"Kalau dari penilaiannya itu ada empat. Pertama, ketepatan sesuai dengan guideline building instructions. Jadi memang sebelum dimodifikasi, akan kita nilai dulu ketepatan dan kecepatannya. Setelah itu dilihat dari kreativitasnya. Baru setelah itu mereka akan menjelaskan atau story telling dari robotnya mereka itu apa, fungsinya bagaimana, apakah ada ceritanya," jelas Bimo, salah satu dewan juri.
Future Creator Fest 2026 Jadi Wadah Anak Berkarya Lewat Teknologi

Future Creator Fest 2026 menjadi wadah bagi lebih dari 200 anak dari berbagai sekolah di Indonesia untuk mengembangkan kemampuan di bidang teknologi.
Kompetisi menghadirkan tiga kategori, yaitu Coding, Robotics, dan Digital Drawing, yang dirancang untuk mengasah kreativitas, logika, serta kemampuan problem solving anak.
Melalui ajang ini, DIGIKIDZ ingin mendorong anak mengembangkan future skills seperti berpikir kritis, inovasi, komunikasi, dan kreativitas sebagai bekal menghadapi
Kemampuan teknologi menjadi salah satu bekal penting yang dapat dipelajari anak sejak dini di era digital ini.
Tak hanya mengenalkan perangkat digital, aktivitas seperti coding, robotika, hingga menggambar digital juga dapat membantu anak mengasah kreativitas, berpikir kritis, dan kemampuan memecahkan masalah.
Melihat pentingnya keterampilan tersebut, DIGIKIDZ kembali menghadirkan Future Creator Fest 2026, sebuah kompetisi teknologi yang menjadi wadah bagi anak-anak dan remaja untuk menunjukkan kemampuan mereka di bidang digital.
Lantas, seperti apa keseruan Future Creator Fest 2026? Simak informasinya yang telah Popmama.com rangkum berikut ini ya, Ma!
1. Future Creator Fest 2026 menjadi road to perayaan 25 tahun DIGIKIDZ

Future Creator Fest 2026 bukan sekadar kompetisi teknologi tahunan, tetapi juga menjadi rangkaian road to Future Creator Fest 2026 sekaligus pembuka menuju perayaan 25 tahun DIGIKIDZ (Silver Anniversary).
Melalui ajang ini, DIGIKIDZ ingin menghadirkan wadah bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan potensi mereka di bidang teknologi, sekaligus menunjukkan hasil belajar yang telah diasah selama mengikuti kelas.
Kompetisi yang digelar pada 25–26 Juli 2026 di Area Mall Lobby Carstensz Mall, Gading Serpong, Tangerang Selatan ini berhasil menarik antusiasme lebih dari 200 peserta dari berbagai sekolah di seluruh Indonesia.
Melalui Future Creator Fest 2026, para peserta tidak hanya berkompetisi memperebutkan gelar juara, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang mendorong mereka berpikir kreatif, percaya diri, dan siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.
Ajang ini menjadi bukti bahwa pembelajaran teknologi dapat dikemas secara menyenangkan sekaligus memberi ruang bagi anak untuk mengeksplorasi ide-ide inovatif.
2. Hadirkan tiga kategori lomba yang mengasah kreativitas dan kemampuan teknologi anak

Future Creator Fest 2026 menghadirkan tiga kategori kompetisi, yaitu Digital Drawing, Coding, dan Robotics.
Ketiga lomba tersebut dirancang untuk mengasah kemampuan yang berbeda, mulai dari kreativitas visual, logika berpikir, hingga kemampuan menyelesaikan masalah melalui teknologi.
Rangkaian acara pada hari pertama dibuka dengan Digital Drawing Competition yang bekerja sama dengan Kinari Art.
Dalam kategori ini, peserta diajak menuangkan kreativitas mereka melalui karya ilustrasi digital sesuai tema yang telah ditentukan. Setelah itu, kompetisi dilanjutkan dengan Coding Competition yang diselenggarakan oleh DIGIKIDZ.
Pada sesi ini, peserta ditantang untuk menyusun logika pemrograman untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang telah disiapkan.
Sementara itu, hari kedua sepenuhnya dikhususkan untuk Robotics Competition, yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari.
Pada kategori ini, peserta merakit, memodifikasi, dan mengembangkan robot mereka sebelum mempresentasikan konsep di hadapan dewan juri.
Kompetisi robotika menjadi salah satu daya tarik utama acara karena peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kreativitas, inovasi, dan kemampuan menjelaskan ide di balik robot yang mereka ciptakan.
3. Ajang untuk mengembangkan future skills sejak usia dini

Lebih dari sekadar kompetisi, Future Creator Fest 2026 menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan berbagai future skills yang dibutuhkan di masa depan.
Di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, kemampuan seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan problem solving menjadi keterampilan yang semakin penting untuk dimiliki.
Melalui kegiatan seperti coding, robotika, maupun digital drawing, anak-anak tidak hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi juga diajak untuk memahami proses berpikir dalam menciptakan solusi dan menghasilkan karya yang inovatif.
Pengalaman mengikuti kompetisi juga dapat membantu anak membangun rasa percaya diri, belajar menerima tantangan, serta berani menunjukkan hasil karya di hadapan orang lain.
Nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang bermanfaat, baik dalam dunia pendidikan maupun kehidupan mereka di masa mendatang.
4. Peserta dinilai dari ketepatan, kreativitas, hingga storytelling robot

Dalam kategori Robotics Competition, peserta tidak hanya dituntut mampu merakit robot yang berfungsi dengan baik, tetapi juga menunjukkan kreativitas serta kemampuan menjelaskan ide di balik karya mereka.
Penilaian dilakukan melalui beberapa tahapan agar hasil yang dipilih benar-benar mencerminkan kemampuan peserta secara menyeluruh.
Salah satu dewan juri menjelaskan bahwa terdapat empat aspek utama yang menjadi dasar penilaian. Tahap pertama adalah ketepatan peserta dalam mengikuti building instructions atau panduan perakitan robot.
Selain itu, juri juga memperhatikan kecepatan peserta dalam menyelesaikan proses tersebut sebelum robot dimodifikasi.
Setelah proses perakitan selesai, peserta diberi kesempatan memodifikasi robot agar lebih kreatif dan inovatif.
Mereka juga diminta mempresentasikan konsep robot yang dibuat, mulai dari fungsi hingga cerita yang melatarbelakangi desain tersebut.
Dengan sistem penilaian ini, Future Creator Fest 2026 tidak hanya mengapresiasi kemampuan teknis, tetapi juga mendorong anak berpikir kreatif, berinovasi, serta mengasah kemampuan komunikasi melalui storytelling.
5. Menjadi ruang bagi anak untuk terus berinovasi melalui teknologi

Melalui Future Creator Fest 2026, DIGIKIDZ ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga mendorong anak untuk mengembangkan berbagai future skills yang relevan dengan tantangan masa depan.
Selama mengikuti kompetisi, peserta diajak untuk menuangkan ide, mencari solusi atas tantangan yang diberikan, hingga berani mempresentasikan hasil karya mereka di hadapan dewan juri.
Proses ini membantu anak memahami bahwa teknologi bukan sekadar tentang menggunakan perangkat digital, melainkan juga bagaimana menciptakan inovasi melalui kreativitas dan kemampuan berpikir.
Pada akhir setiap kategori lomba, dewan juri memilih Juara 1, Juara 2, dan Juara 3 sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas, kemampuan teknis, serta inovasi yang ditunjukkan oleh para peserta.
Namun, lebih dari sekadar meraih gelar juara, seluruh peserta memperoleh pengalaman belajar yang dapat menjadi bekal berharga untuk terus berkembang di masa depan.
Melalui penyelenggaraan Future Creator Fest 2026, DIGIKIDZ berharap semakin banyak anak Indonesia yang memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi minatnya di bidang teknologi sejak usia dini.
Dengan adanya wadah seperti ini, anak dapat belajar bahwa setiap ide memiliki nilai, setiap tantangan bisa menjadi kesempatan untuk berkembang, dan setiap proses belajar akan membantu mereka menjadi generasi yang kreatif, inovatif, serta siap menghadapi perubahan di era digital.















