tanda yang dapat muncul meliputi meminta pelukan, mengikuti Mama, merengek, menyela, memeluk kaki, menangis, tantrum, atau mengajukan permintaan yang tidak biasa.
  • Orangtua dianjurkan merespons dengan tenang, perhatian penuh, pelukan, membaca, dan bermain bersama untuk membantu anak merasa aman, didengar, serta terhubung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Balita belum selalu bisa mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata. Saat mereka merasa rindu, membutuhkan perhatian, atau ingin lebih dekat dengan orangtuanya, pesan tersebut sering kali muncul melalui perilaku sehari-hari.

Mulai dari terus mengikuti Mama ke mana pun hingga meminta dibacakan buku berulang kali, semua itu bisa menjadi cara mereka mengatakan, "Mama, aku ingin lebih banyak waktu bersamamu."

Mengutip unggahan Instagram @healthiest_baby, ada beberapa perilaku yang sebenarnya bisa menjadi tanda bahwa si Kecil sedang mencari koneksi dan kedekatan emosional dengan orangtuanya.

Memahami pesan di balik perilaku tersebut dapat membantu Mama merespons kebutuhan emosional anak dengan lebih tepat.

Berikut Popmama.com telah merangkum 10 tanda yang perlu Mama perhatikan pada balita. Yuk, simak!

1. Meminta pelukan

Pexels/Ketut Subiyanto

Saat balita meminta pelukan, sering kali mereka tidak hanya mencari sentuhan fisik.

Pelukan menjadi cara sederhana bagi anak untuk merasa aman, dicintai, dan diperhatikan.

Di usia balita, mereka belum memiliki kemampuan untuk menjelaskan bahwa mereka sedang merindukan Mama atau membutuhkan kedekatan emosional. Karena itu, pelukan menjadi bahasa cinta yang paling mudah mereka gunakan.

Ketika anak datang sambil merentangkan tangan atau berkata:

"Peluk aku, Ma."

Bisa jadi ia sedang mengisi kembali tangki emosinya setelah menjalani hari yang melelahkan.

Mungkin ia baru mengalami hal yang membuatnya frustrasi, merasa tidak nyaman, atau sekadar ingin memastikan bahwa Mama masih ada untuknya.

Sesibuk apa pun aktivitas yang sedang dilakukan, luangkan beberapa detik untuk memberikan pelukan hangat.

Kontak fisik sederhana ini membantu anak merasa lebih tenang dan terhubung.

Bagi balita, pelukan bukan sekadar kebiasaan manis, melainkan salah satu cara mereka mengatakan bahwa mereka ingin lebih dekat dan menghabiskan waktu bersama orang yang paling mereka sayangi.

2. Mengalami tantrum atau ledakan emosi

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Tantrum memang sering membuat orangtua kewalahan. Namun di balik tangisan keras, teriakan, atau perilaku yang tampak berlebihan, terkadang ada kebutuhan emosional yang belum terpenuhi.

Salah satunya adalah kebutuhan untuk merasa terhubung dengan orangtua.

Balita masih belajar mengelola emosi mereka. Saat merasa kesepian, lelah, kewalahan, atau kurang mendapatkan perhatian, mereka belum mampu mengungkapkannya dengan kalimat yang jelas.

Akibatnya, perasaan tersebut bisa keluar dalam bentuk ledakan emosi.

Bukan berarti setiap tantrum terjadi karena anak ingin menghabiskan waktu bersama Mama.

Namun, ketika tantrum muncul lebih sering setelah orangtua sibuk bekerja, banyak menggunakan gadget, atau memiliki jadwal yang padat, ada baiknya melihat apakah si Kecil sedang mencari koneksi emosional.

Alih-alih langsung fokus menghentikan perilakunya, cobalah hadir dengan tenang.

Duduk di dekatnya, validasi perasaannya, dan berikan perhatian penuh.

Terkadang yang paling dibutuhkan anak bukan solusi instan, melainkan kehadiran orangtuanya yang membuat mereka merasa didengar dan dipahami.

3. Meminta sesuatu yang terdengar tidak masuk akal

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Pernahkah si Kecil tiba-tiba meminta hal yang membuat Mama bingung? Misalnya:

  • ingin melihat mainan lama yang sudah disimpan,

  • meminta camilan tertentu di waktu yang tidak biasa,

  • mengajukan permintaan yang tampaknya tidak ada hubungannya dengan situasi saat itu.

Di balik permintaan yang terdengar aneh, terkadang anak sebenarnya sedang mencari perhatian dan interaksi.

Mereka mungkin belum tahu cara mengatakan bahwa mereka ingin ditemani atau diajak berbicara.

Karena itu, mereka menggunakan berbagai permintaan sebagai cara untuk membuka komunikasi dengan orangtuanya.

Bagi balita, respons yang diberikan Mama jauh lebih penting daripada benda atau hal yang mereka minta.

Ketika orangtua berhenti sejenak untuk mendengarkan, bertanya, atau merespons dengan hangat, anak merasa dirinya diperhatikan.

Tentu tidak semua permintaan harus dituruti. Namun, mencoba memahami kebutuhan di balik permintaan tersebut bisa membantu Mama melihat pesan yang sebenarnya.

Bisa jadi yang sedang dicari anak bukan barang tertentu, melainkan kesempatan untuk terhubung dan menghabiskan waktu bersama.

4. Terus mengikuti Mama ke mana pun

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Banyak orangtua merasa tidak pernah benar-benar sendirian setelah memiliki balita.

Ke dapur diikuti, ke kamar mandi diikuti, bahkan saat hanya ingin mengambil minum pun si Kecil ikut berjalan di belakang.

Meski terkadang melelahkan, perilaku ini sering kali menunjukkan bahwa anak menikmati keberadaan orangtuanya.

Mengikuti Mama ke mana pun adalah cara anak mencari rasa aman sekaligus koneksi. Mereka merasa nyaman berada dekat dengan orang yang paling mereka percaya.

Kehadiran Mama membuat dunia mereka terasa lebih aman untuk dijelajahi.

Perilaku ini juga bisa menjadi tanda bahwa anak sedang membutuhkan lebih banyak perhatian.

Saat waktu bersama berkurang karena kesibukan sehari-hari, si Kecil mungkin akan berusaha mencari kedekatan fisik dengan terus berada di sekitar orangtuanya.

Daripada selalu menganggapnya sebagai gangguan, sesekali lihat perilaku ini sebagai bentuk kasih sayang yang tulus.

Mama bisa mengajak anak terlibat dalam aktivitas sederhana, seperti:

  • memasak,

  • melipat pakaian,

  • merapikan mainan.

Dengan begitu, kebutuhan anak untuk dekat tetap terpenuhi sambil membantu aktivitas sehari-hari berjalan lebih lancar.

5. Sering merengek

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Rengekan menjadi salah satu perilaku yang paling sering membuat orangtua kehilangan kesabaran.

Suaranya yang berulang dan nada bicaranya yang khas memang bisa terasa melelahkan. Namun, dalam banyak situasi, rengekan merupakan bentuk komunikasi ketika anak belum mampu menyampaikan kebutuhannya dengan cara yang lebih efektif.

Saat anak merengek, mereka mungkin sedang merasa bosan, lelah, kesepian, atau membutuhkan perhatian.

Karena belum bisa menjelaskan perasaannya secara detail, rengekan menjadi cara tercepat untuk mendapatkan respons dari orangtuanya.

Menariknya, rengekan sering kali berkurang ketika anak mendapatkan waktu berkualitas bersama Mama.

Bermain bersama, mengobrol, membaca buku, atau sekadar duduk berdampingan bisa membantu mengisi kebutuhan emosional mereka.

Tentu bukan berarti setiap rengekan harus langsung dituruti. Namun, memahami bahwa perilaku tersebut bisa menjadi sinyal kebutuhan akan koneksi membuat orangtua lebih mudah merespons dengan empati.

Kadang-kadang, yang sebenarnya ingin dikatakan anak melalui rengekannya adalah:

"Mama, lihat aku sebentar. Aku ingin dekat denganmu."

6. Sering menyela saat Mama berbicara

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Ketika Mama sedang menelepon, bekerja, atau berbicara dengan orang lain, balita sering kali tiba-tiba menyela percakapan.

Mereka mungkin menarik tangan Mama, memanggil berulang kali, atau langsung berbicara tanpa menunggu giliran.

Perilaku ini sering dianggap sebagai bentuk ketidaksabaran.

Padahal, di usia balita, kemampuan mengontrol impuls memang masih berkembang. Selain itu, menyela juga bisa menjadi tanda bahwa mereka sedang sangat ingin terhubung dengan orangtuanya saat itu juga.

Bagi anak kecil, perhatian Mama adalah sesuatu yang sangat berharga.

Ketika perhatian tersebut tertuju pada hal lain, mereka mungkin merasa perlu melakukan sesuatu agar kembali diperhatikan. Menyela menjadi cara yang mereka anggap paling efektif.

Mama bisa membantu dengan memberikan perhatian penuh selama beberapa menit sebelum memulai aktivitas yang membutuhkan fokus.

Anak yang merasa "terisi" secara emosional biasanya lebih mudah menunggu.

Di sisi lain, ajarkan secara perlahan cara meminta perhatian dengan sopan. Dengan kombinasi koneksi dan batasan yang konsisten, anak akan belajar mengekspresikan kebutuhannya dengan lebih baik.

7. Memeluk kaki Mama

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Balita yang tiba-tiba memeluk kaki Mama mungkin terlihat lucu dan menggemaskan.

Namun, perilaku ini juga bisa menjadi salah satu bentuk pencarian kedekatan emosional. Saat anak memeluk kaki orangtuanya, mereka sedang mencari rasa aman melalui kontak fisik.

Sering kali hal ini terjadi ketika Mama sedang sibuk melakukan sesuatu. Anak mungkin melihat bahwa perhatian Mama sedang teralihkan, lalu mencoba mendekat dengan cara yang paling mudah bagi mereka.

Memeluk kaki menjadi cara sederhana untuk mengatakan:

"Aku di sini Ma, jangan lupa denganku."

Kontak fisik memiliki peran besar dalam perkembangan emosional anak. Sentuhan membantu mereka merasa dicintai, diperhatikan, dan terhubung dengan orang-orang terdekatnya.

Karena itu, jangan heran jika si Kecil sering mencari kesempatan untuk menyentuh, memeluk, atau duduk sangat dekat dengan orangtuanya.

Jika memungkinkan, berhentilah sejenak dan balas pelukan tersebut. Tidak harus lama. Beberapa detik perhatian penuh sering kali sudah cukup untuk membuat anak merasa lebih tenang dan kebutuhan emosionalnya terpenuhi.

8. Menangis

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Tangisan merupakan bahasa pertama yang digunakan anak sejak lahir.

Meski kemampuan bicaranya terus berkembang, balita tetap menggunakan tangisan sebagai cara menyampaikan berbagai kebutuhan, termasuk kebutuhan akan kedekatan emosional.

Kadang anak menangis bukan karena lapar, sakit, atau menginginkan sesuatu.

Mereka mungkin sedang merasa kewalahan, lelah, atau hanya ingin ditemani. Sayangnya, perasaan-perasaan tersebut belum selalu bisa mereka ungkapkan dengan kata-kata.

Ketika anak menangis tanpa alasan yang terlihat jelas, cobalah melihat situasinya secara lebih luas:

  • apakah belakangan ini Mama sangat sibuk?

  • apakah waktu bermain bersama berkurang?

  • apakah anak sedang mengalami perubahan rutinitas?

Memberikan pelukan, mendengarkan, dan hadir secara emosional sering kali lebih membantu daripada langsung mencari solusi.

Tangisan bukan selalu tanda perilaku buruk atau manipulasi. Dalam banyak kasus, itu adalah cara anak meminta dukungan dan koneksi dari orang yang mereka percayai.

Bagi si Kecil, kehadiran Mama yang tenang dan penuh perhatian sering menjadi obat terbaik untuk membantu mereka merasa lebih aman dan nyaman.

9. Meminta dibacakan satu buku lagi

Popmama.com/Violin Heldina/AI

"Mama, satu buku lagi, ya?"

Kalimat ini mungkin sering terdengar menjelang waktu tidur. Sekilas terlihat seperti anak hanya ingin menunda tidur.

Namun, terkadang permintaan tersebut sebenarnya berkaitan dengan keinginan untuk memperpanjang waktu bersama orangtuanya.

Membaca buku memberikan banyak hal yang disukai balita. Mereka mendapatkan perhatian penuh, kontak fisik, suara yang menenangkan, dan momen kebersamaan yang hangat.

Tidak heran jika mereka ingin mengulang pengalaman itu lebih lama.

Bagi anak, waktu membaca bukan hanya soal cerita. Aktivitas tersebut juga menjadi kesempatan untuk merasa dekat dengan Mama tanpa gangguan dari pekerjaan, ponsel, atau aktivitas lainnya.

Mereka menikmati momen ketika perhatian orangtua benar-benar tertuju kepada mereka.

Sesekali menambah satu buku mungkin tidak masalah jika situasi memungkinkan. Namun yang terpenting adalah kualitas kebersamaan yang tercipta.

Bahkan beberapa menit membaca dengan penuh perhatian dapat membantu anak merasa lebih terhubung, dicintai, dan siap beristirahat dengan perasaan yang nyaman.

10. Mengajak Mama bermain bersama

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Ketika anak berkata:

"Main sama aku, yuk."

Mereka sebenarnya sedang menyampaikan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar ajakan bermain. Bagi si Kecil, bermain adalah bahasa utama untuk membangun hubungan dengan orang-orang yang mereka cintai.

Saat Mama ikut bermain, anak merasa dirinya penting dan dihargai. Mereka mendapatkan perhatian penuh yang mungkin sulit diperoleh di tengah kesibukan sehari-hari.

Tidak heran jika permintaan ini sering muncul berulang kali.

Kabar baiknya, waktu bermain berkualitas tidak harus berlangsung lama. Bahkan 10 hingga 15 menit bermain tanpa distraksi bisa memberikan dampak besar bagi kebutuhan emosional anak. Yang penting adalah kehadiran penuh dari orangtuanya.

Mama tidak perlu selalu membuat permainan yang rumit. Menyusun balok, bermain pura-pura, menggambar, atau sekadar mengejar anak di ruang keluarga sudah cukup berarti bagi mereka.

Saat balita mengajak bermain, bisa jadi yang sebenarnya ingin mereka katakan adalah:

"Mama, aku senang saat kita bersama."

Tidak ada hadiah yang lebih berharga daripada perhatian dan kebersamaan dari orangtuanya.

Itulah 10 cara bagaimana balita mungkin menunjukkan bahwa mereka ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama Mama.

Meski beberapa perilakunya terkadang terlihat mengganggu atau melelahkan, penting untuk mengingat bahwa si Kecil masih belajar mengenali dan menyampaikan kebutuhannya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article