“Kalau Raina beda lagi karena dia perempuan. Jadi aku nggak mau dan she's a special case. Jadi aku tidak mau ada sebuah trauma tentang kekasaran,” ungkap Rossa dalam podcast Iso-Late Show bersama Grace Tahir.
Belajar saat Rizky Masih Kecil, Rossa Kini Lebih Lembut Mendidik Raina

Rossa menerapkan pola asuh lebih lembut kepada Raina, berbekal pengalaman saat membesarkan Rizky, agar putrinya memahami batasan tanpa mengalami trauma akibat kekasaran.
Rossa menyadari setiap anak memiliki karakter, minat, dan kebutuhan berbeda; Rossa ingin mengenali kelebihan Raina tanpa menjadikan kemampuan dirinya sebagai standar.
Rossa menyadari Raina mungkin mempertanyakan hubungan adopsi mereka kelak, tetapi memilih membangun kedekatan lewat kasih sayang, rasa aman, dan komunikasi sehari-hari.
Setiap orangtua tentu memiliki cara masing-masing dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Begitu pula dengan Rossa yang kini kembali menjalani peran sebagai mama bagi Raina, putri yang ia adopsi sejak masih bayi.
Setelah sebelumnya membesarkan Rizky hingga dewasa, Rossa menyadari ada banyak hal yang berubah dalam caranya memandang pola asuh. Pengalaman menjadi mama untuk anak pertamanya membuat Rossa belajar bahwa setiap anak memiliki karakter, kebutuhan, dan cara berkembang yang berbeda.
Hal tersebut juga memengaruhi cara Rossa memperlakukan Raina. Ia ingin memberikan pengasuhan yang lebih lembut dan tidak membuat sang putri tumbuh dengan pengalaman yang bisa meninggalkan trauma. Popmama.com telah merangkum beberapa prinsip yang ingin diterapkan Rossa dalam membesarkan Raina.
Yuk, disimak!
1. Rossa tak ingin Raina mengalami trauma karena kekasaran

Instagram.com/itsrossa910 Rossa mengaku dirinya tidak ingin mengulangi cara mendidik yang pernah ia terapkan ketika Rizky masih kecil. Saat itu, ia masih cukup keras sebagai seorang mama, bahkan tak jarang menunjukkan kemarahan ketika Rizky melakukan kesalahan.
Kini, Rossa melihat pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses belajarnya menjadi orangtua. Ketika berbicara mengenai Raina, Rossa mengatakan dirinya ingin lebih berhati-hati dalam memberikan pengasuhan.
Menurutnya, Raina tetap perlu belajar mengenal batasan dan memahami ketika dirinya melakukan kesalahan. Namun, hal tersebut tidak harus dilakukan dengan cara yang keras.
Rossa ingin Raina tetap merasa aman dan dicintai saat bertumbuh bersama keluarganya.
2. Memahami bahwa setiap anak punya karakter berbeda

Instagram.com/itsrossa910 Pengalaman membesarkan Rizky juga membuat Rossa memahami bahwa orangtua tidak bisa menyamakan satu anak dengan anak lainnya. Ia pernah menyadari bahwa dirinya dan Rizky memiliki kemampuan serta ketertarikan yang berbeda.
Kesadaran tersebut kemudian membuatnya ingin lebih memahami Raina sebagai individu. Rossa pun berusaha untuk tidak menjadikan kemampuannya sendiri sebagai standar yang harus dicapai anak.
“Akhirnya aku belajar bahwa Rizky itu berbeda dengan. Dia Rizky dengan kepribadiannya dia, dengan sifatnya dia, dengan kesukaannya dia yang berbeda sama aku. Jadi aku harus terima aja” tutur Rossa.
Prinsip tersebut juga menjadi bekal Rossa dalam membesarkan Raina. Alih-alih menentukan seperti apa sang anak harus tumbuh, ia ingin melihat lebih dulu karakter dan kelebihan yang dimiliki Raina.
Dengan begitu, Raina bisa berkembang menjadi dirinya sendiri tanpa merasa harus memenuhi ekspektasi orang lain.
3. Rossa sadar suatu hari Raina bisa mempertanyakan hubungan mereka

Instagram.com/itsrossa910 Sebagai mama, Rossa tentu pernah memikirkan kemungkinan akan ada tantangan dalam hubungannya dengan Raina ketika sang putri mulai memahami tentang latar belakang dirinya. Salah satu hal yang terlintas di pikirannya adalah kemungkinan Raina mempertanyakan hubungan mereka karena Rossa bukan mama biologisnya.
Rossa mengaku rasa takut tersebut memang ada. Namun, ia memilih untuk tidak terlalu memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi dan justru berusaha mempersiapkan hubungan mereka sejak sekarang.
Alih-alih membiarkan kekhawatiran tersebut mengganggu, Rossa percaya bahwa kedekatan mereka dibangun melalui kasih sayang yang diberikan setiap hari.
“Pasti ada takutnya. Tapi aku kembali berpikir bahwa kita nggak perlu takut sesuatu hal yang belum terjadi,” jelas Rossa.
"Kadang-kadang memang bukan darah yang bikin bonding itu begitu kental, tapi memang kasih sayang dan rasa cinta,“ lanjutnya.
Itu dia beberapa prinsip yang ingin diterapkan Rossa dalam membesarkan Raina. Pengalaman Rossa menjadi seorang mama membuatnya semakin memahami bahwa setiap anak membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Bersama Raina, Rossa ingin membangun hubungan yang dipenuhi rasa aman, kasih sayang, dan komunikasi tanpa terlalu dibayangi kekhawatiran tentang hal-hal yang belum terjadi.




















